alexametrics
23.3 C
Jember
Wednesday, 25 May 2022

Keberangkatan Haji Masih Buram

Kemenag Jatim: Hanya Pemerintah Saudi yang Tahu

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Calon jamaah haji (CJH) Indonesia yang rencananya berangkat tahun ini kembali harus mendapatkan cobaan. Pasalnya, hingga saat ini mereka belum memperoleh kejelasan jadi diberangkatkan atau tidak. Padahal, waktu pelaksanaan ibadah rukun Islam kelima itu sudah semakin dekat.

Sementara itu, persiapan dari pihak Kementerian Agama RI untuk mempersiapkan keberangkatan sudah dilaksanakan sedemikian rupa. Guna memenuhi persyaratan-persyaratan yang ditetapkan pihak tuan rumah.

Hal ini diungkapkan oleh Kasi Haji Kantor Kementerian Agama Jawa Timur Moh. Ersyad MHI. Menurut dia, sampai saat ini belum ada pemberitahuan resmi, baik dari Pemerintah Arab Saudi maupun dari Kemenag Pusat. “Tentu saja, alasan pokoknya yang tahu adalah Pemerintah Arab Saudi sendiri,” ujar Ersyad seusai acara Pengukuhan Pengurus DPD FK KBIHU Jember di Pendapa Wahya Wibawa Graha, beberapa waktu lalu.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dalam forum yang dihadiri oleh Pengurus FK KBIHU se-Tapal Kuda itu, yakni Kabupaten Jember, Banyuwangi, Situbondo, dan Bondowoso, Ersyad menambahkan, sebagai pelaksana kebijakan pusat, CJH asal Jawa Timur sudah melakukan berbagai langkah sebagai antisipasi jadwal keberangkatan yang mendadak. Pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan daerah-daerah untuk pengondisian CJH jika informasi keberangkatan datang.

Salah satu yang saat ini dikoordinasikan adalah teknis karantina, yang akan diberlakukan kepada seluruh calon jamaah untuk memastikan bebas dari risiko Covid-19. “Peran pemerintah kabupaten dan kota sangat kami harapkan, terutama berkaitan dengan karantina. Karena kapasitas ruangan yang ada di Embarkasi Haji Sukolilo sangat terbatas,” terangnya.

Kemenag Jawa Timur sudah melakukan penuntasan kebutuhan administrasi CJH yang direncanakan berangkat tahun ini. Selain vaksinasi Covid-19 yang sudah diberikan, Kemenag sebagai penyelenggara kegiatan haji sudah melakukan scan terhadap paspor setiap calon jamaah. Langkah itu dilakukan untuk mengantisipasi jika informasi keberangkatan tiba-tiba datang, sedangkan waktu sudah mepet. “Prinsipnya sebagai pelaksana regulasi, kami sudah menyiapkan diri dan siap memberangkatkan calon jamaah haji tahun 2021 sesuai dengan kuota yang diberikan,” tandasnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Calon jamaah haji (CJH) Indonesia yang rencananya berangkat tahun ini kembali harus mendapatkan cobaan. Pasalnya, hingga saat ini mereka belum memperoleh kejelasan jadi diberangkatkan atau tidak. Padahal, waktu pelaksanaan ibadah rukun Islam kelima itu sudah semakin dekat.

Sementara itu, persiapan dari pihak Kementerian Agama RI untuk mempersiapkan keberangkatan sudah dilaksanakan sedemikian rupa. Guna memenuhi persyaratan-persyaratan yang ditetapkan pihak tuan rumah.

Hal ini diungkapkan oleh Kasi Haji Kantor Kementerian Agama Jawa Timur Moh. Ersyad MHI. Menurut dia, sampai saat ini belum ada pemberitahuan resmi, baik dari Pemerintah Arab Saudi maupun dari Kemenag Pusat. “Tentu saja, alasan pokoknya yang tahu adalah Pemerintah Arab Saudi sendiri,” ujar Ersyad seusai acara Pengukuhan Pengurus DPD FK KBIHU Jember di Pendapa Wahya Wibawa Graha, beberapa waktu lalu.

