alexametrics
23.4 C
Jember
Sunday, 29 May 2022

Buang Budaya Borong Pupuk

Terungkap Dalam Sidak Bupati Hendy

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Seiring banyaknya keluhan dan masukan dari petani perihal pupuk, Bupati Jember Hendy Siswanto melakukan inspeksi mendadak (sidak) untuk memastikan ketersediaan dan distribusi pupuk bersubsidi, kemarin (10/3). Dalam kesempatan itu terungkap, adanya budaya petani yang memborong pupuk sehingga menyebabkan stok pupuk bersubsidi tidak tersedia di akhir tahun.

Sidak yang dilakukan Bupati Hendy menyasar sejumlah kios dan distributor. Salah satu gudang Pupuk yang didatangi adalah Petrokimia Jember yang berlokasi di Kecamatan Rambipuji. Di lokasi ini lah, informasi penting naik ke permukaan yakni adanya permasalahan antara petani dan kios penyedia pupuk bersubsidi.

Masalah petani dan kios yang sudah lama terjadi yaitu kecenderungan petani untuk mengambil jatah pupuk mereka secara langsung. Di mana, jatah pupuk untuk tiga kali masa tanam diambil sekaligus alias diborong. Alasannya untuk masa tanam pertama, kedua, dan ketiga, tetapi yang terjadi justru habis lebih awal. Budaya memborong pupuk oleh petani inilah yang harus dikontrol agar kuota tetap terdistribusi sesuai masa tanam.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Memang mereka punya hak, tapi kita tidak disarankan seperti itu, sebab nanti jatah masa tanam kedua dan ketiga, bisa habis. (akibatnya, Red) mereka beralih ke non subsidi yang harganya mahal,” jelas Hendy, kepada sejumlah awak media di lokasi sidak.

Budaya buruk ini yang menjadi penyebab pupuk subsidi habis di awal, juga diperparah oleh kios pupuk yang tidak membatasi pengambilan jata pupuk per masa tanam. Padahal, petani dan kios selayaknya tertib dan disiplin ketika menjual dan membeli pupuk. “Kami akan ajak diskusi temen-temen Gapoktan karena memang ada keterbatasan, harus disiplin. Kalau itu dilakukan bersama, musim tanam pertama dua dan tiga, insya Allah flat, bagus,” jelas Hendy.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Seiring banyaknya keluhan dan masukan dari petani perihal pupuk, Bupati Jember Hendy Siswanto melakukan inspeksi mendadak (sidak) untuk memastikan ketersediaan dan distribusi pupuk bersubsidi, kemarin (10/3). Dalam kesempatan itu terungkap, adanya budaya petani yang memborong pupuk sehingga menyebabkan stok pupuk bersubsidi tidak tersedia di akhir tahun.

Sidak yang dilakukan Bupati Hendy menyasar sejumlah kios dan distributor. Salah satu gudang Pupuk yang didatangi adalah Petrokimia Jember yang berlokasi di Kecamatan Rambipuji. Di lokasi ini lah, informasi penting naik ke permukaan yakni adanya permasalahan antara petani dan kios penyedia pupuk bersubsidi.

Masalah petani dan kios yang sudah lama terjadi yaitu kecenderungan petani untuk mengambil jatah pupuk mereka secara langsung. Di mana, jatah pupuk untuk tiga kali masa tanam diambil sekaligus alias diborong. Alasannya untuk masa tanam pertama, kedua, dan ketiga, tetapi yang terjadi justru habis lebih awal. Budaya memborong pupuk oleh petani inilah yang harus dikontrol agar kuota tetap terdistribusi sesuai masa tanam.

“Memang mereka punya hak, tapi kita tidak disarankan seperti itu, sebab nanti jatah masa tanam kedua dan ketiga, bisa habis. (akibatnya, Red) mereka beralih ke non subsidi yang harganya mahal,” jelas Hendy, kepada sejumlah awak media di lokasi sidak.

Budaya buruk ini yang menjadi penyebab pupuk subsidi habis di awal, juga diperparah oleh kios pupuk yang tidak membatasi pengambilan jata pupuk per masa tanam. Padahal, petani dan kios selayaknya tertib dan disiplin ketika menjual dan membeli pupuk. “Kami akan ajak diskusi temen-temen Gapoktan karena memang ada keterbatasan, harus disiplin. Kalau itu dilakukan bersama, musim tanam pertama dua dan tiga, insya Allah flat, bagus,” jelas Hendy.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Seiring banyaknya keluhan dan masukan dari petani perihal pupuk, Bupati Jember Hendy Siswanto melakukan inspeksi mendadak (sidak) untuk memastikan ketersediaan dan distribusi pupuk bersubsidi, kemarin (10/3). Dalam kesempatan itu terungkap, adanya budaya petani yang memborong pupuk sehingga menyebabkan stok pupuk bersubsidi tidak tersedia di akhir tahun.

Sidak yang dilakukan Bupati Hendy menyasar sejumlah kios dan distributor. Salah satu gudang Pupuk yang didatangi adalah Petrokimia Jember yang berlokasi di Kecamatan Rambipuji. Di lokasi ini lah, informasi penting naik ke permukaan yakni adanya permasalahan antara petani dan kios penyedia pupuk bersubsidi.

Masalah petani dan kios yang sudah lama terjadi yaitu kecenderungan petani untuk mengambil jatah pupuk mereka secara langsung. Di mana, jatah pupuk untuk tiga kali masa tanam diambil sekaligus alias diborong. Alasannya untuk masa tanam pertama, kedua, dan ketiga, tetapi yang terjadi justru habis lebih awal. Budaya memborong pupuk oleh petani inilah yang harus dikontrol agar kuota tetap terdistribusi sesuai masa tanam.

“Memang mereka punya hak, tapi kita tidak disarankan seperti itu, sebab nanti jatah masa tanam kedua dan ketiga, bisa habis. (akibatnya, Red) mereka beralih ke non subsidi yang harganya mahal,” jelas Hendy, kepada sejumlah awak media di lokasi sidak.

Budaya buruk ini yang menjadi penyebab pupuk subsidi habis di awal, juga diperparah oleh kios pupuk yang tidak membatasi pengambilan jata pupuk per masa tanam. Padahal, petani dan kios selayaknya tertib dan disiplin ketika menjual dan membeli pupuk. “Kami akan ajak diskusi temen-temen Gapoktan karena memang ada keterbatasan, harus disiplin. Kalau itu dilakukan bersama, musim tanam pertama dua dan tiga, insya Allah flat, bagus,” jelas Hendy.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/