alexametrics
26.7 C
Jember
Saturday, 25 June 2022

Distribusikan Bansos Jelang Pilkades, Pemerintah Harap Waspada

Atur Distribusi Bansos Anti Tendensi

Mobile_AP_Rectangle 1

KEPATIHAN, RADARJEMBER.ID – Pemerintah Kabupaten Jember benar-benar sangat berhati-hati terkait dengan pendistribusian bantuan sosial di masa pandemi Covid-19 ini. Banyaknya pertimbangan itu berujung pada pendistribusian yang diharapkan bisa maksimal tanpa menguntungkan salah satu pihak atau berbuntut merugikan warga Jember. Dengan begitu, bisa benar-benar membantu warga yang terdampak pandemi Covid-19.

Bupati Jember Hendy Siswanto menyampaikan bahwa data yang ada saat ini masih perlu diklarifikasi lagi oleh para petugas. Yakni terkait dengan kebenarannya. “Saya harap sangat berhati-hati masalah data penerima,” ungkapnya. Diharapkan bisa tepat sasaran. Sebab, dia menerangkan bahwa yang bertanggung jawab secara langsung adalah dirinya. “Ini yang bertanggung jawab adalah saya, tentunya semua masalah akan kembali kepada saya selaku bupati,” ujarnya.

Oleh karena itu, dia benar-benar serius. Jangan gara-gara satu data yang teledor, lanjutnya, malah berujung pada hal-hal yang tak diinginkan di belakang.

Mobile_AP_Rectangle 2

Selain data, Hendy juga menyikapi terkait dengan siapa petugas yang nanti bakal diterjunkan untuk mendistribusikan bantuan. Dia meminta meminta agar bantuan tersebut didistribusikan bukan melalui tiap-tiap kepala desa (kades). Mengingat, saat ini ada sekitar 59 desa yang sedang menyelenggarakan pilkades. Dengan begitu, rawan dimanfaatkan sebagai alat pemenangan. “Untuk pendistribusian, saya mengusulkan babinsa dan bhabinkamtibmas agar berkolaborasi dengan RT/RW setempat,” ungkapnya.

Nantinya, para penerima harus tanda tangan, lalu diambil gambarnya. Selain untuk pelaporan, bukti-bukti tersebut bakal menjadi catatan untuk dipertanggungjawabkan di kemudian hari. Harapannya pendistribusian ini bisa bermanfaat bagi warga jember. Terlebih, untuk meringankan beban mereka yang terdampak pandemic Covid-19.

- Advertisement -

KEPATIHAN, RADARJEMBER.ID – Pemerintah Kabupaten Jember benar-benar sangat berhati-hati terkait dengan pendistribusian bantuan sosial di masa pandemi Covid-19 ini. Banyaknya pertimbangan itu berujung pada pendistribusian yang diharapkan bisa maksimal tanpa menguntungkan salah satu pihak atau berbuntut merugikan warga Jember. Dengan begitu, bisa benar-benar membantu warga yang terdampak pandemi Covid-19.

Bupati Jember Hendy Siswanto menyampaikan bahwa data yang ada saat ini masih perlu diklarifikasi lagi oleh para petugas. Yakni terkait dengan kebenarannya. “Saya harap sangat berhati-hati masalah data penerima,” ungkapnya. Diharapkan bisa tepat sasaran. Sebab, dia menerangkan bahwa yang bertanggung jawab secara langsung adalah dirinya. “Ini yang bertanggung jawab adalah saya, tentunya semua masalah akan kembali kepada saya selaku bupati,” ujarnya.

Oleh karena itu, dia benar-benar serius. Jangan gara-gara satu data yang teledor, lanjutnya, malah berujung pada hal-hal yang tak diinginkan di belakang.

Selain data, Hendy juga menyikapi terkait dengan siapa petugas yang nanti bakal diterjunkan untuk mendistribusikan bantuan. Dia meminta meminta agar bantuan tersebut didistribusikan bukan melalui tiap-tiap kepala desa (kades). Mengingat, saat ini ada sekitar 59 desa yang sedang menyelenggarakan pilkades. Dengan begitu, rawan dimanfaatkan sebagai alat pemenangan. “Untuk pendistribusian, saya mengusulkan babinsa dan bhabinkamtibmas agar berkolaborasi dengan RT/RW setempat,” ungkapnya.

Nantinya, para penerima harus tanda tangan, lalu diambil gambarnya. Selain untuk pelaporan, bukti-bukti tersebut bakal menjadi catatan untuk dipertanggungjawabkan di kemudian hari. Harapannya pendistribusian ini bisa bermanfaat bagi warga jember. Terlebih, untuk meringankan beban mereka yang terdampak pandemic Covid-19.

KEPATIHAN, RADARJEMBER.ID – Pemerintah Kabupaten Jember benar-benar sangat berhati-hati terkait dengan pendistribusian bantuan sosial di masa pandemi Covid-19 ini. Banyaknya pertimbangan itu berujung pada pendistribusian yang diharapkan bisa maksimal tanpa menguntungkan salah satu pihak atau berbuntut merugikan warga Jember. Dengan begitu, bisa benar-benar membantu warga yang terdampak pandemi Covid-19.

Bupati Jember Hendy Siswanto menyampaikan bahwa data yang ada saat ini masih perlu diklarifikasi lagi oleh para petugas. Yakni terkait dengan kebenarannya. “Saya harap sangat berhati-hati masalah data penerima,” ungkapnya. Diharapkan bisa tepat sasaran. Sebab, dia menerangkan bahwa yang bertanggung jawab secara langsung adalah dirinya. “Ini yang bertanggung jawab adalah saya, tentunya semua masalah akan kembali kepada saya selaku bupati,” ujarnya.

Oleh karena itu, dia benar-benar serius. Jangan gara-gara satu data yang teledor, lanjutnya, malah berujung pada hal-hal yang tak diinginkan di belakang.

Selain data, Hendy juga menyikapi terkait dengan siapa petugas yang nanti bakal diterjunkan untuk mendistribusikan bantuan. Dia meminta meminta agar bantuan tersebut didistribusikan bukan melalui tiap-tiap kepala desa (kades). Mengingat, saat ini ada sekitar 59 desa yang sedang menyelenggarakan pilkades. Dengan begitu, rawan dimanfaatkan sebagai alat pemenangan. “Untuk pendistribusian, saya mengusulkan babinsa dan bhabinkamtibmas agar berkolaborasi dengan RT/RW setempat,” ungkapnya.

Nantinya, para penerima harus tanda tangan, lalu diambil gambarnya. Selain untuk pelaporan, bukti-bukti tersebut bakal menjadi catatan untuk dipertanggungjawabkan di kemudian hari. Harapannya pendistribusian ini bisa bermanfaat bagi warga jember. Terlebih, untuk meringankan beban mereka yang terdampak pandemic Covid-19.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/