alexametrics
31.6 C
Jember
Wednesday, 25 May 2022

Silpa Tembus Rp 800 Miliar

Kabar Resmi, DPRD Tunggu LHP BPK

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Buruknya keterbukaan informasi publik (KIP) di Jember tahun 2020 lalu membuat banyak orang bertanya. Apakah anggaran sudah habis, sudah dimanfaatkan dengan baik, atau justru masih banyak tersisa. Sebab, sisa lebih penggunaan anggaran (Silpa) tahun 2020 itu nilainya dikabarkan sangat signifikan.

Ketua DPRD Jember M Itqon Syauqi mengatakan, pihaknya merasa perlu mengetahui berapa besar Silpa di tahun terakhir kepemimpinan Bupati Faida. Untuk mengetahui Silpa secara resmi, Itqon mengungkapkan, pihaknya masih menunggu laporan hasil pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Kabar yang diterima oleh Itqon, nilai anggaran yang tersisa dari Perkada APBD 2020 lebih besar dari tahun-tahun sebelumnya. “Kabar yang kami dengar, Silpa tahun 2020 sekitar Rp 800 miliar lebih,” ungkapnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Nilai Silpa yang mencapai Rp 800 miliar tersebut masih sebatas kabar dan belum resmi. Apabila hal itu benar, maka pengelolaan keuangan tahun lalu dapat dinilai lemah dan tidak maksimal. Bisa jadi, besarnya Silpa disebabkan oleh program yang tidak matang, atau karena terbentur dengan terbatasnya pemakaian anggaran karena menggunakan Perkada APBD bukan Perda APBD.

Di balik Silpa yang belum resmi nilainya itu, menurut Itqon, ada semangat eksekutif untuk memasukkan ke APBD 2021. “Semangat bupati, bagaimana Silpa anggaran tahun 2020 masuk ke dalam APBD 2021,” katanya.

Namun demikian, keinginan itu akan sulit, karena LHP BPK diperkirakan baru diberikan pada Mei mendatang. “Tidak mungkin masuk ke pembahasan APBD awal,” ucap Itqon. Nantinya, Silpa yang belum diketahui nilainya itu bisa masuk ke APBD 2021 pada saat APBD dilakukan perubahan. “Saat ini, dewan menunggu KUA PPAS yang belum selesai. Setelah itu, baru membahas Raperda APBD,” ucapnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Buruknya keterbukaan informasi publik (KIP) di Jember tahun 2020 lalu membuat banyak orang bertanya. Apakah anggaran sudah habis, sudah dimanfaatkan dengan baik, atau justru masih banyak tersisa. Sebab, sisa lebih penggunaan anggaran (Silpa) tahun 2020 itu nilainya dikabarkan sangat signifikan.

Ketua DPRD Jember M Itqon Syauqi mengatakan, pihaknya merasa perlu mengetahui berapa besar Silpa di tahun terakhir kepemimpinan Bupati Faida. Untuk mengetahui Silpa secara resmi, Itqon mengungkapkan, pihaknya masih menunggu laporan hasil pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Kabar yang diterima oleh Itqon, nilai anggaran yang tersisa dari Perkada APBD 2020 lebih besar dari tahun-tahun sebelumnya. “Kabar yang kami dengar, Silpa tahun 2020 sekitar Rp 800 miliar lebih,” ungkapnya.

Nilai Silpa yang mencapai Rp 800 miliar tersebut masih sebatas kabar dan belum resmi. Apabila hal itu benar, maka pengelolaan keuangan tahun lalu dapat dinilai lemah dan tidak maksimal. Bisa jadi, besarnya Silpa disebabkan oleh program yang tidak matang, atau karena terbentur dengan terbatasnya pemakaian anggaran karena menggunakan Perkada APBD bukan Perda APBD.

Di balik Silpa yang belum resmi nilainya itu, menurut Itqon, ada semangat eksekutif untuk memasukkan ke APBD 2021. “Semangat bupati, bagaimana Silpa anggaran tahun 2020 masuk ke dalam APBD 2021,” katanya.

Namun demikian, keinginan itu akan sulit, karena LHP BPK diperkirakan baru diberikan pada Mei mendatang. “Tidak mungkin masuk ke pembahasan APBD awal,” ucap Itqon. Nantinya, Silpa yang belum diketahui nilainya itu bisa masuk ke APBD 2021 pada saat APBD dilakukan perubahan. “Saat ini, dewan menunggu KUA PPAS yang belum selesai. Setelah itu, baru membahas Raperda APBD,” ucapnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Buruknya keterbukaan informasi publik (KIP) di Jember tahun 2020 lalu membuat banyak orang bertanya. Apakah anggaran sudah habis, sudah dimanfaatkan dengan baik, atau justru masih banyak tersisa. Sebab, sisa lebih penggunaan anggaran (Silpa) tahun 2020 itu nilainya dikabarkan sangat signifikan.

Ketua DPRD Jember M Itqon Syauqi mengatakan, pihaknya merasa perlu mengetahui berapa besar Silpa di tahun terakhir kepemimpinan Bupati Faida. Untuk mengetahui Silpa secara resmi, Itqon mengungkapkan, pihaknya masih menunggu laporan hasil pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Kabar yang diterima oleh Itqon, nilai anggaran yang tersisa dari Perkada APBD 2020 lebih besar dari tahun-tahun sebelumnya. “Kabar yang kami dengar, Silpa tahun 2020 sekitar Rp 800 miliar lebih,” ungkapnya.

Nilai Silpa yang mencapai Rp 800 miliar tersebut masih sebatas kabar dan belum resmi. Apabila hal itu benar, maka pengelolaan keuangan tahun lalu dapat dinilai lemah dan tidak maksimal. Bisa jadi, besarnya Silpa disebabkan oleh program yang tidak matang, atau karena terbentur dengan terbatasnya pemakaian anggaran karena menggunakan Perkada APBD bukan Perda APBD.

Di balik Silpa yang belum resmi nilainya itu, menurut Itqon, ada semangat eksekutif untuk memasukkan ke APBD 2021. “Semangat bupati, bagaimana Silpa anggaran tahun 2020 masuk ke dalam APBD 2021,” katanya.

Namun demikian, keinginan itu akan sulit, karena LHP BPK diperkirakan baru diberikan pada Mei mendatang. “Tidak mungkin masuk ke pembahasan APBD awal,” ucap Itqon. Nantinya, Silpa yang belum diketahui nilainya itu bisa masuk ke APBD 2021 pada saat APBD dilakukan perubahan. “Saat ini, dewan menunggu KUA PPAS yang belum selesai. Setelah itu, baru membahas Raperda APBD,” ucapnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/