alexametrics
31.9 C
Jember
Saturday, 20 August 2022

Doakan Kemakmuran Seluruh Warga Jember

- Bupati Hendy Lepas Keberangkatan CJH

- Sempat Tertunda Selama Korona, Akhirnya Terlaksana

Mobile_AP_Rectangle 1

KALIWATES, Radar Jember – Dua tahun lebih pandemi Covid-19 membuat keberangkatan calon jamaah haji (CJH) di Indonesia, termasuk Jember, tertunda. Nah, setelah diperbolehkan, calon jamaah haji (CJH) akhirnya bisa berangkat tahun ini. Ratusan jamaah itu pun secara langsung dilepas oleh Bupati Jember Hendy Siswanto dan Wakil Bupati Jember MB Firjaun Barlaman.

BACA JUGA : Akhirnya Jalan yang Viral Diperbaiki, Habiskan Anggaran Rp 800 Juta

Bupati Hendy bersama Wabup Gus Firjaun turut menghadiri pelepasan dan doa bersama calon jamaah haji Jember di Balai Serba Guna (BSG) Kaliwates, kemarin (15/6). Dalam momen itu, Bupati Hendy juga melantunkan doa dan talbiyah seusai sambutan. Sekaligus menitipkan permintaan doa kepada jamaah haji ketika di Makkah untuk masyarakat Jember.

Mobile_AP_Rectangle 2

Manasik haji, terang Bupati Hendy, telah berkali-kali dilakukan. Apalagi selama dua tahun keberangkatan dibatalkan, anggapannya mereka (calon jamaah haji) sudah memahami rute dan aturan haji yang berlaku. “Ada persiapan yang perlu lebih diperhatikan, terutama kesehatan,” jelasnya setelah melakukan doa bersama.

Mengenai perubahan cuaca yang ekstrem di Tanah Suci, ucap Bupati Hendy, mereka diimbau untuk banyak minum air putih untuk menjaga agar daya tahan tubuh tetap baik. Meski angka Covid-19 sudah melandai, namun memakai masker tetap dilakukan. Ini disarankan sebagai penahan debu agar tak terhirup secara langsung.

Dia menyebutkan, sejumlah 905 jamaah haji dari Jember akan berangkat. Jumlah ini, kata dia, sudah final setelah melalui beberapa tahap penyaringan, yang seharusnya ada seribu lebih. “Karena ada hal lain seperti regulasi, kesehatan, dan ada batasan usia maksimal,” ulas Bupati Hendy.

Keadaan yamg masih rentan dan belum ditetapkannya Covid-19 sebagai virus endemi, tambahnya, aturan dari pusat telah memutuskan soal batasan usia. Calon jamaah haji yang akan berangkat maksimal berusia 65 tahun. “Semoga setelah keberangkatan ini semuanya normal dan tidak terjadi penularan masif, sehingga tahun depan tidak da batasan usia,” harapnya.

- Advertisement -

KALIWATES, Radar Jember – Dua tahun lebih pandemi Covid-19 membuat keberangkatan calon jamaah haji (CJH) di Indonesia, termasuk Jember, tertunda. Nah, setelah diperbolehkan, calon jamaah haji (CJH) akhirnya bisa berangkat tahun ini. Ratusan jamaah itu pun secara langsung dilepas oleh Bupati Jember Hendy Siswanto dan Wakil Bupati Jember MB Firjaun Barlaman.

BACA JUGA : Akhirnya Jalan yang Viral Diperbaiki, Habiskan Anggaran Rp 800 Juta

Bupati Hendy bersama Wabup Gus Firjaun turut menghadiri pelepasan dan doa bersama calon jamaah haji Jember di Balai Serba Guna (BSG) Kaliwates, kemarin (15/6). Dalam momen itu, Bupati Hendy juga melantunkan doa dan talbiyah seusai sambutan. Sekaligus menitipkan permintaan doa kepada jamaah haji ketika di Makkah untuk masyarakat Jember.

