alexametrics
26.7 C
Jember
Saturday, 25 June 2022

Ditanggung Dana Pemerintah atau BPJS?

Mobile_AP_Rectangle 1

Plt Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Jember Widi Prasetyo menjelaskan, selama ini penanganan terhadap warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 tetap berjalan. Sekalipun mereka dari kalangan keluarga yang tidak mampu atau miskin. “Gak perlu SKTM. Jadi, siapa pun yang terpapar, atau kembali dinyatakan positif, bisa langsung berobat ke rumah sakit rujukan yang ditentukan pemerintah,” terang Widi.

Menurut dia, selama ini pihaknya memang menangani urusan SKTM, namun bukan untuk urusan warga yang hendak berobat karena terpapar Covid-19 atau penyintas. Sebab, pengobatan warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 itu sudah ditanggung pemerintah.

Hanya, lanjut dia, dalam pelaksanaan pengobatannya, lebih banyak diserahkan ke Dinas Kesehatan dan masing-masing rumah sakit rujukan. Termasuk teknis atau ketentuan lainnya, juga ada di masing-masing rumah sakit rujukan. “Dinkes dan rumah sakit. Mereka yang lebih tahu. Di Dinsos, yang jelas tidak perlu ada SKTM,” imbuhnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Ia pun mengimbau agar masyarakat tidak perlu ragu untuk rutin memeriksakan kesehatannya ke layanan kesehatan atau rumah sakit. Sebab, tren penularan Covid-19 ini sempat beredar tanpa ada gejala. Artinya, orang yang sepertinya terlihat sehat walafiat, bisa jadi sedang terpapar. “Langsung berobat saja. Sudah terkaver semuanya, tanpa perlu SKTM,” pungkasnya.

 

 

Jurnalis : Dian Cahyani, Maulana
Fotografer : Freepik.com
Redaktur : Mahrus Sholih

- Advertisement -

Plt Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Jember Widi Prasetyo menjelaskan, selama ini penanganan terhadap warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 tetap berjalan. Sekalipun mereka dari kalangan keluarga yang tidak mampu atau miskin. “Gak perlu SKTM. Jadi, siapa pun yang terpapar, atau kembali dinyatakan positif, bisa langsung berobat ke rumah sakit rujukan yang ditentukan pemerintah,” terang Widi.

Menurut dia, selama ini pihaknya memang menangani urusan SKTM, namun bukan untuk urusan warga yang hendak berobat karena terpapar Covid-19 atau penyintas. Sebab, pengobatan warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 itu sudah ditanggung pemerintah.

Hanya, lanjut dia, dalam pelaksanaan pengobatannya, lebih banyak diserahkan ke Dinas Kesehatan dan masing-masing rumah sakit rujukan. Termasuk teknis atau ketentuan lainnya, juga ada di masing-masing rumah sakit rujukan. “Dinkes dan rumah sakit. Mereka yang lebih tahu. Di Dinsos, yang jelas tidak perlu ada SKTM,” imbuhnya.

Ia pun mengimbau agar masyarakat tidak perlu ragu untuk rutin memeriksakan kesehatannya ke layanan kesehatan atau rumah sakit. Sebab, tren penularan Covid-19 ini sempat beredar tanpa ada gejala. Artinya, orang yang sepertinya terlihat sehat walafiat, bisa jadi sedang terpapar. “Langsung berobat saja. Sudah terkaver semuanya, tanpa perlu SKTM,” pungkasnya.

 

 

Jurnalis : Dian Cahyani, Maulana
Fotografer : Freepik.com
Redaktur : Mahrus Sholih

Plt Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Jember Widi Prasetyo menjelaskan, selama ini penanganan terhadap warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 tetap berjalan. Sekalipun mereka dari kalangan keluarga yang tidak mampu atau miskin. “Gak perlu SKTM. Jadi, siapa pun yang terpapar, atau kembali dinyatakan positif, bisa langsung berobat ke rumah sakit rujukan yang ditentukan pemerintah,” terang Widi.

Menurut dia, selama ini pihaknya memang menangani urusan SKTM, namun bukan untuk urusan warga yang hendak berobat karena terpapar Covid-19 atau penyintas. Sebab, pengobatan warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 itu sudah ditanggung pemerintah.

Hanya, lanjut dia, dalam pelaksanaan pengobatannya, lebih banyak diserahkan ke Dinas Kesehatan dan masing-masing rumah sakit rujukan. Termasuk teknis atau ketentuan lainnya, juga ada di masing-masing rumah sakit rujukan. “Dinkes dan rumah sakit. Mereka yang lebih tahu. Di Dinsos, yang jelas tidak perlu ada SKTM,” imbuhnya.

Ia pun mengimbau agar masyarakat tidak perlu ragu untuk rutin memeriksakan kesehatannya ke layanan kesehatan atau rumah sakit. Sebab, tren penularan Covid-19 ini sempat beredar tanpa ada gejala. Artinya, orang yang sepertinya terlihat sehat walafiat, bisa jadi sedang terpapar. “Langsung berobat saja. Sudah terkaver semuanya, tanpa perlu SKTM,” pungkasnya.

 

 

Jurnalis : Dian Cahyani, Maulana
Fotografer : Freepik.com
Redaktur : Mahrus Sholih

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

Karantina, Cegah Ikan Mati

Hewan Kurban Tidak Boleh Sakit

Saran Pengajuan Mundur Dibantah

/