Dalam forum yang dihadiri oleh Pengurus FK KBIHU se-Tapal Kuda itu, yakni Kabupaten Jember, Banyuwangi, Situbondo, dan Bondowoso, Ersyad menambahkan, sebagai pelaksana kebijakan pusat, CJH asal Jawa Timur sudah melakukan berbagai langkah sebagai antisipasi jadwal keberangkatan yang mendadak. Pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan daerah-daerah untuk pengondisian CJH jika informasi keberangkatan datang.

Salah satu yang saat ini dikoordinasikan adalah teknis karantina, yang akan diberlakukan kepada seluruh calon jamaah untuk memastikan bebas dari risiko Covid-19. “Peran pemerintah kabupaten dan kota sangat kami harapkan, terutama berkaitan dengan karantina. Karena kapasitas ruangan yang ada di Embarkasi Haji Sukolilo sangat terbatas,” terangnya.

Kemenag Jawa Timur sudah melakukan penuntasan kebutuhan administrasi CJH yang direncanakan berangkat tahun ini. Selain vaksinasi Covid-19 yang sudah diberikan, Kemenag sebagai penyelenggara kegiatan haji sudah melakukan scan terhadap paspor setiap calon jamaah. Langkah itu dilakukan untuk mengantisipasi jika informasi keberangkatan tiba-tiba datang, sedangkan waktu sudah mepet. “Prinsipnya sebagai pelaksana regulasi, kami sudah menyiapkan diri dan siap memberangkatkan calon jamaah haji tahun 2021 sesuai dengan kuota yang diberikan,” tandasnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Calon jamaah haji (CJH) Indonesia yang rencananya berangkat tahun ini kembali harus mendapatkan cobaan. Pasalnya, hingga saat ini mereka belum memperoleh kejelasan jadi diberangkatkan atau tidak. Padahal, waktu pelaksanaan ibadah rukun Islam kelima itu sudah semakin dekat.

Sementara itu, persiapan dari pihak Kementerian Agama RI untuk mempersiapkan keberangkatan sudah dilaksanakan sedemikian rupa. Guna memenuhi persyaratan-persyaratan yang ditetapkan pihak tuan rumah.

Hal ini diungkapkan oleh Kasi Haji Kantor Kementerian Agama Jawa Timur Moh. Ersyad MHI. Menurut dia, sampai saat ini belum ada pemberitahuan resmi, baik dari Pemerintah Arab Saudi maupun dari Kemenag Pusat. “Tentu saja, alasan pokoknya yang tahu adalah Pemerintah Arab Saudi sendiri,” ujar Ersyad seusai acara Pengukuhan Pengurus DPD FK KBIHU Jember di Pendapa Wahya Wibawa Graha, beberapa waktu lalu.

Dalam forum yang dihadiri oleh Pengurus FK KBIHU se-Tapal Kuda itu, yakni Kabupaten Jember, Banyuwangi, Situbondo, dan Bondowoso, Ersyad menambahkan, sebagai pelaksana kebijakan pusat, CJH asal Jawa Timur sudah melakukan berbagai langkah sebagai antisipasi jadwal keberangkatan yang mendadak. Pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan daerah-daerah untuk pengondisian CJH jika informasi keberangkatan datang.

Salah satu yang saat ini dikoordinasikan adalah teknis karantina, yang akan diberlakukan kepada seluruh calon jamaah untuk memastikan bebas dari risiko Covid-19. “Peran pemerintah kabupaten dan kota sangat kami harapkan, terutama berkaitan dengan karantina. Karena kapasitas ruangan yang ada di Embarkasi Haji Sukolilo sangat terbatas,” terangnya.

Kemenag Jawa Timur sudah melakukan penuntasan kebutuhan administrasi CJH yang direncanakan berangkat tahun ini. Selain vaksinasi Covid-19 yang sudah diberikan, Kemenag sebagai penyelenggara kegiatan haji sudah melakukan scan terhadap paspor setiap calon jamaah. Langkah itu dilakukan untuk mengantisipasi jika informasi keberangkatan tiba-tiba datang, sedangkan waktu sudah mepet. “Prinsipnya sebagai pelaksana regulasi, kami sudah menyiapkan diri dan siap memberangkatkan calon jamaah haji tahun 2021 sesuai dengan kuota yang diberikan,” tandasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/