alexametrics
31 C
Jember
Thursday, 19 May 2022

Tetap Dikontrol, Libatkan RT/RW

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pemerintah daerah menampik anggapan bahwa pasien post Covid-19 dicuekin. Pemkab mengklaim, selama ini telah melakukan pemantauan hingga ke tingkat bawah. Bahkan melibatkan unsur RT/RW. Kendati demikian, belum ada penjelasan yang memadai, apakah dalam peta penanggulangan pandemi, pasien Long Covid-19 juga masuk dalam prioritas penanganan atau tidak.

Ketua Satgas Covid-19 yang sekaligus Bupati Jember Hendy Siswanto menyampaikan, seluruh penyintas wabah korona tetap dikontrol alias tidak dilepas begitu saja. Bahkan, kontrol terhadap mereka dilakukan bertahap. Mulai dari petugas medis sampai melibatkan Satgas Covid-19 tingkat desa.

“Kata siapa tidak dikontrol? (Satgas Covid-19 Kabupaten, Red) sudah kerja sama dengan RT/RW, serta kepala desa. Babinsa dan bhabinkamtibmas juga mengontrol di posisi masing-masing,” ucap Hendy, yang selanjutnya menyebut bahwa pekerja migran Indonesia (PMI) Jember juga dikontrol sampai dinyatakan aman.

Mobile_AP_Rectangle 2

Berdasar sejumlah kasus serta pengalaman yang telah terjadi di Jember maupun daerah lain, menurut Hendy, langkah pemerintah atau Satgas Covid-19 lebih meningkat. Kepala desa dan RT/RW yang dilibatkan juga diharap proaktif dengan melaporkan kemungkinan-kemungkinan yang terjadi. Baik informasi mengenai penyintas, maupun kasus baru yang mungkin muncul di sekitar rumah mereka. “Itu (warga yang dinyatakan sembuh, Red) terus dikontrol. Kegiatan ini lebih tajam lagi,” papar Hendy.

Dalam upaya pencegahan dan pengendalian penyebaran wabah korona, Hendy menyampaikan, hal itu akan sulit tercapai manakala masyarakat abai. Perlu gotong royong dan saling mengingatkan tentang pentingnya penerapan protokol kesehatan (prokes). Ini demi Jember bebas korona.

Satgas Covid-19, lanjut Hendy, juga akan terus menegakkan prokes sampai negara menyatakan bencana wabah korona tidak ada lagi alias aman. “Kalau Pak Kapolres melakukan ini itu, tutup jalan dan semacamnya, itu karena sayang kepada kita semua. Kalau tidak sayang, ya dibiarkan,” jelasnya. Hendy pun meminta agar seluruh warga tetap mematuhi prokes sampai benar-benar dinyatakan aman.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pemerintah daerah menampik anggapan bahwa pasien post Covid-19 dicuekin. Pemkab mengklaim, selama ini telah melakukan pemantauan hingga ke tingkat bawah. Bahkan melibatkan unsur RT/RW. Kendati demikian, belum ada penjelasan yang memadai, apakah dalam peta penanggulangan pandemi, pasien Long Covid-19 juga masuk dalam prioritas penanganan atau tidak.

Ketua Satgas Covid-19 yang sekaligus Bupati Jember Hendy Siswanto menyampaikan, seluruh penyintas wabah korona tetap dikontrol alias tidak dilepas begitu saja. Bahkan, kontrol terhadap mereka dilakukan bertahap. Mulai dari petugas medis sampai melibatkan Satgas Covid-19 tingkat desa.

“Kata siapa tidak dikontrol? (Satgas Covid-19 Kabupaten, Red) sudah kerja sama dengan RT/RW, serta kepala desa. Babinsa dan bhabinkamtibmas juga mengontrol di posisi masing-masing,” ucap Hendy, yang selanjutnya menyebut bahwa pekerja migran Indonesia (PMI) Jember juga dikontrol sampai dinyatakan aman.

