alexametrics
29.6 C
Jember
Saturday, 20 August 2022

Kembangkan UMKM dan Koperasi lewat Kolaborasi J-Kopi

Mobile_AP_Rectangle 1

SUMBERSARI, Radar Jember – Perilisan aplikasi Jember Kota Pintar (J-Kopi) pada 1 Juni lalu oleh Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Jember disambut baik oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).  Bahkan, aplikasi tersebut bisa jadi jembatan antara produsen dengan konsumen.

Pelaku usaha di bidang suvenir, Inez, dengan nama lapak Inez Gallery, mengatakan, adanya campur tangan pemerintah untuk memajukan UMKM itu sangat penting. Banyak pelaku UMKM mampu produksi, tapi sulit memasarkan. Hal itu karena produk mereka tidak begitu dikenal oleh masyarakat luas. Artinya, kata dia, hanya dikenal di lingkungan tempat tinggal mereka. Padahal, kata dia, untuk memaksimalkan potensi UMKM juga perlu perluasan pasar.

Inez sendiri merasakan betul bagaimana Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Diskopum) Jember mampu memberikan wawasan dan pendampingan. Bahkan, membentuk kelembagaan kelompok, sehingga UMKM semakin kuat dan berdaya.  Selain itu, dari pengalamannya saat pandemi, mampu semakin luas pasarnya juga karena pemerintah yang membantu promosi untuk produksi masker. “Jadi, nama usaha saya dipasarkan. Pemesannya pada waktu itu sampai dari luar provinsi,” ungkapnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sementara itu, Bupati Jember Hendy Siswanto menyebut bahwa aplikasi J-Kopi yang dimiliki Diskominfo sebagai rumah, di dalamnya terdapat berbagai macam aplikasi yang dirangkai menjadi satu. “Bermacam-macam pelayanan untuk masyarakat,” ucapnya seusai me-launching J-Kopi di Kantor Diskominfo pada awal Juni kemarin.

Salah satu menu yang bisa dipilih di dalamnya, kata dia, ialah e-katalog. Selain itu, disediakan berbagai macam jualan dari UMKM Jember. Karena di dalamnya memang terdapat berbagai aplikasi milik semua OPD.

- Advertisement -

SUMBERSARI, Radar Jember – Perilisan aplikasi Jember Kota Pintar (J-Kopi) pada 1 Juni lalu oleh Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Jember disambut baik oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).  Bahkan, aplikasi tersebut bisa jadi jembatan antara produsen dengan konsumen.

Pelaku usaha di bidang suvenir, Inez, dengan nama lapak Inez Gallery, mengatakan, adanya campur tangan pemerintah untuk memajukan UMKM itu sangat penting. Banyak pelaku UMKM mampu produksi, tapi sulit memasarkan. Hal itu karena produk mereka tidak begitu dikenal oleh masyarakat luas. Artinya, kata dia, hanya dikenal di lingkungan tempat tinggal mereka. Padahal, kata dia, untuk memaksimalkan potensi UMKM juga perlu perluasan pasar.

Inez sendiri merasakan betul bagaimana Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Diskopum) Jember mampu memberikan wawasan dan pendampingan. Bahkan, membentuk kelembagaan kelompok, sehingga UMKM semakin kuat dan berdaya.  Selain itu, dari pengalamannya saat pandemi, mampu semakin luas pasarnya juga karena pemerintah yang membantu promosi untuk produksi masker. “Jadi, nama usaha saya dipasarkan. Pemesannya pada waktu itu sampai dari luar provinsi,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Jember Hendy Siswanto menyebut bahwa aplikasi J-Kopi yang dimiliki Diskominfo sebagai rumah, di dalamnya terdapat berbagai macam aplikasi yang dirangkai menjadi satu. “Bermacam-macam pelayanan untuk masyarakat,” ucapnya seusai me-launching J-Kopi di Kantor Diskominfo pada awal Juni kemarin.

Salah satu menu yang bisa dipilih di dalamnya, kata dia, ialah e-katalog. Selain itu, disediakan berbagai macam jualan dari UMKM Jember. Karena di dalamnya memang terdapat berbagai aplikasi milik semua OPD.

SUMBERSARI, Radar Jember – Perilisan aplikasi Jember Kota Pintar (J-Kopi) pada 1 Juni lalu oleh Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Jember disambut baik oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).  Bahkan, aplikasi tersebut bisa jadi jembatan antara produsen dengan konsumen.

Pelaku usaha di bidang suvenir, Inez, dengan nama lapak Inez Gallery, mengatakan, adanya campur tangan pemerintah untuk memajukan UMKM itu sangat penting. Banyak pelaku UMKM mampu produksi, tapi sulit memasarkan. Hal itu karena produk mereka tidak begitu dikenal oleh masyarakat luas. Artinya, kata dia, hanya dikenal di lingkungan tempat tinggal mereka. Padahal, kata dia, untuk memaksimalkan potensi UMKM juga perlu perluasan pasar.

Inez sendiri merasakan betul bagaimana Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Diskopum) Jember mampu memberikan wawasan dan pendampingan. Bahkan, membentuk kelembagaan kelompok, sehingga UMKM semakin kuat dan berdaya.  Selain itu, dari pengalamannya saat pandemi, mampu semakin luas pasarnya juga karena pemerintah yang membantu promosi untuk produksi masker. “Jadi, nama usaha saya dipasarkan. Pemesannya pada waktu itu sampai dari luar provinsi,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Jember Hendy Siswanto menyebut bahwa aplikasi J-Kopi yang dimiliki Diskominfo sebagai rumah, di dalamnya terdapat berbagai macam aplikasi yang dirangkai menjadi satu. “Bermacam-macam pelayanan untuk masyarakat,” ucapnya seusai me-launching J-Kopi di Kantor Diskominfo pada awal Juni kemarin.

Salah satu menu yang bisa dipilih di dalamnya, kata dia, ialah e-katalog. Selain itu, disediakan berbagai macam jualan dari UMKM Jember. Karena di dalamnya memang terdapat berbagai aplikasi milik semua OPD.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/