alexametrics
23.3 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Pemkab Jember Rancang Program Desa Pintar Gandeng Pemuda Pencipta Aplikasi Desaqu

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pemkab Jember bakal menerapkan aplikasi Desaqu. Sebuah aplikasi digital yang berfokus pada pelayanan tingkat desa yang diciptakan oleh lima anak muda asal Jember. Langkah ini sebagai upaya memaksimalkan pelayanan bagi masyarakat.

Menurut Miftah K Fahmi, salah satu perancang aplikasi Desaqu, lahirnya aplikasi tersebut terinspirasi dari keinginan Bupati Jember Hendy Siswanto. Usai menyelesaikan kuliahnya di Korea Selatan, Miftah diminta oleh Bupati Jember untuk berkolaborasi dalam mewujudkan keinginannya terhadap Jember, yakni membentuk Desa Pintar.

“Saya tanya apakah ada program smart city, ternyata Pak Bupati maunya smart village. Karena smart city, belum tentu desanya cerdas. Kalau smart village maka desanya cerdas. Jadi otomatis kota itu juga cerdas,” ungkap pemuda asal Kecamatan Wuluhan tersebut.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dalam kurun waktu sebulan, Miftah bersama keempat temannya mulai merancang misi tersebut. Hingga hari ini, ia diminta untuk menyampaikan hasil rancangan aplikasi itu kepada pihak pemkab, Jumat (16/4).

Selain berfungsi untuk pelayanan masyarakat desa, aplikasi ini juga dilengkapi dengan berbagai fitur. Seperti fitur lapak yang membantu masyarakat dalam menjual produknya. Kemudian fitur darurat, yang nantinya akan tercantum kontak ambulans desa. Serta ada juga fitur aduan, yang bisa digunakan untuk melakukan pengaduan jika ada masyarakat Jember yang terlantar.

“Jadi ini juga tergantung keinginan pemerintah daerah. Kami yang menyediakan medianya,” imbuhnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pemkab Jember bakal menerapkan aplikasi Desaqu. Sebuah aplikasi digital yang berfokus pada pelayanan tingkat desa yang diciptakan oleh lima anak muda asal Jember. Langkah ini sebagai upaya memaksimalkan pelayanan bagi masyarakat.

Menurut Miftah K Fahmi, salah satu perancang aplikasi Desaqu, lahirnya aplikasi tersebut terinspirasi dari keinginan Bupati Jember Hendy Siswanto. Usai menyelesaikan kuliahnya di Korea Selatan, Miftah diminta oleh Bupati Jember untuk berkolaborasi dalam mewujudkan keinginannya terhadap Jember, yakni membentuk Desa Pintar.

“Saya tanya apakah ada program smart city, ternyata Pak Bupati maunya smart village. Karena smart city, belum tentu desanya cerdas. Kalau smart village maka desanya cerdas. Jadi otomatis kota itu juga cerdas,” ungkap pemuda asal Kecamatan Wuluhan tersebut.

Dalam kurun waktu sebulan, Miftah bersama keempat temannya mulai merancang misi tersebut. Hingga hari ini, ia diminta untuk menyampaikan hasil rancangan aplikasi itu kepada pihak pemkab, Jumat (16/4).

Selain berfungsi untuk pelayanan masyarakat desa, aplikasi ini juga dilengkapi dengan berbagai fitur. Seperti fitur lapak yang membantu masyarakat dalam menjual produknya. Kemudian fitur darurat, yang nantinya akan tercantum kontak ambulans desa. Serta ada juga fitur aduan, yang bisa digunakan untuk melakukan pengaduan jika ada masyarakat Jember yang terlantar.

“Jadi ini juga tergantung keinginan pemerintah daerah. Kami yang menyediakan medianya,” imbuhnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pemkab Jember bakal menerapkan aplikasi Desaqu. Sebuah aplikasi digital yang berfokus pada pelayanan tingkat desa yang diciptakan oleh lima anak muda asal Jember. Langkah ini sebagai upaya memaksimalkan pelayanan bagi masyarakat.

Menurut Miftah K Fahmi, salah satu perancang aplikasi Desaqu, lahirnya aplikasi tersebut terinspirasi dari keinginan Bupati Jember Hendy Siswanto. Usai menyelesaikan kuliahnya di Korea Selatan, Miftah diminta oleh Bupati Jember untuk berkolaborasi dalam mewujudkan keinginannya terhadap Jember, yakni membentuk Desa Pintar.

“Saya tanya apakah ada program smart city, ternyata Pak Bupati maunya smart village. Karena smart city, belum tentu desanya cerdas. Kalau smart village maka desanya cerdas. Jadi otomatis kota itu juga cerdas,” ungkap pemuda asal Kecamatan Wuluhan tersebut.

Dalam kurun waktu sebulan, Miftah bersama keempat temannya mulai merancang misi tersebut. Hingga hari ini, ia diminta untuk menyampaikan hasil rancangan aplikasi itu kepada pihak pemkab, Jumat (16/4).

Selain berfungsi untuk pelayanan masyarakat desa, aplikasi ini juga dilengkapi dengan berbagai fitur. Seperti fitur lapak yang membantu masyarakat dalam menjual produknya. Kemudian fitur darurat, yang nantinya akan tercantum kontak ambulans desa. Serta ada juga fitur aduan, yang bisa digunakan untuk melakukan pengaduan jika ada masyarakat Jember yang terlantar.

“Jadi ini juga tergantung keinginan pemerintah daerah. Kami yang menyediakan medianya,” imbuhnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/