Berdasar sejumlah kasus serta pengalaman yang telah terjadi di Jember maupun daerah lain, menurut Hendy, langkah pemerintah atau Satgas Covid-19 lebih meningkat. Kepala desa dan RT/RW yang dilibatkan juga diharap proaktif dengan melaporkan kemungkinan-kemungkinan yang terjadi. Baik informasi mengenai penyintas, maupun kasus baru yang mungkin muncul di sekitar rumah mereka. “Itu (warga yang dinyatakan sembuh, Red) terus dikontrol. Kegiatan ini lebih tajam lagi,” papar Hendy.

Dalam upaya pencegahan dan pengendalian penyebaran wabah korona, Hendy menyampaikan, hal itu akan sulit tercapai manakala masyarakat abai. Perlu gotong royong dan saling mengingatkan tentang pentingnya penerapan protokol kesehatan (prokes). Ini demi Jember bebas korona.

Satgas Covid-19, lanjut Hendy, juga akan terus menegakkan prokes sampai negara menyatakan bencana wabah korona tidak ada lagi alias aman. “Kalau Pak Kapolres melakukan ini itu, tutup jalan dan semacamnya, itu karena sayang kepada kita semua. Kalau tidak sayang, ya dibiarkan,” jelasnya. Hendy pun meminta agar seluruh warga tetap mematuhi prokes sampai benar-benar dinyatakan aman.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pemerintah daerah menampik anggapan bahwa pasien post Covid-19 dicuekin. Pemkab mengklaim, selama ini telah melakukan pemantauan hingga ke tingkat bawah. Bahkan melibatkan unsur RT/RW. Kendati demikian, belum ada penjelasan yang memadai, apakah dalam peta penanggulangan pandemi, pasien Long Covid-19 juga masuk dalam prioritas penanganan atau tidak.

Ketua Satgas Covid-19 yang sekaligus Bupati Jember Hendy Siswanto menyampaikan, seluruh penyintas wabah korona tetap dikontrol alias tidak dilepas begitu saja. Bahkan, kontrol terhadap mereka dilakukan bertahap. Mulai dari petugas medis sampai melibatkan Satgas Covid-19 tingkat desa.

“Kata siapa tidak dikontrol? (Satgas Covid-19 Kabupaten, Red) sudah kerja sama dengan RT/RW, serta kepala desa. Babinsa dan bhabinkamtibmas juga mengontrol di posisi masing-masing,” ucap Hendy, yang selanjutnya menyebut bahwa pekerja migran Indonesia (PMI) Jember juga dikontrol sampai dinyatakan aman.

Berdasar sejumlah kasus serta pengalaman yang telah terjadi di Jember maupun daerah lain, menurut Hendy, langkah pemerintah atau Satgas Covid-19 lebih meningkat. Kepala desa dan RT/RW yang dilibatkan juga diharap proaktif dengan melaporkan kemungkinan-kemungkinan yang terjadi. Baik informasi mengenai penyintas, maupun kasus baru yang mungkin muncul di sekitar rumah mereka. “Itu (warga yang dinyatakan sembuh, Red) terus dikontrol. Kegiatan ini lebih tajam lagi,” papar Hendy.

Dalam upaya pencegahan dan pengendalian penyebaran wabah korona, Hendy menyampaikan, hal itu akan sulit tercapai manakala masyarakat abai. Perlu gotong royong dan saling mengingatkan tentang pentingnya penerapan protokol kesehatan (prokes). Ini demi Jember bebas korona.

Satgas Covid-19, lanjut Hendy, juga akan terus menegakkan prokes sampai negara menyatakan bencana wabah korona tidak ada lagi alias aman. “Kalau Pak Kapolres melakukan ini itu, tutup jalan dan semacamnya, itu karena sayang kepada kita semua. Kalau tidak sayang, ya dibiarkan,” jelasnya. Hendy pun meminta agar seluruh warga tetap mematuhi prokes sampai benar-benar dinyatakan aman.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/