alexametrics
32 C
Jember
Saturday, 28 May 2022

Canggihnya Aplikasi Sipadu Sidomulyo, Layanan Tanpa Harus ke Balai Desa

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER.RADARJEMBER.ID- Banyaknya masyarakat yang mulai terbiasa menggunakan teknologi digital membuat Pemerintah Desa (Pemdes) Sidomulyo, Kecamatan Silo, menghadirkan sebuah inovasi pelayanan publik berbasis digital, yakni Sidomulyo Online Sistem (SOS). Melalui aplikasi Sistem Aplikasi Terpadu Desa Sidomulyo (Sipadu), yang baru saja di-launching pada Sabtu (12/2) secara resmi oleh Kepala Desa (Kades) Sidomulyo Kamiluddin dan Bupati Jember Hendy Siswanto.

Sebuah aplikasi yang menyediakan fitur-fitur canggih guna melayani kebutuhan warga di desa setempat. Fitur yang disediakan dalam aplikasi tersebut antara lain pengaduan masyarakat, mitigasi bencana, informasi kegiatan pemdes, website desa, dan pembuatan surat daring.”Ada juga tracking,monitoring, dan evaluasi perangkat desa, mulai dari kasun sampai tingkat RT/RW di ketahui oleh Kades Sidomulyo,” ungkap Kamil.

Aplikasi ini juga terintegrasi dengan mal pelayanan publik, yakni pelayanan terpadu yang dilakukan di balai desa. Malpelayanan publik ini menyediakan pelayanan berupa perizinan dan mini bank.”Perizinan terpadu ini misalnya mau buat NPWP, UD, NID. Kalau mini bank masyarakat bisa membuat rekening baru, setor tunai, pinjam uang, semuanya cukup ke kantor desa tidak perlu ke bank,” lanjutnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Pria yang akrab disapa Mas Kades ini menjelaskan, konsep inovatif yang menjadi solusi bagi warga desa itu dilatarbelakangi oleh berbagai hal. Salah satunya untuk mempercepat dan mempermudah pelayanan untuk masyarakat. Jadi, pelayanan desa yang mulanya konvensional dan dinilai membutuhkan proses yang cukup panjang, kini telah terbantahkan oleh pelayanan berbasis jaringan yang disusun oleh Mas Kades ini.

Pembuatan konsep pelayanan ini juga tidak terlalu lama, hanya membutuhkan waktu 1,5 bulan. Sesuai dengan lamanya pergantian kades baru. Secara geografis, letak desa ini memang berada jauh dari pusat kota. Namun, secara teknologi, desa ini sudah layaknya sebuah desa di pusat Jakarta. Menurutnya, karena memang sudah zamannya, warga desa yang terletak di ujung timur Jember ini tidak boleh tertinggal.”Ketika minta layanan ke desa, warga tidak harus ke desa. Bisa diakses dimana pun dan kapan pun, tanpa harus datang ke desa,” ungkap kades yang juga seorang perawat ini.

Bahkan, sebelum aplikasi ini diluncurkan, pelayanan berbasis digital ini juga sudah berjalan lebih dari 10 hari, untuk melakukan trialanderror, juga sosialisasi kepada warga. “Tanda tangan, saya sudah tidak pakai manual, tapi pakai digital yang disertifikasi oleh Badan Cyber Nasional,” sebutnya.

- Advertisement -

JEMBER.RADARJEMBER.ID- Banyaknya masyarakat yang mulai terbiasa menggunakan teknologi digital membuat Pemerintah Desa (Pemdes) Sidomulyo, Kecamatan Silo, menghadirkan sebuah inovasi pelayanan publik berbasis digital, yakni Sidomulyo Online Sistem (SOS). Melalui aplikasi Sistem Aplikasi Terpadu Desa Sidomulyo (Sipadu), yang baru saja di-launching pada Sabtu (12/2) secara resmi oleh Kepala Desa (Kades) Sidomulyo Kamiluddin dan Bupati Jember Hendy Siswanto.

Sebuah aplikasi yang menyediakan fitur-fitur canggih guna melayani kebutuhan warga di desa setempat. Fitur yang disediakan dalam aplikasi tersebut antara lain pengaduan masyarakat, mitigasi bencana, informasi kegiatan pemdes, website desa, dan pembuatan surat daring.”Ada juga tracking,monitoring, dan evaluasi perangkat desa, mulai dari kasun sampai tingkat RT/RW di ketahui oleh Kades Sidomulyo,” ungkap Kamil.

Aplikasi ini juga terintegrasi dengan mal pelayanan publik, yakni pelayanan terpadu yang dilakukan di balai desa. Malpelayanan publik ini menyediakan pelayanan berupa perizinan dan mini bank.”Perizinan terpadu ini misalnya mau buat NPWP, UD, NID. Kalau mini bank masyarakat bisa membuat rekening baru, setor tunai, pinjam uang, semuanya cukup ke kantor desa tidak perlu ke bank,” lanjutnya.

