alexametrics
23 C
Jember
Sunday, 29 May 2022

Bupati Tegaskan H-7 THR Wajib Dibayar

Dicicil atau Ditangguhkan Dilarang Keras

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Hari ini, puasa Ramadan tahun 2022 tengah dilangsungkan. Semakin ke belakang, semakin dekat dengan Lebaran. Sebelum sampai pada Idul Fitri, ada kewajiban bagi seluruh perusahaan untuk mencairkan tunjangan hari raya (THR).

Baca Juga : Nekat Cicil THR, Sanksi Menunggu Perusahaan!

Pemberian THR kepada pekerja atau buruh sudah diatur dalam Undang-Undang Ketenagakerjaan. Tidak seperti tunjangan lainnya yang bersifat tidak wajib, THR merupakan bagian dari kebijakan pemerintah yang sifatnya wajib. Itu artinya, setiap perusahaan tidak bisa mengelak dari kewajiban membayar THR karena menjadi hak bagi karyawan.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Diharapkan bagi perusahaan yang membayar THR untuk lebih awal sebelum jatuh tempo. Meski begitu, kami juga mengikuti arahan dari pemerintah pusat,” ungkap Bupati Hendy Siswanto kepada Jawa Pos Radar Jember seusai acara Wes Wayahe Jember Berbagi di Desa Kasiyan, Kecamatan Puger, Sabtu (9/4).

Pemberian THR  bagi pekerja ataupun buruh merupakan tradisi dan sebagai salah satu upaya untuk memenuhi kebutuhan keluarganya selama setahun sekali. Kebijakan ini untuk meningkatkan aspek kesejahteraan dan perlindungan bagi para pekerja.

Sesuai dengan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) Nomor 6 Tahun 2016 tentang THR Keagamaan bagi Pekerja atau Buruh di Perusahaan, THR Keagamaan merupakan pendapatan nonupah yang wajib dibayarkan oleh pengusaha kepada pekerja ataupun buruh menjelang hari raya keagamaan.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Hari ini, puasa Ramadan tahun 2022 tengah dilangsungkan. Semakin ke belakang, semakin dekat dengan Lebaran. Sebelum sampai pada Idul Fitri, ada kewajiban bagi seluruh perusahaan untuk mencairkan tunjangan hari raya (THR).

Baca Juga : Nekat Cicil THR, Sanksi Menunggu Perusahaan!

Pemberian THR kepada pekerja atau buruh sudah diatur dalam Undang-Undang Ketenagakerjaan. Tidak seperti tunjangan lainnya yang bersifat tidak wajib, THR merupakan bagian dari kebijakan pemerintah yang sifatnya wajib. Itu artinya, setiap perusahaan tidak bisa mengelak dari kewajiban membayar THR karena menjadi hak bagi karyawan.

“Diharapkan bagi perusahaan yang membayar THR untuk lebih awal sebelum jatuh tempo. Meski begitu, kami juga mengikuti arahan dari pemerintah pusat,” ungkap Bupati Hendy Siswanto kepada Jawa Pos Radar Jember seusai acara Wes Wayahe Jember Berbagi di Desa Kasiyan, Kecamatan Puger, Sabtu (9/4).

Pemberian THR  bagi pekerja ataupun buruh merupakan tradisi dan sebagai salah satu upaya untuk memenuhi kebutuhan keluarganya selama setahun sekali. Kebijakan ini untuk meningkatkan aspek kesejahteraan dan perlindungan bagi para pekerja.

Sesuai dengan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) Nomor 6 Tahun 2016 tentang THR Keagamaan bagi Pekerja atau Buruh di Perusahaan, THR Keagamaan merupakan pendapatan nonupah yang wajib dibayarkan oleh pengusaha kepada pekerja ataupun buruh menjelang hari raya keagamaan.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Hari ini, puasa Ramadan tahun 2022 tengah dilangsungkan. Semakin ke belakang, semakin dekat dengan Lebaran. Sebelum sampai pada Idul Fitri, ada kewajiban bagi seluruh perusahaan untuk mencairkan tunjangan hari raya (THR).

Baca Juga : Nekat Cicil THR, Sanksi Menunggu Perusahaan!

Pemberian THR kepada pekerja atau buruh sudah diatur dalam Undang-Undang Ketenagakerjaan. Tidak seperti tunjangan lainnya yang bersifat tidak wajib, THR merupakan bagian dari kebijakan pemerintah yang sifatnya wajib. Itu artinya, setiap perusahaan tidak bisa mengelak dari kewajiban membayar THR karena menjadi hak bagi karyawan.

“Diharapkan bagi perusahaan yang membayar THR untuk lebih awal sebelum jatuh tempo. Meski begitu, kami juga mengikuti arahan dari pemerintah pusat,” ungkap Bupati Hendy Siswanto kepada Jawa Pos Radar Jember seusai acara Wes Wayahe Jember Berbagi di Desa Kasiyan, Kecamatan Puger, Sabtu (9/4).

Pemberian THR  bagi pekerja ataupun buruh merupakan tradisi dan sebagai salah satu upaya untuk memenuhi kebutuhan keluarganya selama setahun sekali. Kebijakan ini untuk meningkatkan aspek kesejahteraan dan perlindungan bagi para pekerja.

Sesuai dengan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) Nomor 6 Tahun 2016 tentang THR Keagamaan bagi Pekerja atau Buruh di Perusahaan, THR Keagamaan merupakan pendapatan nonupah yang wajib dibayarkan oleh pengusaha kepada pekerja ataupun buruh menjelang hari raya keagamaan.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/