Manasik haji, terang Bupati Hendy, telah berkali-kali dilakukan. Apalagi selama dua tahun keberangkatan dibatalkan, anggapannya mereka (calon jamaah haji) sudah memahami rute dan aturan haji yang berlaku. “Ada persiapan yang perlu lebih diperhatikan, terutama kesehatan,” jelasnya setelah melakukan doa bersama.

Mengenai perubahan cuaca yang ekstrem di Tanah Suci, ucap Bupati Hendy, mereka diimbau untuk banyak minum air putih untuk menjaga agar daya tahan tubuh tetap baik. Meski angka Covid-19 sudah melandai, namun memakai masker tetap dilakukan. Ini disarankan sebagai penahan debu agar tak terhirup secara langsung.

Dia menyebutkan, sejumlah 905 jamaah haji dari Jember akan berangkat. Jumlah ini, kata dia, sudah final setelah melalui beberapa tahap penyaringan, yang seharusnya ada seribu lebih. “Karena ada hal lain seperti regulasi, kesehatan, dan ada batasan usia maksimal,” ulas Bupati Hendy.

Keadaan yamg masih rentan dan belum ditetapkannya Covid-19 sebagai virus endemi, tambahnya, aturan dari pusat telah memutuskan soal batasan usia. Calon jamaah haji yang akan berangkat maksimal berusia 65 tahun. “Semoga setelah keberangkatan ini semuanya normal dan tidak terjadi penularan masif, sehingga tahun depan tidak da batasan usia,” harapnya.

KALIWATES, Radar Jember – Dua tahun lebih pandemi Covid-19 membuat keberangkatan calon jamaah haji (CJH) di Indonesia, termasuk Jember, tertunda. Nah, setelah diperbolehkan, calon jamaah haji (CJH) akhirnya bisa berangkat tahun ini. Ratusan jamaah itu pun secara langsung dilepas oleh Bupati Jember Hendy Siswanto dan Wakil Bupati Jember MB Firjaun Barlaman.

BACA JUGA : Akhirnya Jalan yang Viral Diperbaiki, Habiskan Anggaran Rp 800 Juta

Bupati Hendy bersama Wabup Gus Firjaun turut menghadiri pelepasan dan doa bersama calon jamaah haji Jember di Balai Serba Guna (BSG) Kaliwates, kemarin (15/6). Dalam momen itu, Bupati Hendy juga melantunkan doa dan talbiyah seusai sambutan. Sekaligus menitipkan permintaan doa kepada jamaah haji ketika di Makkah untuk masyarakat Jember.

Manasik haji, terang Bupati Hendy, telah berkali-kali dilakukan. Apalagi selama dua tahun keberangkatan dibatalkan, anggapannya mereka (calon jamaah haji) sudah memahami rute dan aturan haji yang berlaku. “Ada persiapan yang perlu lebih diperhatikan, terutama kesehatan,” jelasnya setelah melakukan doa bersama.

Mengenai perubahan cuaca yang ekstrem di Tanah Suci, ucap Bupati Hendy, mereka diimbau untuk banyak minum air putih untuk menjaga agar daya tahan tubuh tetap baik. Meski angka Covid-19 sudah melandai, namun memakai masker tetap dilakukan. Ini disarankan sebagai penahan debu agar tak terhirup secara langsung.

Dia menyebutkan, sejumlah 905 jamaah haji dari Jember akan berangkat. Jumlah ini, kata dia, sudah final setelah melalui beberapa tahap penyaringan, yang seharusnya ada seribu lebih. “Karena ada hal lain seperti regulasi, kesehatan, dan ada batasan usia maksimal,” ulas Bupati Hendy.

Keadaan yamg masih rentan dan belum ditetapkannya Covid-19 sebagai virus endemi, tambahnya, aturan dari pusat telah memutuskan soal batasan usia. Calon jamaah haji yang akan berangkat maksimal berusia 65 tahun. “Semoga setelah keberangkatan ini semuanya normal dan tidak terjadi penularan masif, sehingga tahun depan tidak da batasan usia,” harapnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/