alexametrics
24.3 C
Jember
Saturday, 24 September 2022

Kuatkan Lagi Mapel PPKN dan IPS  

Mobile_AP_Rectangle 1

KEPATIHAN, Radar Jember – Bupati Jember Hendy Siswanto membuka pelatihan komunitas belajar bagi guru PNS mata pelajaran (mapel) PPKN dan IPS, kemarin pagi (10/8), di SMPN 1 Jember. Menurutnya, mapel tersebut sangat penting bagi jiwa sosial anak.

BACA JUGA : Rawat Bunga dengan Metode Tanam yang Tepat

Bupati Hendy mengatakan, dari dulu banyak orang memandang sebelah mata mapel PPKN dan IPS. Padahal, tambahnya, itu adalah pelajaran penting bagi anak bangsa. “Itu pelajaran kunci, memahami bangsa, keberagaman, hingga sosial,” ucapnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Menurutnya, negara bisa menjadi baik ke depannya bergantung pada generasinya yang sekarang. Fondasinya harus kuat dengan mapel-mapel yang perlu digalakkan lagi di sekolah. Diberikannya pelatihan kepada guru-guru mapel tersebut diharapkan bisa meningkatkan kompetensi dalam mendidik siswanya.

PPKN dan IPS adalah mapel yang berhubungan dengan hubungan sosial. “Akan tidak ada gunanya sepintar apa pun siswa dan sehebat apa pun guru, jika tidak bisa menerapkan nilai-nilai sosial di tengah masyarakat. Sebab, sejatinya manusia adalah makhluk sosial,” terangnya.

Dia menyebutkan, guru-guru yang akan mengikuti pelatihan itu sebanyak 170 guru mapel PPKN dan IPS se-Jember. Kegiatan itu merupakan program Pemkab Jember untuk membekali guru agar lebih andal dan mampu mengimplementasikan ilmunya kepada siswa didik.

Dalam mapel PPKN, kata dia, siswa bisa mendapatkan nilai-nilai luhur dari pengamalan Pancasila. Sehingga rasa cinta tanah air bisa ditanamkan sejak dini di sekolah melalui mapel tersebut. Selain itu, menumbuhkan lagi rasa hormat kepada orang tua, guru, serta adab ke tetangga. “Termasuk peduli terhadap kesehatan lingkungan,” jelasnya.

Menurut Hendy, itulah mengapa dalam mapel PPKN siswa diharapkan tidak hanya sebatas pintar berdasarkan perolehan nilai ujian. Tetapi, guru memastikan murid bisa menerapkannya langsung. Dia menerangkan bahwa itu sama halnya dengan penerapan Kurikulum Merdeka Belajar. “Bukan bagus-bagusan nilai, tapi paham manfaatnya bagaimana,” tutur Bupati Hendy.

Dia juga meminta kepada guru-guru di sekolah agar membuat terobosan baru dengan program-program yang bisa diterapkan secara nyata. Sebab, tambahnya, peran guru adalah bisa merangkul siswanya. Salah satunya dengan memberikan pemahaman kepada anak didik tentang bagaimana menyikapi konten-konten yang beredar di media sosial.

Rupanya, sangat berkaitan pula dengan dua mapel yang menjadi pokok pelatihan tersebut. Hendy berpesan agar saat mendapatkan informasi dari sosial media, anak-anak sekolah tidak serta-merta menelan mentah. lalu ikut memviralkan tanpa mengetahui apakah itu baik atau buruk. Hendy meminta agar guru bisa mendidik siswanya untuk bisa memosisikan diri pada posisi orang lain sebelum melakukan perbuatan apa pun. (sil/c2/dwi)

- Advertisement -

KEPATIHAN, Radar Jember – Bupati Jember Hendy Siswanto membuka pelatihan komunitas belajar bagi guru PNS mata pelajaran (mapel) PPKN dan IPS, kemarin pagi (10/8), di SMPN 1 Jember. Menurutnya, mapel tersebut sangat penting bagi jiwa sosial anak.

BACA JUGA : Rawat Bunga dengan Metode Tanam yang Tepat

Bupati Hendy mengatakan, dari dulu banyak orang memandang sebelah mata mapel PPKN dan IPS. Padahal, tambahnya, itu adalah pelajaran penting bagi anak bangsa. “Itu pelajaran kunci, memahami bangsa, keberagaman, hingga sosial,” ucapnya.

Menurutnya, negara bisa menjadi baik ke depannya bergantung pada generasinya yang sekarang. Fondasinya harus kuat dengan mapel-mapel yang perlu digalakkan lagi di sekolah. Diberikannya pelatihan kepada guru-guru mapel tersebut diharapkan bisa meningkatkan kompetensi dalam mendidik siswanya.

PPKN dan IPS adalah mapel yang berhubungan dengan hubungan sosial. “Akan tidak ada gunanya sepintar apa pun siswa dan sehebat apa pun guru, jika tidak bisa menerapkan nilai-nilai sosial di tengah masyarakat. Sebab, sejatinya manusia adalah makhluk sosial,” terangnya.

Dia menyebutkan, guru-guru yang akan mengikuti pelatihan itu sebanyak 170 guru mapel PPKN dan IPS se-Jember. Kegiatan itu merupakan program Pemkab Jember untuk membekali guru agar lebih andal dan mampu mengimplementasikan ilmunya kepada siswa didik.

