alexametrics
31 C
Jember
Thursday, 19 May 2022

Sukwan Belasan Tahun, Baru Diangkat

Sebanyak 925 PPPK Terima SK

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID –  Ratusan pegawai sukwan di Jember tersenyum. Mereka bakal menerima surat keputusan (SK) tentang pengangkatan sebagai pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK), kemarin (15/2). Sebagian dari pegawai honorer di bidang pendidikan, kesehatan, dan penyuluh pertanian ini ada yang sudah belasan tahun mengabdi. Bahkan, hampir dua dekade lamanya. Otomatis, pemberian SK oleh Bupati Jember Faida di Pendapa Wahyawibawagraha tersebut menjadi oase. Sebab, tumbuh harapan akan peningkatan kesejahteraan.

Di tengah prosesi penyerahan SK itu, Nur Hafidz tampak semringah. Mengenakan seragam hitam putih, dia layaknya mahasiswa baru yang sedang mengikuti ospek. Jantungnya juga berdebar, persis seperti mahasiswa yang takut menjadi korban perploncoan. “Soalnya, ini yang saya nantikan selama hampir 20 tahun belakangan ini. Saya deg-deg ser mau dapat SK,” ujar pria kelahiran Desa Gumelar, Kecamatan Balung, tersebut kepada Jawa Pos Radar Jember.

Sejak menjadi guru sukwan tahun 2000 lalu, dia mengaku hidupnya sangat pas-pasan. Bahkan, kala itu, dirinya hanya mendapatkan upah Rp 30 ribu. Oleh karena itu, dia mencari tambahan penghasilan dengan mencari pekerjaan sambilan. “Saya cuma dapat jatah mengajar dua kali dalam seminggu,” ujarnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Meski lambat laun jam mengajarnya bertambah, tapi tetap saja gaji seorang guru honorer belum mampu mencukupi kebutuhan sehari-hari. “Untuk diri sendiri saja tidak cukup, apalagi menghidupi anak istri. Apesnya, saya sudah empat kali daftar CPNS, tapi selalu gagal,” ungkap lelaki kelahiran 1978 ini.

Perjalanan hidupnya mulai berubah pada 2017 silam. Selama dua tahun dirinya mendapat kontrak dari Pemkab Jember untuk mengajar di SDN Gumelar 2. Mulai 2017 awal hingga 2018 akhir. Lalu, mendapatkan tambahan kontrak pada 2019. “Setelah itu, saya coba daftar PPPK. Alhamdulillah kena,” terangnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID –  Ratusan pegawai sukwan di Jember tersenyum. Mereka bakal menerima surat keputusan (SK) tentang pengangkatan sebagai pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK), kemarin (15/2). Sebagian dari pegawai honorer di bidang pendidikan, kesehatan, dan penyuluh pertanian ini ada yang sudah belasan tahun mengabdi. Bahkan, hampir dua dekade lamanya. Otomatis, pemberian SK oleh Bupati Jember Faida di Pendapa Wahyawibawagraha tersebut menjadi oase. Sebab, tumbuh harapan akan peningkatan kesejahteraan.

Di tengah prosesi penyerahan SK itu, Nur Hafidz tampak semringah. Mengenakan seragam hitam putih, dia layaknya mahasiswa baru yang sedang mengikuti ospek. Jantungnya juga berdebar, persis seperti mahasiswa yang takut menjadi korban perploncoan. “Soalnya, ini yang saya nantikan selama hampir 20 tahun belakangan ini. Saya deg-deg ser mau dapat SK,” ujar pria kelahiran Desa Gumelar, Kecamatan Balung, tersebut kepada Jawa Pos Radar Jember.

Sejak menjadi guru sukwan tahun 2000 lalu, dia mengaku hidupnya sangat pas-pasan. Bahkan, kala itu, dirinya hanya mendapatkan upah Rp 30 ribu. Oleh karena itu, dia mencari tambahan penghasilan dengan mencari pekerjaan sambilan. “Saya cuma dapat jatah mengajar dua kali dalam seminggu,” ujarnya.

Meski lambat laun jam mengajarnya bertambah, tapi tetap saja gaji seorang guru honorer belum mampu mencukupi kebutuhan sehari-hari. “Untuk diri sendiri saja tidak cukup, apalagi menghidupi anak istri. Apesnya, saya sudah empat kali daftar CPNS, tapi selalu gagal,” ungkap lelaki kelahiran 1978 ini.

Perjalanan hidupnya mulai berubah pada 2017 silam. Selama dua tahun dirinya mendapat kontrak dari Pemkab Jember untuk mengajar di SDN Gumelar 2. Mulai 2017 awal hingga 2018 akhir. Lalu, mendapatkan tambahan kontrak pada 2019. “Setelah itu, saya coba daftar PPPK. Alhamdulillah kena,” terangnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID –  Ratusan pegawai sukwan di Jember tersenyum. Mereka bakal menerima surat keputusan (SK) tentang pengangkatan sebagai pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK), kemarin (15/2). Sebagian dari pegawai honorer di bidang pendidikan, kesehatan, dan penyuluh pertanian ini ada yang sudah belasan tahun mengabdi. Bahkan, hampir dua dekade lamanya. Otomatis, pemberian SK oleh Bupati Jember Faida di Pendapa Wahyawibawagraha tersebut menjadi oase. Sebab, tumbuh harapan akan peningkatan kesejahteraan.

Di tengah prosesi penyerahan SK itu, Nur Hafidz tampak semringah. Mengenakan seragam hitam putih, dia layaknya mahasiswa baru yang sedang mengikuti ospek. Jantungnya juga berdebar, persis seperti mahasiswa yang takut menjadi korban perploncoan. “Soalnya, ini yang saya nantikan selama hampir 20 tahun belakangan ini. Saya deg-deg ser mau dapat SK,” ujar pria kelahiran Desa Gumelar, Kecamatan Balung, tersebut kepada Jawa Pos Radar Jember.

Sejak menjadi guru sukwan tahun 2000 lalu, dia mengaku hidupnya sangat pas-pasan. Bahkan, kala itu, dirinya hanya mendapatkan upah Rp 30 ribu. Oleh karena itu, dia mencari tambahan penghasilan dengan mencari pekerjaan sambilan. “Saya cuma dapat jatah mengajar dua kali dalam seminggu,” ujarnya.

Meski lambat laun jam mengajarnya bertambah, tapi tetap saja gaji seorang guru honorer belum mampu mencukupi kebutuhan sehari-hari. “Untuk diri sendiri saja tidak cukup, apalagi menghidupi anak istri. Apesnya, saya sudah empat kali daftar CPNS, tapi selalu gagal,” ungkap lelaki kelahiran 1978 ini.

Perjalanan hidupnya mulai berubah pada 2017 silam. Selama dua tahun dirinya mendapat kontrak dari Pemkab Jember untuk mengajar di SDN Gumelar 2. Mulai 2017 awal hingga 2018 akhir. Lalu, mendapatkan tambahan kontrak pada 2019. “Setelah itu, saya coba daftar PPPK. Alhamdulillah kena,” terangnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/