Fesmuh, Menggali Potensi Menggelar Prestasi

Sholikhul Huda/Radar Ijen PEMBUKAAN: Bupati Amin Said Husni saat membuka gelaran Festival Muharram 1440 H, di Alun-Alun RBA Ki Ronggo, kemarin.

RADARJEMBER.ID – Festival Muharram 1440 H resmi dibuka. Bupati Amin Said Husni bersama Wakil Bupati KH Salwa Arifin dan jajaran Forpimda membuka acara tersebut. Pembukaan itu ditandai dengan ditabuhnya genderang dengan iringan salawat yang dibawakan Gambus Asyaidah dan beduk disparpora.

IKLAN

Bupati Amin Said Husni mengatakan kegiatan tahunan Festival Muharram (Fesmuh) bukan hanya sekadar pentas masyarakat Bondowoso untuk bersuka cita. Namun ajang menggali potensi dan menggelar prestasi. “Menggali potensi sekaligus menggelar prestasi. Masyarakat menampilkan prestasi dan potensi yang ada di Bondowoso,” terangnya.

 Dijelaskan, Fesmuh juga dirancang untuk menampilkan berbagai macam budaya kearifan lokal masyarakat Bondowoso yang sebelumnya telah mulai ditinggalkan. Seperti kesenian ojung dan pojien. “Ini adalah pentas bagi munculnya karya terbaik masyarakat Bondowoso. Tidak hanya karya UMKM atau daya tarik pariwisata, tetapi sejak awal dirancang ada pengenalan budaya, masyarakat bisa menikmati aneka ragam budaya dan UMKM di Festival Muharram,” jelasnya.

 Hal senada disampaikan Plt Sekda Karna Suswandi. Orang yang membacakan laporan pembukaan ini mengatakan, tema Menggali Potensi Menggelar Prestasi dimaksud mengeluarkan segala macam potensi yang dipunyai oleh Kabupaten Bondowoso. Seperti potensi kepariwisataan maupun hasil kerajinan masyarakat. “Menggali potensi dimaksudkan untuk menggali potensi-potensi yang ada. Seperti potensi pariwisata dan UMKM Bondowoso,” terangnya.

 Dijelaskan, perhatian pemerintah sangat besar untuk pembangunan infrastruktur yang mendukung terhadap kegiatan pariwisata. Begitu juga dibidang UMKM, dorongan pemerintah selama ini juga sangat besar. “Mulai Kopi Arabica Java Ijen Raung, sampai Beras organik adalah hasil dorongan pemerintah,” terangnya.

 Kopi Arabica Java Ijen Raung, bisa meningkat kualitasnya karena dorongan pemerintah. Sampai saat ini,  kata dia,  kopi bisa dikenal hingga mancanegara. Dorongan itu, salah satu hasil menggali potensi dan menggelar prestasi. “Festival Muharram telah melahirkan produk yang tidak hanya dikenal di Indonesia, akan tetapi juga dikenal di mancanegara. Contoh seperti kopi arabika Bondowoso yang dikenal sebagai Bondowoso Republik Kopi. Ini merupakan cacatan prestasi yang dicapai oleh kepemimpinan Bupati Amin,” ungkap Karna.

Perlu diketahui, Festival Muharram digelar selama sepuluh hari. Di area Alun-Alun RBA Ki Ronggo, ada pameran produk UMKM. Selain itu, ada serangkaian kegiatan lainnya, seperti Lomba Zavin, Festival Band SMA, Bondowoso Muslem Ethnic Festival, Parade Drumband dan Festival Lampion.

Reporter : Sholikhul Huda
Editor : M. Shodiq Syarif
Editor Bahasa: Yerri A Aji

Reporter :

Fotografer :

Editor :