alexametrics
22.9 C
Jember
Sunday, 14 August 2022

Open Bidding Pemkab Jember, Calon Pejabat Masih Didominasi Wajah Lama

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Puluhan nama bersaing ketat memperebutkan sejumlah posisi strategis di Lingkungan Pemkab Jember. Utamanya kursi yang diduduki pejabat nondefinitif atau dikenal pelaksana tugas (Plt).

Mayoritas mereka berasal dari pejabat di sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) di Lingkungan Pemkab Jember. Beberapa di antaranya juga ada yang berasal dari luar Jember.

Ketua Panitia Seleksi (Pansel) Prof Yuli Witono menguraikan, dalam seleksi terbuka jabatan pimpinan tinggi (JPT) pratama ini, semua peserta open bidding itu telah melalui serangkaian tes di tiap tahapan, sejak diputar beberapa pekan lalu. Mulai dari pemberkasan, asesmen oleh BKD Provinsi, tes kesehatan, hingga presentasi makalah atas rencana maupun gagasan para calon.

Mobile_AP_Rectangle 2

BACA JUGA: Pemkab Jember Dinilai Kurang Perhatikan Sektor Pendidikan dan Pertanian

Pada saat tahapan itu berlangsung, kata dia, ada beberapa nama di antaranya berasal dari luar Jember. Namun, mereka terdepak saat seleksi memasuki tiga kandidat di masing-masing posisi. “Ada dari kabupaten tetangga, seperti Situbondo dan Bondowoso. Namun, mereka gugur. Jadi, sekarang yang masuk dari lokal Jember semuanya,” kata Yuli.

Pria yang juga Ketua Tim Asistensi Ahli Bupati Jember itu menceritakan, Pemkab Jember memiliki riwayat ketika mengadakan open bidding tahun 2021, dan meloloskan sejumlah pejabat dari luar daerah yang telah dirasa layak. Seperti dari Lumajang, Jogjakarta, maupun dari Surabaya.

Karenanya, dia tegas menyatakan semua proses dan tahapan seleksi itu telah berjalan secara fair dan profesional. Termasuk gugurnya para calon yang berasal luar daerah itu, dinilainya hanya kebetulan semata. “Kita tidak menganakemaskan. Semua memiliki hak yang sama, dan yang masuk tiga besar ini (24 nama, Red) memang diambil dari nilai tertingginya, yang semua berasal dari lokal Jember,” beber Yuli.

Pada tahap akhir, kemarin, telah terkumpul sebanyak 24 nama, dengan tiga kandidat atau calon di masing-masing posisi. Berikutnya, 24 nama itu hingga petang kemarin masih diproses oleh Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) yang bertugas mengaudit proses seleksi, hasil seleksi, menganalisisnya, dan memberikan rekomendasi.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Puluhan nama bersaing ketat memperebutkan sejumlah posisi strategis di Lingkungan Pemkab Jember. Utamanya kursi yang diduduki pejabat nondefinitif atau dikenal pelaksana tugas (Plt).

Mayoritas mereka berasal dari pejabat di sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) di Lingkungan Pemkab Jember. Beberapa di antaranya juga ada yang berasal dari luar Jember.

Ketua Panitia Seleksi (Pansel) Prof Yuli Witono menguraikan, dalam seleksi terbuka jabatan pimpinan tinggi (JPT) pratama ini, semua peserta open bidding itu telah melalui serangkaian tes di tiap tahapan, sejak diputar beberapa pekan lalu. Mulai dari pemberkasan, asesmen oleh BKD Provinsi, tes kesehatan, hingga presentasi makalah atas rencana maupun gagasan para calon.

BACA JUGA: Pemkab Jember Dinilai Kurang Perhatikan Sektor Pendidikan dan Pertanian

Pada saat tahapan itu berlangsung, kata dia, ada beberapa nama di antaranya berasal dari luar Jember. Namun, mereka terdepak saat seleksi memasuki tiga kandidat di masing-masing posisi. “Ada dari kabupaten tetangga, seperti Situbondo dan Bondowoso. Namun, mereka gugur. Jadi, sekarang yang masuk dari lokal Jember semuanya,” kata Yuli.

