alexametrics
24.3 C
Jember
Sunday, 22 May 2022

DPRD Jember Minta Para Seniman Lebih Diperhatikan

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Meski tak banyak disoroti selama pandemi, bidang kesenian dan kebudayaan ternyata mengalami dampak yang sangat signifikan. Para seniman harus menjual karyanya di tepi jalan agar dilirik masyarakat. Sebab, selama pagebluk, mereka tak mendapatkan panggung dan wadah yang dapat menampung kreasi mereka.

Anggota Komisi B DPRD Jember Danang Kurniawan mengatakan, jika pelaku seni tersebut tidak diperhatikan, maka kesenian dan budaya di Jember bisa punah. Sebab tak akan mungkin mereka terus-menerus memamerkan karyanya dengan usaha pribadi. Yakni dipasarkan di pinggir jalan.

Dia pun meminta, Pemkab Jember memberi wadah khusus bagi mereka sebagai bentuk dukungan dan apresiasi. Ini agar para seniman terus semangat melestarikan budaya yang ada.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Kemarin sempat ada pergelaran seni di daerah Talangsari. Mereka mengaku kesulitan mendapat izin untuk menggunakan tempat, sehingga terpaksa harus beroperasi di pinggir jalan. Dan itu mengganggu lalu lintas,” ungkap Danang, dalam rapat dengar pendapat (RDP) di gedung DPRD, belum lama ini.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Meski tak banyak disoroti selama pandemi, bidang kesenian dan kebudayaan ternyata mengalami dampak yang sangat signifikan. Para seniman harus menjual karyanya di tepi jalan agar dilirik masyarakat. Sebab, selama pagebluk, mereka tak mendapatkan panggung dan wadah yang dapat menampung kreasi mereka.

Anggota Komisi B DPRD Jember Danang Kurniawan mengatakan, jika pelaku seni tersebut tidak diperhatikan, maka kesenian dan budaya di Jember bisa punah. Sebab tak akan mungkin mereka terus-menerus memamerkan karyanya dengan usaha pribadi. Yakni dipasarkan di pinggir jalan.

Dia pun meminta, Pemkab Jember memberi wadah khusus bagi mereka sebagai bentuk dukungan dan apresiasi. Ini agar para seniman terus semangat melestarikan budaya yang ada.

“Kemarin sempat ada pergelaran seni di daerah Talangsari. Mereka mengaku kesulitan mendapat izin untuk menggunakan tempat, sehingga terpaksa harus beroperasi di pinggir jalan. Dan itu mengganggu lalu lintas,” ungkap Danang, dalam rapat dengar pendapat (RDP) di gedung DPRD, belum lama ini.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Meski tak banyak disoroti selama pandemi, bidang kesenian dan kebudayaan ternyata mengalami dampak yang sangat signifikan. Para seniman harus menjual karyanya di tepi jalan agar dilirik masyarakat. Sebab, selama pagebluk, mereka tak mendapatkan panggung dan wadah yang dapat menampung kreasi mereka.

Anggota Komisi B DPRD Jember Danang Kurniawan mengatakan, jika pelaku seni tersebut tidak diperhatikan, maka kesenian dan budaya di Jember bisa punah. Sebab tak akan mungkin mereka terus-menerus memamerkan karyanya dengan usaha pribadi. Yakni dipasarkan di pinggir jalan.

Dia pun meminta, Pemkab Jember memberi wadah khusus bagi mereka sebagai bentuk dukungan dan apresiasi. Ini agar para seniman terus semangat melestarikan budaya yang ada.

“Kemarin sempat ada pergelaran seni di daerah Talangsari. Mereka mengaku kesulitan mendapat izin untuk menggunakan tempat, sehingga terpaksa harus beroperasi di pinggir jalan. Dan itu mengganggu lalu lintas,” ungkap Danang, dalam rapat dengar pendapat (RDP) di gedung DPRD, belum lama ini.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/