alexametrics
23.4 C
Jember
Wednesday, 18 May 2022

Belum Dipakai, Wastafel Sekolah Sudah Rusak

Padahal Pemerintah Wacanakan PTM Tahun Ini

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Meski pembelajaran dilakukan secara daring, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember tetap menyediakan fasilitas mencuci tangan atau wastafel di setiap sekolah. Akibat lama tak dipakai, ternyata banyak wastafel yang sudah rusak.

Agusta Jaka Purwana, anggota Pansus Covid-19 DPRD Jember, mempertanyakan hal tersebut kepada para pejabat lama yang menangani Covid-19, dalam rapat bersama Pansus Covid-19 di kantor DPRD Jember, Selasa (15/6).

Mulai dari Kepala Dinas Sosial (Kadinsos), mantan Kepala Bidang Badan Pengelolaan Keuangan Aset Daerah (BPKAD), mantan kabag umum, dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Satgas Covid-19.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Ini ke mana logikanya, pembelajarannya online tapi sekolahnya disediakan wastafel. Terus siapa yang menggunakan? Apalagi sekarang wastafelnya rusak,” kata Agusta kepada para pejabat tersebut.

Menurutnya, banyaknya jumlah wastafel yang rusak disebabkan karena wastafel tidak terpakai. Kemudian juga disebabkan karena pembangunan wastafel yang belum rampung.

“Memang ada yang baik dan layak dipakai. Tapi banyak juga yang rusak. Kalau tidak tahu tempatnya, saya bisa mengantarkan di mana saja itu yang rusak,” tantang Agusta.

Sementara itu, Harifin, PPK Satgas Covid-19 menjawab, wastafel itu disediakan untuk persiapan pembelajaran tatap muka (PTM) yang belum diketahui kapan kepastiannya.

“Awalnya itu disediakan untuk rencana tatap muka Agustus. Ternyata tidak jadi, dan diundur ke Januari. Setelah memasuki Januari, ternyata masih banyak yang belum siap, sehingga wastafel itu tetap tidak digunakan,” jawabnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Meski pembelajaran dilakukan secara daring, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember tetap menyediakan fasilitas mencuci tangan atau wastafel di setiap sekolah. Akibat lama tak dipakai, ternyata banyak wastafel yang sudah rusak.

Agusta Jaka Purwana, anggota Pansus Covid-19 DPRD Jember, mempertanyakan hal tersebut kepada para pejabat lama yang menangani Covid-19, dalam rapat bersama Pansus Covid-19 di kantor DPRD Jember, Selasa (15/6).

Mulai dari Kepala Dinas Sosial (Kadinsos), mantan Kepala Bidang Badan Pengelolaan Keuangan Aset Daerah (BPKAD), mantan kabag umum, dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Satgas Covid-19.

“Ini ke mana logikanya, pembelajarannya online tapi sekolahnya disediakan wastafel. Terus siapa yang menggunakan? Apalagi sekarang wastafelnya rusak,” kata Agusta kepada para pejabat tersebut.

Menurutnya, banyaknya jumlah wastafel yang rusak disebabkan karena wastafel tidak terpakai. Kemudian juga disebabkan karena pembangunan wastafel yang belum rampung.

“Memang ada yang baik dan layak dipakai. Tapi banyak juga yang rusak. Kalau tidak tahu tempatnya, saya bisa mengantarkan di mana saja itu yang rusak,” tantang Agusta.

Sementara itu, Harifin, PPK Satgas Covid-19 menjawab, wastafel itu disediakan untuk persiapan pembelajaran tatap muka (PTM) yang belum diketahui kapan kepastiannya.

“Awalnya itu disediakan untuk rencana tatap muka Agustus. Ternyata tidak jadi, dan diundur ke Januari. Setelah memasuki Januari, ternyata masih banyak yang belum siap, sehingga wastafel itu tetap tidak digunakan,” jawabnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Meski pembelajaran dilakukan secara daring, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember tetap menyediakan fasilitas mencuci tangan atau wastafel di setiap sekolah. Akibat lama tak dipakai, ternyata banyak wastafel yang sudah rusak.

Agusta Jaka Purwana, anggota Pansus Covid-19 DPRD Jember, mempertanyakan hal tersebut kepada para pejabat lama yang menangani Covid-19, dalam rapat bersama Pansus Covid-19 di kantor DPRD Jember, Selasa (15/6).

Mulai dari Kepala Dinas Sosial (Kadinsos), mantan Kepala Bidang Badan Pengelolaan Keuangan Aset Daerah (BPKAD), mantan kabag umum, dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Satgas Covid-19.

“Ini ke mana logikanya, pembelajarannya online tapi sekolahnya disediakan wastafel. Terus siapa yang menggunakan? Apalagi sekarang wastafelnya rusak,” kata Agusta kepada para pejabat tersebut.

Menurutnya, banyaknya jumlah wastafel yang rusak disebabkan karena wastafel tidak terpakai. Kemudian juga disebabkan karena pembangunan wastafel yang belum rampung.

“Memang ada yang baik dan layak dipakai. Tapi banyak juga yang rusak. Kalau tidak tahu tempatnya, saya bisa mengantarkan di mana saja itu yang rusak,” tantang Agusta.

Sementara itu, Harifin, PPK Satgas Covid-19 menjawab, wastafel itu disediakan untuk persiapan pembelajaran tatap muka (PTM) yang belum diketahui kapan kepastiannya.

“Awalnya itu disediakan untuk rencana tatap muka Agustus. Ternyata tidak jadi, dan diundur ke Januari. Setelah memasuki Januari, ternyata masih banyak yang belum siap, sehingga wastafel itu tetap tidak digunakan,” jawabnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/