alexametrics
31.2 C
Jember
Tuesday, 17 May 2022

Aliansi BEM Jember Suarakan Empat Tuntutan

DPRD Jember Siap Bawa Aspirasi BEM ke Senayan

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi BEM Se-Jember memadati Bundaran DPRD Jember, kemarin sore. Dalam orasinya, mereka menyuarakan empat poin penting. Di antaranya menolak tiga periode presiden dan penundaan Pemilu Tahun 2024 mendatang. Penolakan amandemen UUD 1945, penyelesaian harga minyak goreng yang masih menyesengsarakan masyarakat, serta pertambahan nilai pajak PPN 11 persen juga masuk dalam tuntutannya.

Baca Juga : Akhirnya! DPR RI Sahkan RUU Tindak Pidana Kekerasan Seksual Jadi UU

Massa mulai memadati lokasi sejak pukul 14.15. Penjagaan ketat dari kepolisian pun sudah bersiaga. Perwakilan demonstran, Presiden Mahasiswa UIN KHAS Jember, M. Zakaria Drajat Dahlan, mengawali orasi dengan lantang. “Harapan kami DPR yang dulu dipilih jangan sampai diam atas apa yang kami suarakan bersama,” teriaknya dari atas mobil pikap.

Mobile_AP_Rectangle 2

Ratusan massa masih terkontrol kompak menyuarakan aspirasinya. Mengikuti komando kordinator lapangan (korlap) aksi, M. Yayan.  “Soal penyelesaian minyak goreng kami sepakat menuntut resufle Menteri Perdagangan,” tutur Presiden Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jember itu.

Aksi teatrikal pun tak ketinggalan ditampilkan. Seolah-olah menggambarkan sang penguasa dengan mudahnya menaikkan harga-harga kebutuhan masyarakat. Mulai dari BBM, minyak goreng, dan pajak.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi BEM Se-Jember memadati Bundaran DPRD Jember, kemarin sore. Dalam orasinya, mereka menyuarakan empat poin penting. Di antaranya menolak tiga periode presiden dan penundaan Pemilu Tahun 2024 mendatang. Penolakan amandemen UUD 1945, penyelesaian harga minyak goreng yang masih menyesengsarakan masyarakat, serta pertambahan nilai pajak PPN 11 persen juga masuk dalam tuntutannya.

Baca Juga : Akhirnya! DPR RI Sahkan RUU Tindak Pidana Kekerasan Seksual Jadi UU

Massa mulai memadati lokasi sejak pukul 14.15. Penjagaan ketat dari kepolisian pun sudah bersiaga. Perwakilan demonstran, Presiden Mahasiswa UIN KHAS Jember, M. Zakaria Drajat Dahlan, mengawali orasi dengan lantang. “Harapan kami DPR yang dulu dipilih jangan sampai diam atas apa yang kami suarakan bersama,” teriaknya dari atas mobil pikap.

Ratusan massa masih terkontrol kompak menyuarakan aspirasinya. Mengikuti komando kordinator lapangan (korlap) aksi, M. Yayan.  “Soal penyelesaian minyak goreng kami sepakat menuntut resufle Menteri Perdagangan,” tutur Presiden Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jember itu.

Aksi teatrikal pun tak ketinggalan ditampilkan. Seolah-olah menggambarkan sang penguasa dengan mudahnya menaikkan harga-harga kebutuhan masyarakat. Mulai dari BBM, minyak goreng, dan pajak.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi BEM Se-Jember memadati Bundaran DPRD Jember, kemarin sore. Dalam orasinya, mereka menyuarakan empat poin penting. Di antaranya menolak tiga periode presiden dan penundaan Pemilu Tahun 2024 mendatang. Penolakan amandemen UUD 1945, penyelesaian harga minyak goreng yang masih menyesengsarakan masyarakat, serta pertambahan nilai pajak PPN 11 persen juga masuk dalam tuntutannya.

Baca Juga : Akhirnya! DPR RI Sahkan RUU Tindak Pidana Kekerasan Seksual Jadi UU

Massa mulai memadati lokasi sejak pukul 14.15. Penjagaan ketat dari kepolisian pun sudah bersiaga. Perwakilan demonstran, Presiden Mahasiswa UIN KHAS Jember, M. Zakaria Drajat Dahlan, mengawali orasi dengan lantang. “Harapan kami DPR yang dulu dipilih jangan sampai diam atas apa yang kami suarakan bersama,” teriaknya dari atas mobil pikap.

Ratusan massa masih terkontrol kompak menyuarakan aspirasinya. Mengikuti komando kordinator lapangan (korlap) aksi, M. Yayan.  “Soal penyelesaian minyak goreng kami sepakat menuntut resufle Menteri Perdagangan,” tutur Presiden Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jember itu.

Aksi teatrikal pun tak ketinggalan ditampilkan. Seolah-olah menggambarkan sang penguasa dengan mudahnya menaikkan harga-harga kebutuhan masyarakat. Mulai dari BBM, minyak goreng, dan pajak.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/