alexametrics
24.4 C
Jember
Wednesday, 18 May 2022

Evaluasi Dua Perusahaan Pelat Merah

Buruh PDP Geruduk RDP di Komisi C

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Suasana menegangkan sempat terjadi di ruang Komisi C DPRD Jember, kemarin (11/2). Rapat dengar pendapat (RDP) yang akan dimulai antara anggota dewan, Perusahaan Daerah Perkebunan (PDP) Kahyangan dan PDAM Jember ini harus terhenti sementara. Sebab, digeruduk puluhan orang.

RDP di Komisi C ini untuk membahas permasalahan yang ada di PDP Kahyangan serta PDAM Jember. Dua perusahaan pelat merah di Jember. Selain itu, untuk mengetahui laporan tahunan tentang kondisi kedua Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) tersebut. Dalam rapat itu, beberapa pejabat PDP Kahyangan maupun PDAM tampak hadir.

Ketika rapat hendak dimulai, puluhan buruh PDP Kahyangan memprotes keras kehadiran Plt Direktur Utama (Dirut) PDP Kahyangan Arif Wicaksono. “Tanyakan legalitasnya. Kami tidak ingin PDP Kahyangan dipimpin orang bermasalah,” kata Dwi Agus Budiyanto, Koordinator Forum Komunikasi Pekerja Antar Kebun (FKPAK).

Mobile_AP_Rectangle 2

Kepada Jawa Pos Radar Jember, Dwi Agus menyebutkan, Plt Dirut PDP Kahyangan telah ditolak karena dinilai banyak masalah. Untuk itu, FKPAK meminta agar Arif juga tidak dianggap sebagai Plt dirut oleh anggota dewan. “Pengangkatan Plt ini tidak melalui proses yang benar. Kami minta agar dewan mempertanyakan legalitasnya,” ucap Agus.

Protes puluhan pegawai PDP Kahyangan ini pun dapat diredam setelah Ketua Komisi C David Handoko Seto meminta semua pihak tenang. RDP yang digelar terbuka untuk umum tersebut juga dapat diikuti oleh siapa saja. “Tolong tetap bersikap tenang,” kata David.

Dalam rapat itu, David selanjutnya menanyakan legalitas serta menyinggung sosok Arif yang diduga bermasalah saat bekerja di Kebun Blawan, Bondowoso. Namun demikian, Arif justru menyebut dirinya datang dengan kapasitas dewan pengawas (dewas). Dia juga tidak menanggapi dugaan miring terhadap dirinya. “Di sini, dewas hadir semua,” ucapnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Suasana menegangkan sempat terjadi di ruang Komisi C DPRD Jember, kemarin (11/2). Rapat dengar pendapat (RDP) yang akan dimulai antara anggota dewan, Perusahaan Daerah Perkebunan (PDP) Kahyangan dan PDAM Jember ini harus terhenti sementara. Sebab, digeruduk puluhan orang.

RDP di Komisi C ini untuk membahas permasalahan yang ada di PDP Kahyangan serta PDAM Jember. Dua perusahaan pelat merah di Jember. Selain itu, untuk mengetahui laporan tahunan tentang kondisi kedua Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) tersebut. Dalam rapat itu, beberapa pejabat PDP Kahyangan maupun PDAM tampak hadir.

Ketika rapat hendak dimulai, puluhan buruh PDP Kahyangan memprotes keras kehadiran Plt Direktur Utama (Dirut) PDP Kahyangan Arif Wicaksono. “Tanyakan legalitasnya. Kami tidak ingin PDP Kahyangan dipimpin orang bermasalah,” kata Dwi Agus Budiyanto, Koordinator Forum Komunikasi Pekerja Antar Kebun (FKPAK).

Kepada Jawa Pos Radar Jember, Dwi Agus menyebutkan, Plt Dirut PDP Kahyangan telah ditolak karena dinilai banyak masalah. Untuk itu, FKPAK meminta agar Arif juga tidak dianggap sebagai Plt dirut oleh anggota dewan. “Pengangkatan Plt ini tidak melalui proses yang benar. Kami minta agar dewan mempertanyakan legalitasnya,” ucap Agus.

Protes puluhan pegawai PDP Kahyangan ini pun dapat diredam setelah Ketua Komisi C David Handoko Seto meminta semua pihak tenang. RDP yang digelar terbuka untuk umum tersebut juga dapat diikuti oleh siapa saja. “Tolong tetap bersikap tenang,” kata David.

Dalam rapat itu, David selanjutnya menanyakan legalitas serta menyinggung sosok Arif yang diduga bermasalah saat bekerja di Kebun Blawan, Bondowoso. Namun demikian, Arif justru menyebut dirinya datang dengan kapasitas dewan pengawas (dewas). Dia juga tidak menanggapi dugaan miring terhadap dirinya. “Di sini, dewas hadir semua,” ucapnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Suasana menegangkan sempat terjadi di ruang Komisi C DPRD Jember, kemarin (11/2). Rapat dengar pendapat (RDP) yang akan dimulai antara anggota dewan, Perusahaan Daerah Perkebunan (PDP) Kahyangan dan PDAM Jember ini harus terhenti sementara. Sebab, digeruduk puluhan orang.

RDP di Komisi C ini untuk membahas permasalahan yang ada di PDP Kahyangan serta PDAM Jember. Dua perusahaan pelat merah di Jember. Selain itu, untuk mengetahui laporan tahunan tentang kondisi kedua Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) tersebut. Dalam rapat itu, beberapa pejabat PDP Kahyangan maupun PDAM tampak hadir.

Ketika rapat hendak dimulai, puluhan buruh PDP Kahyangan memprotes keras kehadiran Plt Direktur Utama (Dirut) PDP Kahyangan Arif Wicaksono. “Tanyakan legalitasnya. Kami tidak ingin PDP Kahyangan dipimpin orang bermasalah,” kata Dwi Agus Budiyanto, Koordinator Forum Komunikasi Pekerja Antar Kebun (FKPAK).

Kepada Jawa Pos Radar Jember, Dwi Agus menyebutkan, Plt Dirut PDP Kahyangan telah ditolak karena dinilai banyak masalah. Untuk itu, FKPAK meminta agar Arif juga tidak dianggap sebagai Plt dirut oleh anggota dewan. “Pengangkatan Plt ini tidak melalui proses yang benar. Kami minta agar dewan mempertanyakan legalitasnya,” ucap Agus.

Protes puluhan pegawai PDP Kahyangan ini pun dapat diredam setelah Ketua Komisi C David Handoko Seto meminta semua pihak tenang. RDP yang digelar terbuka untuk umum tersebut juga dapat diikuti oleh siapa saja. “Tolong tetap bersikap tenang,” kata David.

Dalam rapat itu, David selanjutnya menanyakan legalitas serta menyinggung sosok Arif yang diduga bermasalah saat bekerja di Kebun Blawan, Bondowoso. Namun demikian, Arif justru menyebut dirinya datang dengan kapasitas dewan pengawas (dewas). Dia juga tidak menanggapi dugaan miring terhadap dirinya. “Di sini, dewas hadir semua,” ucapnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/