alexametrics
22.6 C
Jember
Thursday, 11 August 2022

Pemdes Gugut dan Rambigundam Jember Berebut Tanah Kas Desa, Kok Bisa?

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Dua pemerintah desa (pemdes) sempat bersitegang lantaran rebutan legalitas kepemilikan tanah kas desa (TKD). Masing-masing adalah Pemdes Gugut dan Pemdes Rambigundam, Kecamatan Rambipuji.

Kedua pemdes yang masih berada di satu kecamatan itu memperebutkan kepemilikan atas TKD yang luasnya kurang lebih 18,3 hektare. Lokasinya berada di Desa Gugut bagian barat. Kedua desa saling mengklaim sebagai pemilik sah saat bertemu dalam rapat dengar pendapat (RDP) yang difasilitasi DPRD, di ruang Komisi A, siang kemarin.

Kepala Desa (Kades) Rambigundam Mangsur menyebut, desa yang dipimpinnya sudah mengelola TKD tersebut sejak lama. Itu terhitung sejak 50 tahun lalu hingga diwariskan ke tiap periode kepemimpinan kades. Kendati lokasi tanahnya berada di desa lain, namun sudah dikelola sejak dulu. “Lima kepemimpinan kades sebelum saya sudah mengelola itu dan saya melanjutkannya,” urai Mangsur.

Mobile_AP_Rectangle 2

BACA JUGA: Porprov Sudah Berakhir, tapi Separuh Uang Saku Atlet Jember Belum Cair

Dia juga menukil salah satu aturan tanah, ketika dalam penguasaan secara fisik sudah lebih dari 25 tahun, maka sudah dirasa bisa mengajukan sertifikat kepemilikan. Sementara, TKD itu diketahui memang belum disertifikasi. Bahkan ketika dicek dalam leter C, tidak muncul kepemilikan oleh kedua pemdes. Baik Desa Gugut maupun Desa Rambigundam.

Namun demikian, Mangsur menyayangkan ada tudingan yang menyasar ke dirinya lantaran disebut-sebut menikmati TKD tersebut tanpa dasar yang jelas. “Ada banner bertuliskan ‘Kades Rambigundam menikmati, warga Gugut yang sengsara.’ Ini pencemaran, saya bisa tuntut,” sesalnya.

Temuan SPPT dan Akad Sewa

Sementara itu, pihak Pemdes Gugut menanggapi berbeda. Kades Gugut Husriyanto menyebut, ada dasar kuat bahwa kepemilikan yang sah atas TKD itu ada pada Pemdes Gugut. Menurutnya, ada surat pemberitahuan pajak terutang (SPPT) yang ditemukan sejumlah warganya. Selain itu, uraian wajib pajak (WP) itu memunculkan Desa Gugut.

“WP yang ditemukan oleh warga kami memunculkan Desa Gugut. Jadi, kami dan warga Gugut mengklaim TKD itu milik Gugut, bukan Rambigundam,” kata Husriyanto. Bahkan, ketika dia mengutus sekdesnya untuk mengecek dan membuka leter C di desanya, memang diakuinya sesuai dengan SPPT milik Pemdes Gugut.

Husriyanto menguraikan, riwayat singkat TKD itu memang benar-benar milik Pemdes Gugut. Sebelum tahun 1970-an, Pemdes Gugut pernah dipimpin oleh Kades Taat. Saat itu menyewakan TKD Gugut kepada Pemdes Rambigundam. Kemudian, Kades Taat meninggal, namun masa sewanya masih ada.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Dua pemerintah desa (pemdes) sempat bersitegang lantaran rebutan legalitas kepemilikan tanah kas desa (TKD). Masing-masing adalah Pemdes Gugut dan Pemdes Rambigundam, Kecamatan Rambipuji.

Kedua pemdes yang masih berada di satu kecamatan itu memperebutkan kepemilikan atas TKD yang luasnya kurang lebih 18,3 hektare. Lokasinya berada di Desa Gugut bagian barat. Kedua desa saling mengklaim sebagai pemilik sah saat bertemu dalam rapat dengar pendapat (RDP) yang difasilitasi DPRD, di ruang Komisi A, siang kemarin.

Kepala Desa (Kades) Rambigundam Mangsur menyebut, desa yang dipimpinnya sudah mengelola TKD tersebut sejak lama. Itu terhitung sejak 50 tahun lalu hingga diwariskan ke tiap periode kepemimpinan kades. Kendati lokasi tanahnya berada di desa lain, namun sudah dikelola sejak dulu. “Lima kepemimpinan kades sebelum saya sudah mengelola itu dan saya melanjutkannya,” urai Mangsur.

BACA JUGA: Porprov Sudah Berakhir, tapi Separuh Uang Saku Atlet Jember Belum Cair

Dia juga menukil salah satu aturan tanah, ketika dalam penguasaan secara fisik sudah lebih dari 25 tahun, maka sudah dirasa bisa mengajukan sertifikat kepemilikan. Sementara, TKD itu diketahui memang belum disertifikasi. Bahkan ketika dicek dalam leter C, tidak muncul kepemilikan oleh kedua pemdes. Baik Desa Gugut maupun Desa Rambigundam.

