alexametrics
23.1 C
Jember
Wednesday, 18 May 2022

Pandemi Sebabkan Angka Pengangguran dan Kemiskinan di Jember Naik

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pandemi berdampak terhadap semua sendi kehidupan. Salah satu imbasnya adalah lonjakan angka pengangguran dan kemiskinan. Karena banyak orang yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK). Praktis, kondisi itu turut menyumbang angka kemiskinan yang terus naik selama dua tahun berjalan ini.

Hal itu disampaikan Bupati Jember Hendy Siswanto saat membacakan pidato laporan keterangan pertanggung jawaban (LKPJ) akhir tahun anggaran 2020 di Gedung DPRD Jember, Rabu (14/4). “Pengaruh Covid-19 ini memang luarbiasa sekali dan kondisi seperti itu dirasakan pula di Kabupaten Jember. Orang tidak memiliki sumber pendapatan untuk menghidupi keluarga karena mereka ini adalah korban PHK,” paparnya.

Lebih lanjut Hendy menegaskan, di tahun 2020 kemarin angka pengangguran terus bergerak naik ketimbang tahun sebelumnya. Pada 2020 tercatat, tingkat pengangguran sebesar 5,21 persen atau berjumlah 67.448 orang.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Pengangguran melambung maka tidak dipungkiri angka kemiskinan di Kabupaten Jember ikut naik. Di tahun 2020 tingkat kemiskinan 10,09 persen atau 247,99 ribu jiwa. Angka ini meningkat dari tahun 2019 sebesar 9,25 persen atau 226,57 ribu jiwa,” imbuh Hendy.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pandemi berdampak terhadap semua sendi kehidupan. Salah satu imbasnya adalah lonjakan angka pengangguran dan kemiskinan. Karena banyak orang yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK). Praktis, kondisi itu turut menyumbang angka kemiskinan yang terus naik selama dua tahun berjalan ini.

Hal itu disampaikan Bupati Jember Hendy Siswanto saat membacakan pidato laporan keterangan pertanggung jawaban (LKPJ) akhir tahun anggaran 2020 di Gedung DPRD Jember, Rabu (14/4). “Pengaruh Covid-19 ini memang luarbiasa sekali dan kondisi seperti itu dirasakan pula di Kabupaten Jember. Orang tidak memiliki sumber pendapatan untuk menghidupi keluarga karena mereka ini adalah korban PHK,” paparnya.

Lebih lanjut Hendy menegaskan, di tahun 2020 kemarin angka pengangguran terus bergerak naik ketimbang tahun sebelumnya. Pada 2020 tercatat, tingkat pengangguran sebesar 5,21 persen atau berjumlah 67.448 orang.

“Pengangguran melambung maka tidak dipungkiri angka kemiskinan di Kabupaten Jember ikut naik. Di tahun 2020 tingkat kemiskinan 10,09 persen atau 247,99 ribu jiwa. Angka ini meningkat dari tahun 2019 sebesar 9,25 persen atau 226,57 ribu jiwa,” imbuh Hendy.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pandemi berdampak terhadap semua sendi kehidupan. Salah satu imbasnya adalah lonjakan angka pengangguran dan kemiskinan. Karena banyak orang yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK). Praktis, kondisi itu turut menyumbang angka kemiskinan yang terus naik selama dua tahun berjalan ini.

Hal itu disampaikan Bupati Jember Hendy Siswanto saat membacakan pidato laporan keterangan pertanggung jawaban (LKPJ) akhir tahun anggaran 2020 di Gedung DPRD Jember, Rabu (14/4). “Pengaruh Covid-19 ini memang luarbiasa sekali dan kondisi seperti itu dirasakan pula di Kabupaten Jember. Orang tidak memiliki sumber pendapatan untuk menghidupi keluarga karena mereka ini adalah korban PHK,” paparnya.

Lebih lanjut Hendy menegaskan, di tahun 2020 kemarin angka pengangguran terus bergerak naik ketimbang tahun sebelumnya. Pada 2020 tercatat, tingkat pengangguran sebesar 5,21 persen atau berjumlah 67.448 orang.

“Pengangguran melambung maka tidak dipungkiri angka kemiskinan di Kabupaten Jember ikut naik. Di tahun 2020 tingkat kemiskinan 10,09 persen atau 247,99 ribu jiwa. Angka ini meningkat dari tahun 2019 sebesar 9,25 persen atau 226,57 ribu jiwa,” imbuh Hendy.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/