alexametrics
24.5 C
Jember
Monday, 16 May 2022

Putuskan Tak Ada Open House

Bupati Hendy Salat Id di Rumah Dinas

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Lebaran tahun ini merupakan yang pertama bagi Bupati Jember Hendy Siswanto. Kendati begitu, ia tak melaksanakan salat Id di masjid, melainkan di rumah dinasnya bersama sanak saudara. Ritual ibadah itu juga dilaksanakan secara terbatas, yang diikuti tak lebih dari 20 orang keluarganya. Salat Id tersebut berlangsung dengan khidmat.

Menurut Hendy, ada beberapa alasan kenapa salat Id di Pendapa Wahyawibawagraha. Selain karena kondisi masih pandemi, musabab lain karena saat malam takbir bupati masih melakukan rapat koordinasi dengan staf dan jajaran Pemkab Jember. Sehingga waktunya mepet jika harus berpindah tempat.

Seusai melaksanakan salat, Hendy langsung melakukan halalbihalal dengan keluarga dan sebagian kecil kolega. Kala itu, suasana suka cita menyelimuti keluarga Hendy. Bupati juga menyatakan bersyukur karena masih dapat berkumpul dengan keluarganya. Walau tidak lengkap atau dalam kondisi terbatas.

Mobile_AP_Rectangle 2

Selanjutnya, Hendy menegaskan, pihaknya tidak mengadakan open house. Hal ini mengacu pada protokol kesehatan (prokes) dan imbauan pemerintah pusat. “Secara terbatas hanya menerima tamu keluarga dan kolega. Selebihnya disapa melalui video call dan pesan,” kata Hendy, Kamis (13/5).

Pada sore hari, bupati dan keluarga menghabiskan waktu khusus di rumah Jalan Sultan Agung. Di sana, pihaknya masih akan menerima tamu. Namun, jumlahnya juga sangat terbatas. “Mengingat prokes harus dijalankan secara ketat,” ungkapnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Lebaran tahun ini merupakan yang pertama bagi Bupati Jember Hendy Siswanto. Kendati begitu, ia tak melaksanakan salat Id di masjid, melainkan di rumah dinasnya bersama sanak saudara. Ritual ibadah itu juga dilaksanakan secara terbatas, yang diikuti tak lebih dari 20 orang keluarganya. Salat Id tersebut berlangsung dengan khidmat.

Menurut Hendy, ada beberapa alasan kenapa salat Id di Pendapa Wahyawibawagraha. Selain karena kondisi masih pandemi, musabab lain karena saat malam takbir bupati masih melakukan rapat koordinasi dengan staf dan jajaran Pemkab Jember. Sehingga waktunya mepet jika harus berpindah tempat.

Seusai melaksanakan salat, Hendy langsung melakukan halalbihalal dengan keluarga dan sebagian kecil kolega. Kala itu, suasana suka cita menyelimuti keluarga Hendy. Bupati juga menyatakan bersyukur karena masih dapat berkumpul dengan keluarganya. Walau tidak lengkap atau dalam kondisi terbatas.

Selanjutnya, Hendy menegaskan, pihaknya tidak mengadakan open house. Hal ini mengacu pada protokol kesehatan (prokes) dan imbauan pemerintah pusat. “Secara terbatas hanya menerima tamu keluarga dan kolega. Selebihnya disapa melalui video call dan pesan,” kata Hendy, Kamis (13/5).

Pada sore hari, bupati dan keluarga menghabiskan waktu khusus di rumah Jalan Sultan Agung. Di sana, pihaknya masih akan menerima tamu. Namun, jumlahnya juga sangat terbatas. “Mengingat prokes harus dijalankan secara ketat,” ungkapnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Lebaran tahun ini merupakan yang pertama bagi Bupati Jember Hendy Siswanto. Kendati begitu, ia tak melaksanakan salat Id di masjid, melainkan di rumah dinasnya bersama sanak saudara. Ritual ibadah itu juga dilaksanakan secara terbatas, yang diikuti tak lebih dari 20 orang keluarganya. Salat Id tersebut berlangsung dengan khidmat.

Menurut Hendy, ada beberapa alasan kenapa salat Id di Pendapa Wahyawibawagraha. Selain karena kondisi masih pandemi, musabab lain karena saat malam takbir bupati masih melakukan rapat koordinasi dengan staf dan jajaran Pemkab Jember. Sehingga waktunya mepet jika harus berpindah tempat.

Seusai melaksanakan salat, Hendy langsung melakukan halalbihalal dengan keluarga dan sebagian kecil kolega. Kala itu, suasana suka cita menyelimuti keluarga Hendy. Bupati juga menyatakan bersyukur karena masih dapat berkumpul dengan keluarganya. Walau tidak lengkap atau dalam kondisi terbatas.

Selanjutnya, Hendy menegaskan, pihaknya tidak mengadakan open house. Hal ini mengacu pada protokol kesehatan (prokes) dan imbauan pemerintah pusat. “Secara terbatas hanya menerima tamu keluarga dan kolega. Selebihnya disapa melalui video call dan pesan,” kata Hendy, Kamis (13/5).

Pada sore hari, bupati dan keluarga menghabiskan waktu khusus di rumah Jalan Sultan Agung. Di sana, pihaknya masih akan menerima tamu. Namun, jumlahnya juga sangat terbatas. “Mengingat prokes harus dijalankan secara ketat,” ungkapnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/