Namun demikian, Mangsur menyayangkan ada tudingan yang menyasar ke dirinya lantaran disebut-sebut menikmati TKD tersebut tanpa dasar yang jelas. “Ada banner bertuliskan ‘Kades Rambigundam menikmati, warga Gugut yang sengsara.’ Ini pencemaran, saya bisa tuntut,” sesalnya.

Temuan SPPT dan Akad Sewa

Sementara itu, pihak Pemdes Gugut menanggapi berbeda. Kades Gugut Husriyanto menyebut, ada dasar kuat bahwa kepemilikan yang sah atas TKD itu ada pada Pemdes Gugut. Menurutnya, ada surat pemberitahuan pajak terutang (SPPT) yang ditemukan sejumlah warganya. Selain itu, uraian wajib pajak (WP) itu memunculkan Desa Gugut.

“WP yang ditemukan oleh warga kami memunculkan Desa Gugut. Jadi, kami dan warga Gugut mengklaim TKD itu milik Gugut, bukan Rambigundam,” kata Husriyanto. Bahkan, ketika dia mengutus sekdesnya untuk mengecek dan membuka leter C di desanya, memang diakuinya sesuai dengan SPPT milik Pemdes Gugut.

Husriyanto menguraikan, riwayat singkat TKD itu memang benar-benar milik Pemdes Gugut. Sebelum tahun 1970-an, Pemdes Gugut pernah dipimpin oleh Kades Taat. Saat itu menyewakan TKD Gugut kepada Pemdes Rambigundam. Kemudian, Kades Taat meninggal, namun masa sewanya masih ada.

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Dua pemerintah desa (pemdes) sempat bersitegang lantaran rebutan legalitas kepemilikan tanah kas desa (TKD). Masing-masing adalah Pemdes Gugut dan Pemdes Rambigundam, Kecamatan Rambipuji.

Kedua pemdes yang masih berada di satu kecamatan itu memperebutkan kepemilikan atas TKD yang luasnya kurang lebih 18,3 hektare. Lokasinya berada di Desa Gugut bagian barat. Kedua desa saling mengklaim sebagai pemilik sah saat bertemu dalam rapat dengar pendapat (RDP) yang difasilitasi DPRD, di ruang Komisi A, siang kemarin.

Kepala Desa (Kades) Rambigundam Mangsur menyebut, desa yang dipimpinnya sudah mengelola TKD tersebut sejak lama. Itu terhitung sejak 50 tahun lalu hingga diwariskan ke tiap periode kepemimpinan kades. Kendati lokasi tanahnya berada di desa lain, namun sudah dikelola sejak dulu. “Lima kepemimpinan kades sebelum saya sudah mengelola itu dan saya melanjutkannya,” urai Mangsur.

BACA JUGA: Porprov Sudah Berakhir, tapi Separuh Uang Saku Atlet Jember Belum Cair

Dia juga menukil salah satu aturan tanah, ketika dalam penguasaan secara fisik sudah lebih dari 25 tahun, maka sudah dirasa bisa mengajukan sertifikat kepemilikan. Sementara, TKD itu diketahui memang belum disertifikasi. Bahkan ketika dicek dalam leter C, tidak muncul kepemilikan oleh kedua pemdes. Baik Desa Gugut maupun Desa Rambigundam.

Namun demikian, Mangsur menyayangkan ada tudingan yang menyasar ke dirinya lantaran disebut-sebut menikmati TKD tersebut tanpa dasar yang jelas. “Ada banner bertuliskan ‘Kades Rambigundam menikmati, warga Gugut yang sengsara.’ Ini pencemaran, saya bisa tuntut,” sesalnya.

Temuan SPPT dan Akad Sewa

Sementara itu, pihak Pemdes Gugut menanggapi berbeda. Kades Gugut Husriyanto menyebut, ada dasar kuat bahwa kepemilikan yang sah atas TKD itu ada pada Pemdes Gugut. Menurutnya, ada surat pemberitahuan pajak terutang (SPPT) yang ditemukan sejumlah warganya. Selain itu, uraian wajib pajak (WP) itu memunculkan Desa Gugut.

“WP yang ditemukan oleh warga kami memunculkan Desa Gugut. Jadi, kami dan warga Gugut mengklaim TKD itu milik Gugut, bukan Rambigundam,” kata Husriyanto. Bahkan, ketika dia mengutus sekdesnya untuk mengecek dan membuka leter C di desanya, memang diakuinya sesuai dengan SPPT milik Pemdes Gugut.

Husriyanto menguraikan, riwayat singkat TKD itu memang benar-benar milik Pemdes Gugut. Sebelum tahun 1970-an, Pemdes Gugut pernah dipimpin oleh Kades Taat. Saat itu menyewakan TKD Gugut kepada Pemdes Rambigundam. Kemudian, Kades Taat meninggal, namun masa sewanya masih ada.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/