Pria yang akrab disapa Mas Kades ini menjelaskan, konsep inovatif yang menjadi solusi bagi warga desa itu dilatarbelakangi oleh berbagai hal. Salah satunya untuk mempercepat dan mempermudah pelayanan untuk masyarakat. Jadi, pelayanan desa yang mulanya konvensional dan dinilai membutuhkan proses yang cukup panjang, kini telah terbantahkan oleh pelayanan berbasis jaringan yang disusun oleh Mas Kades ini.

Pembuatan konsep pelayanan ini juga tidak terlalu lama, hanya membutuhkan waktu 1,5 bulan. Sesuai dengan lamanya pergantian kades baru. Secara geografis, letak desa ini memang berada jauh dari pusat kota. Namun, secara teknologi, desa ini sudah layaknya sebuah desa di pusat Jakarta. Menurutnya, karena memang sudah zamannya, warga desa yang terletak di ujung timur Jember ini tidak boleh tertinggal.”Ketika minta layanan ke desa, warga tidak harus ke desa. Bisa diakses dimana pun dan kapan pun, tanpa harus datang ke desa,” ungkap kades yang juga seorang perawat ini.

Bahkan, sebelum aplikasi ini diluncurkan, pelayanan berbasis digital ini juga sudah berjalan lebih dari 10 hari, untuk melakukan trialanderror, juga sosialisasi kepada warga. “Tanda tangan, saya sudah tidak pakai manual, tapi pakai digital yang disertifikasi oleh Badan Cyber Nasional,” sebutnya.

JEMBER.RADARJEMBER.ID- Banyaknya masyarakat yang mulai terbiasa menggunakan teknologi digital membuat Pemerintah Desa (Pemdes) Sidomulyo, Kecamatan Silo, menghadirkan sebuah inovasi pelayanan publik berbasis digital, yakni Sidomulyo Online Sistem (SOS). Melalui aplikasi Sistem Aplikasi Terpadu Desa Sidomulyo (Sipadu), yang baru saja di-launching pada Sabtu (12/2) secara resmi oleh Kepala Desa (Kades) Sidomulyo Kamiluddin dan Bupati Jember Hendy Siswanto.

Sebuah aplikasi yang menyediakan fitur-fitur canggih guna melayani kebutuhan warga di desa setempat. Fitur yang disediakan dalam aplikasi tersebut antara lain pengaduan masyarakat, mitigasi bencana, informasi kegiatan pemdes, website desa, dan pembuatan surat daring.”Ada juga tracking,monitoring, dan evaluasi perangkat desa, mulai dari kasun sampai tingkat RT/RW di ketahui oleh Kades Sidomulyo,” ungkap Kamil.

Aplikasi ini juga terintegrasi dengan mal pelayanan publik, yakni pelayanan terpadu yang dilakukan di balai desa. Malpelayanan publik ini menyediakan pelayanan berupa perizinan dan mini bank.”Perizinan terpadu ini misalnya mau buat NPWP, UD, NID. Kalau mini bank masyarakat bisa membuat rekening baru, setor tunai, pinjam uang, semuanya cukup ke kantor desa tidak perlu ke bank,” lanjutnya.

Pria yang akrab disapa Mas Kades ini menjelaskan, konsep inovatif yang menjadi solusi bagi warga desa itu dilatarbelakangi oleh berbagai hal. Salah satunya untuk mempercepat dan mempermudah pelayanan untuk masyarakat. Jadi, pelayanan desa yang mulanya konvensional dan dinilai membutuhkan proses yang cukup panjang, kini telah terbantahkan oleh pelayanan berbasis jaringan yang disusun oleh Mas Kades ini.

Pembuatan konsep pelayanan ini juga tidak terlalu lama, hanya membutuhkan waktu 1,5 bulan. Sesuai dengan lamanya pergantian kades baru. Secara geografis, letak desa ini memang berada jauh dari pusat kota. Namun, secara teknologi, desa ini sudah layaknya sebuah desa di pusat Jakarta. Menurutnya, karena memang sudah zamannya, warga desa yang terletak di ujung timur Jember ini tidak boleh tertinggal.”Ketika minta layanan ke desa, warga tidak harus ke desa. Bisa diakses dimana pun dan kapan pun, tanpa harus datang ke desa,” ungkap kades yang juga seorang perawat ini.

Bahkan, sebelum aplikasi ini diluncurkan, pelayanan berbasis digital ini juga sudah berjalan lebih dari 10 hari, untuk melakukan trialanderror, juga sosialisasi kepada warga. “Tanda tangan, saya sudah tidak pakai manual, tapi pakai digital yang disertifikasi oleh Badan Cyber Nasional,” sebutnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/