Pria yang juga Ketua Tim Asistensi Ahli Bupati Jember itu menceritakan, Pemkab Jember memiliki riwayat ketika mengadakan open bidding tahun 2021, dan meloloskan sejumlah pejabat dari luar daerah yang telah dirasa layak. Seperti dari Lumajang, Jogjakarta, maupun dari Surabaya.

Karenanya, dia tegas menyatakan semua proses dan tahapan seleksi itu telah berjalan secara fair dan profesional. Termasuk gugurnya para calon yang berasal luar daerah itu, dinilainya hanya kebetulan semata. “Kita tidak menganakemaskan. Semua memiliki hak yang sama, dan yang masuk tiga besar ini (24 nama, Red) memang diambil dari nilai tertingginya, yang semua berasal dari lokal Jember,” beber Yuli.

Pada tahap akhir, kemarin, telah terkumpul sebanyak 24 nama, dengan tiga kandidat atau calon di masing-masing posisi. Berikutnya, 24 nama itu hingga petang kemarin masih diproses oleh Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) yang bertugas mengaudit proses seleksi, hasil seleksi, menganalisisnya, dan memberikan rekomendasi.

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Puluhan nama bersaing ketat memperebutkan sejumlah posisi strategis di Lingkungan Pemkab Jember. Utamanya kursi yang diduduki pejabat nondefinitif atau dikenal pelaksana tugas (Plt).

Mayoritas mereka berasal dari pejabat di sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) di Lingkungan Pemkab Jember. Beberapa di antaranya juga ada yang berasal dari luar Jember.

Ketua Panitia Seleksi (Pansel) Prof Yuli Witono menguraikan, dalam seleksi terbuka jabatan pimpinan tinggi (JPT) pratama ini, semua peserta open bidding itu telah melalui serangkaian tes di tiap tahapan, sejak diputar beberapa pekan lalu. Mulai dari pemberkasan, asesmen oleh BKD Provinsi, tes kesehatan, hingga presentasi makalah atas rencana maupun gagasan para calon.

BACA JUGA: Pemkab Jember Dinilai Kurang Perhatikan Sektor Pendidikan dan Pertanian

Pada saat tahapan itu berlangsung, kata dia, ada beberapa nama di antaranya berasal dari luar Jember. Namun, mereka terdepak saat seleksi memasuki tiga kandidat di masing-masing posisi. “Ada dari kabupaten tetangga, seperti Situbondo dan Bondowoso. Namun, mereka gugur. Jadi, sekarang yang masuk dari lokal Jember semuanya,” kata Yuli.

Pria yang juga Ketua Tim Asistensi Ahli Bupati Jember itu menceritakan, Pemkab Jember memiliki riwayat ketika mengadakan open bidding tahun 2021, dan meloloskan sejumlah pejabat dari luar daerah yang telah dirasa layak. Seperti dari Lumajang, Jogjakarta, maupun dari Surabaya.

Karenanya, dia tegas menyatakan semua proses dan tahapan seleksi itu telah berjalan secara fair dan profesional. Termasuk gugurnya para calon yang berasal luar daerah itu, dinilainya hanya kebetulan semata. “Kita tidak menganakemaskan. Semua memiliki hak yang sama, dan yang masuk tiga besar ini (24 nama, Red) memang diambil dari nilai tertingginya, yang semua berasal dari lokal Jember,” beber Yuli.

Pada tahap akhir, kemarin, telah terkumpul sebanyak 24 nama, dengan tiga kandidat atau calon di masing-masing posisi. Berikutnya, 24 nama itu hingga petang kemarin masih diproses oleh Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) yang bertugas mengaudit proses seleksi, hasil seleksi, menganalisisnya, dan memberikan rekomendasi.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/