Dalam mapel PPKN, kata dia, siswa bisa mendapatkan nilai-nilai luhur dari pengamalan Pancasila. Sehingga rasa cinta tanah air bisa ditanamkan sejak dini di sekolah melalui mapel tersebut. Selain itu, menumbuhkan lagi rasa hormat kepada orang tua, guru, serta adab ke tetangga. “Termasuk peduli terhadap kesehatan lingkungan,” jelasnya.

Menurut Hendy, itulah mengapa dalam mapel PPKN siswa diharapkan tidak hanya sebatas pintar berdasarkan perolehan nilai ujian. Tetapi, guru memastikan murid bisa menerapkannya langsung. Dia menerangkan bahwa itu sama halnya dengan penerapan Kurikulum Merdeka Belajar. “Bukan bagus-bagusan nilai, tapi paham manfaatnya bagaimana,” tutur Bupati Hendy.

Dia juga meminta kepada guru-guru di sekolah agar membuat terobosan baru dengan program-program yang bisa diterapkan secara nyata. Sebab, tambahnya, peran guru adalah bisa merangkul siswanya. Salah satunya dengan memberikan pemahaman kepada anak didik tentang bagaimana menyikapi konten-konten yang beredar di media sosial.

Rupanya, sangat berkaitan pula dengan dua mapel yang menjadi pokok pelatihan tersebut. Hendy berpesan agar saat mendapatkan informasi dari sosial media, anak-anak sekolah tidak serta-merta menelan mentah. lalu ikut memviralkan tanpa mengetahui apakah itu baik atau buruk. Hendy meminta agar guru bisa mendidik siswanya untuk bisa memosisikan diri pada posisi orang lain sebelum melakukan perbuatan apa pun. (sil/c2/dwi)

KEPATIHAN, Radar Jember – Bupati Jember Hendy Siswanto membuka pelatihan komunitas belajar bagi guru PNS mata pelajaran (mapel) PPKN dan IPS, kemarin pagi (10/8), di SMPN 1 Jember. Menurutnya, mapel tersebut sangat penting bagi jiwa sosial anak.

BACA JUGA : Rawat Bunga dengan Metode Tanam yang Tepat

Bupati Hendy mengatakan, dari dulu banyak orang memandang sebelah mata mapel PPKN dan IPS. Padahal, tambahnya, itu adalah pelajaran penting bagi anak bangsa. “Itu pelajaran kunci, memahami bangsa, keberagaman, hingga sosial,” ucapnya.

Menurutnya, negara bisa menjadi baik ke depannya bergantung pada generasinya yang sekarang. Fondasinya harus kuat dengan mapel-mapel yang perlu digalakkan lagi di sekolah. Diberikannya pelatihan kepada guru-guru mapel tersebut diharapkan bisa meningkatkan kompetensi dalam mendidik siswanya.

PPKN dan IPS adalah mapel yang berhubungan dengan hubungan sosial. “Akan tidak ada gunanya sepintar apa pun siswa dan sehebat apa pun guru, jika tidak bisa menerapkan nilai-nilai sosial di tengah masyarakat. Sebab, sejatinya manusia adalah makhluk sosial,” terangnya.

Dia menyebutkan, guru-guru yang akan mengikuti pelatihan itu sebanyak 170 guru mapel PPKN dan IPS se-Jember. Kegiatan itu merupakan program Pemkab Jember untuk membekali guru agar lebih andal dan mampu mengimplementasikan ilmunya kepada siswa didik.

Dalam mapel PPKN, kata dia, siswa bisa mendapatkan nilai-nilai luhur dari pengamalan Pancasila. Sehingga rasa cinta tanah air bisa ditanamkan sejak dini di sekolah melalui mapel tersebut. Selain itu, menumbuhkan lagi rasa hormat kepada orang tua, guru, serta adab ke tetangga. “Termasuk peduli terhadap kesehatan lingkungan,” jelasnya.

Menurut Hendy, itulah mengapa dalam mapel PPKN siswa diharapkan tidak hanya sebatas pintar berdasarkan perolehan nilai ujian. Tetapi, guru memastikan murid bisa menerapkannya langsung. Dia menerangkan bahwa itu sama halnya dengan penerapan Kurikulum Merdeka Belajar. “Bukan bagus-bagusan nilai, tapi paham manfaatnya bagaimana,” tutur Bupati Hendy.

Dia juga meminta kepada guru-guru di sekolah agar membuat terobosan baru dengan program-program yang bisa diterapkan secara nyata. Sebab, tambahnya, peran guru adalah bisa merangkul siswanya. Salah satunya dengan memberikan pemahaman kepada anak didik tentang bagaimana menyikapi konten-konten yang beredar di media sosial.

Rupanya, sangat berkaitan pula dengan dua mapel yang menjadi pokok pelatihan tersebut. Hendy berpesan agar saat mendapatkan informasi dari sosial media, anak-anak sekolah tidak serta-merta menelan mentah. lalu ikut memviralkan tanpa mengetahui apakah itu baik atau buruk. Hendy meminta agar guru bisa mendidik siswanya untuk bisa memosisikan diri pada posisi orang lain sebelum melakukan perbuatan apa pun. (sil/c2/dwi)

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/