alexametrics
30.3 C
Jember
Saturday, 21 May 2022

Selamat Tinggal Kabupaten Jeglongan Sewu

Lubang Jalan Mulai Diperbaiki

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kabupaten Jember sempat dihadapkan pada kondisi sulit. Terutama pada masa transisi kepemimpinan daerah. Salah satu yang sempat viral adalah Jember menjadi kabupaten jeglongan sewu atau seribu lubang.

Banyaknya jalan rusak di Jember bahkan beberapa kali membawa korban jiwa, lantaran jatuh di jalan berlubang. Nah, sehari sebelum puasa, kemarin (12/4), sejumlah ruas jalan lubang akhirnya diperbaiki. “Sudah lama tidak ada pengaspalan jalan, rusaknya di mana-mana,” kata Fitria, warga Sumbersari.

Salah satu ruas jalan yang tersentuh perbaikan yakni di Jalan Mastrip, Kelurahan/Kecamatan Sumbersari. Selain itu, ada sembilan lokasi lain di sekitar kota Jember yang juga diperbaiki. Sepuluh ruas jalan itu dipilih dengan kondisi lubang jalan lubang mulai kedalaman tiga sentimeter.

Mobile_AP_Rectangle 2

Untuk hari pertama penambalan jalan berlubang ini, Dinas PU Bina Marga memprioritaskan di perkotaan terlebih dahulu. Selanjutnya, diteruskan di beberapa titik lain di kecamatan yang ada di Jember. “Penambalan jalan ini langkah awal sebelum nanti dilakukan perbaikan dan peningkatan jalan,” kata Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Jember Rahman Anda.

Kondisi jalan rusak di Jember, kata dia, sekitar 60 persen dengan klasifikasi rusak berat, sedang, dan ringan. “Secara bertahap nanti akan dilakukan perbaikan-perbaikan,” papar Rahman.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kabupaten Jember sempat dihadapkan pada kondisi sulit. Terutama pada masa transisi kepemimpinan daerah. Salah satu yang sempat viral adalah Jember menjadi kabupaten jeglongan sewu atau seribu lubang.

Banyaknya jalan rusak di Jember bahkan beberapa kali membawa korban jiwa, lantaran jatuh di jalan berlubang. Nah, sehari sebelum puasa, kemarin (12/4), sejumlah ruas jalan lubang akhirnya diperbaiki. “Sudah lama tidak ada pengaspalan jalan, rusaknya di mana-mana,” kata Fitria, warga Sumbersari.

Salah satu ruas jalan yang tersentuh perbaikan yakni di Jalan Mastrip, Kelurahan/Kecamatan Sumbersari. Selain itu, ada sembilan lokasi lain di sekitar kota Jember yang juga diperbaiki. Sepuluh ruas jalan itu dipilih dengan kondisi lubang jalan lubang mulai kedalaman tiga sentimeter.

Untuk hari pertama penambalan jalan berlubang ini, Dinas PU Bina Marga memprioritaskan di perkotaan terlebih dahulu. Selanjutnya, diteruskan di beberapa titik lain di kecamatan yang ada di Jember. “Penambalan jalan ini langkah awal sebelum nanti dilakukan perbaikan dan peningkatan jalan,” kata Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Jember Rahman Anda.

Kondisi jalan rusak di Jember, kata dia, sekitar 60 persen dengan klasifikasi rusak berat, sedang, dan ringan. “Secara bertahap nanti akan dilakukan perbaikan-perbaikan,” papar Rahman.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kabupaten Jember sempat dihadapkan pada kondisi sulit. Terutama pada masa transisi kepemimpinan daerah. Salah satu yang sempat viral adalah Jember menjadi kabupaten jeglongan sewu atau seribu lubang.

Banyaknya jalan rusak di Jember bahkan beberapa kali membawa korban jiwa, lantaran jatuh di jalan berlubang. Nah, sehari sebelum puasa, kemarin (12/4), sejumlah ruas jalan lubang akhirnya diperbaiki. “Sudah lama tidak ada pengaspalan jalan, rusaknya di mana-mana,” kata Fitria, warga Sumbersari.

Salah satu ruas jalan yang tersentuh perbaikan yakni di Jalan Mastrip, Kelurahan/Kecamatan Sumbersari. Selain itu, ada sembilan lokasi lain di sekitar kota Jember yang juga diperbaiki. Sepuluh ruas jalan itu dipilih dengan kondisi lubang jalan lubang mulai kedalaman tiga sentimeter.

Untuk hari pertama penambalan jalan berlubang ini, Dinas PU Bina Marga memprioritaskan di perkotaan terlebih dahulu. Selanjutnya, diteruskan di beberapa titik lain di kecamatan yang ada di Jember. “Penambalan jalan ini langkah awal sebelum nanti dilakukan perbaikan dan peningkatan jalan,” kata Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Jember Rahman Anda.

Kondisi jalan rusak di Jember, kata dia, sekitar 60 persen dengan klasifikasi rusak berat, sedang, dan ringan. “Secara bertahap nanti akan dilakukan perbaikan-perbaikan,” papar Rahman.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/