alexametrics
24.8 C
Jember
Sunday, 22 May 2022

Ditanggung Dana Pemerintah atau BPJS?

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Munculnya keluhan pasien long Covid, seperti sulit bernapas, jantung berdetak terlalu cepat, dan lainnya, memunculkan pertanyaan, apakah pembiayaan pengobatan mereka ditanggung oleh pemerintah atau BPJS Kesehatan bagi yang memiliki kartu jaminan kesehatan tersebut? Sebab, selama ini, fokus pemerintah masih terbatas pada upaya pencegahan dan penanganan pasien positif. Dan pasien long Covid-19 belum menjadi prioritas.

Ketua BPJS Watch untuk wilayah Jember Nadifayin menuturkan, selama ini banyak penyintas yang sudah dinyatakan sembuh, namun tidak melakukan pemeriksaan ulang. Umumnya, para penyintas itu akan kembali sakit bukan karena Covid-19. Melainkan penyakit bawaan sebelumnya atau komorbid. “Selama ini yang sudah sembuh tidak ada yang melakukan pemeriksaan ulang,” kata perempuan yang akrab disapa Difa itu.

Dia menjelaskan, pembiayaan sakit Covid-19 sepenuhnya ditanggung pemerintah yang dialokasikan khusus untuk penanganan wabah. Bukan oleh BPJS Kesehatan. Karena itu, para penyintas yang memiliki kartu BPJS Kesehatan secara otomatis juga ditanggung dengan dana pemerintah tersebut.

Mobile_AP_Rectangle 2

Lebih terperinci, Difa menjelaskan, pembiayaan pengobatan yang benar-benar ditanggung BPJS Kesehatan adalah penyakit asli atau bawaan penyintas. “BPJS tidak memiliki andil besar terhadap itu. Kalau sudah Covid-19, semua pembiayaan diambil dari dana Covid-19,” ungkapnya.

Selanjutnya, Difa mengaku tidak mengetahui banyak mengenai akses warga miskin yang terpapar Covid-19. Apakah pembiayaannya terkaver surat keterangan tidak mampu (SKTM) atau sudah masuk dalam dana penanggulangan wabah. Sebab, kata perempuan yang juga pekerja sosial tersebut, selama ini masih belum ada keluhan atau aduan seperti itu.

 

Bebas SKTM

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Munculnya keluhan pasien long Covid, seperti sulit bernapas, jantung berdetak terlalu cepat, dan lainnya, memunculkan pertanyaan, apakah pembiayaan pengobatan mereka ditanggung oleh pemerintah atau BPJS Kesehatan bagi yang memiliki kartu jaminan kesehatan tersebut? Sebab, selama ini, fokus pemerintah masih terbatas pada upaya pencegahan dan penanganan pasien positif. Dan pasien long Covid-19 belum menjadi prioritas.

Ketua BPJS Watch untuk wilayah Jember Nadifayin menuturkan, selama ini banyak penyintas yang sudah dinyatakan sembuh, namun tidak melakukan pemeriksaan ulang. Umumnya, para penyintas itu akan kembali sakit bukan karena Covid-19. Melainkan penyakit bawaan sebelumnya atau komorbid. “Selama ini yang sudah sembuh tidak ada yang melakukan pemeriksaan ulang,” kata perempuan yang akrab disapa Difa itu.

Dia menjelaskan, pembiayaan sakit Covid-19 sepenuhnya ditanggung pemerintah yang dialokasikan khusus untuk penanganan wabah. Bukan oleh BPJS Kesehatan. Karena itu, para penyintas yang memiliki kartu BPJS Kesehatan secara otomatis juga ditanggung dengan dana pemerintah tersebut.

Lebih terperinci, Difa menjelaskan, pembiayaan pengobatan yang benar-benar ditanggung BPJS Kesehatan adalah penyakit asli atau bawaan penyintas. “BPJS tidak memiliki andil besar terhadap itu. Kalau sudah Covid-19, semua pembiayaan diambil dari dana Covid-19,” ungkapnya.

Selanjutnya, Difa mengaku tidak mengetahui banyak mengenai akses warga miskin yang terpapar Covid-19. Apakah pembiayaannya terkaver surat keterangan tidak mampu (SKTM) atau sudah masuk dalam dana penanggulangan wabah. Sebab, kata perempuan yang juga pekerja sosial tersebut, selama ini masih belum ada keluhan atau aduan seperti itu.

 

Bebas SKTM

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Munculnya keluhan pasien long Covid, seperti sulit bernapas, jantung berdetak terlalu cepat, dan lainnya, memunculkan pertanyaan, apakah pembiayaan pengobatan mereka ditanggung oleh pemerintah atau BPJS Kesehatan bagi yang memiliki kartu jaminan kesehatan tersebut? Sebab, selama ini, fokus pemerintah masih terbatas pada upaya pencegahan dan penanganan pasien positif. Dan pasien long Covid-19 belum menjadi prioritas.

Ketua BPJS Watch untuk wilayah Jember Nadifayin menuturkan, selama ini banyak penyintas yang sudah dinyatakan sembuh, namun tidak melakukan pemeriksaan ulang. Umumnya, para penyintas itu akan kembali sakit bukan karena Covid-19. Melainkan penyakit bawaan sebelumnya atau komorbid. “Selama ini yang sudah sembuh tidak ada yang melakukan pemeriksaan ulang,” kata perempuan yang akrab disapa Difa itu.

Dia menjelaskan, pembiayaan sakit Covid-19 sepenuhnya ditanggung pemerintah yang dialokasikan khusus untuk penanganan wabah. Bukan oleh BPJS Kesehatan. Karena itu, para penyintas yang memiliki kartu BPJS Kesehatan secara otomatis juga ditanggung dengan dana pemerintah tersebut.

Lebih terperinci, Difa menjelaskan, pembiayaan pengobatan yang benar-benar ditanggung BPJS Kesehatan adalah penyakit asli atau bawaan penyintas. “BPJS tidak memiliki andil besar terhadap itu. Kalau sudah Covid-19, semua pembiayaan diambil dari dana Covid-19,” ungkapnya.

Selanjutnya, Difa mengaku tidak mengetahui banyak mengenai akses warga miskin yang terpapar Covid-19. Apakah pembiayaannya terkaver surat keterangan tidak mampu (SKTM) atau sudah masuk dalam dana penanggulangan wabah. Sebab, kata perempuan yang juga pekerja sosial tersebut, selama ini masih belum ada keluhan atau aduan seperti itu.

 

Bebas SKTM

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/