alexametrics
23 C
Jember
Friday, 20 May 2022

Diklaim Efektif Tekan Angka Positif

PPKM Mikro di Jember Diperpanjang

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID Pemerintah memperpanjang masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berskala mikro hingga 22 Maret mendatang. Hal itu tertuang dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 5 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro dan Mengoptimalkan Posko Penanganan Covid-19 dan Kelurahan untuk Pengendalian Penyebaran Covid-19. Lalu, bagaimana penerapannya di Kabupaten Jember?

Seusai melaksanakan evaluasi PPKM mikro di Kabupaten Jember, Wakil Bupati Jember Gus Firjaun menerangkan bahwa mulai ada penurunan kasus Covid-19 sejak sepekan lalu. “Sebelum masa PPKM pada 16 Januari hingga 10 Februari, total kematian terkonfirmasi ada 100 orang,” katanya kepada Jawa Pos Radar Jember.

Kemudian, selama masa PPKM pada 11 Februari sampai 8 Maret, lanjut dia, terkonfirmasi ada sebanyak 56 orang yang meninggal lantaran positif Covid-19. “Artinya, turun sebanyak 44 persen. Kesimpulannya, jumlah kematian selama masa PPKM 26 hari terakhir lebih rendah daripada 26 hari sebelum masa PPKM,” paparnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dia menambahkan, selama masa PPKM juga terjadi penurunan pada jumlah kasus Covid-19. “Awalnya, jumlah kasus Covid-19 yang dirawat sebanyak 290 pasien,” ujarnya. Tercatat pada 8 Maret, jumlah kasus Covid-19 yang dirawat sejumlah 70 pasien.

Lalu, apakah penerapannya sudah dinilai maksimal? Mengingat, masyarakat desa sangat sulit menerapkan protokol kesehatan. Terbukti, masih banyak yang enggan menggunakan masker, tak jaga jarak, bahkan sedikit yang percaya bahwa Covid-19 itu ada.

Menurut Gus Firjaun, saat ini posko-posko di setiap desa di Kabupaten Jember sudah didirikan. Para petugas nantinya bakal terus melakukan monitoring terhadap penerapan protokol kesehatan. Hingga akhir Februari lalu, tercatat 248 posko telah terbentuk di 248 desa dan kelurahan.

Sayangnya, perincian penerapan PPKM mikro di desa tidak serinci di tiga kecamatan kota, sedangkan kecamatan lain hanya sebatas posko yang berdiri di kantor desa. Berdasarkan data, ada sebanyak 1.664 RT di tiga kecamatan kota. Sejumlah 1.631 RT masuk ke dalam zona hijau, sedangkan 33 RT tercatat sebagai zona kuning.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID Pemerintah memperpanjang masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berskala mikro hingga 22 Maret mendatang. Hal itu tertuang dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 5 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro dan Mengoptimalkan Posko Penanganan Covid-19 dan Kelurahan untuk Pengendalian Penyebaran Covid-19. Lalu, bagaimana penerapannya di Kabupaten Jember?

Seusai melaksanakan evaluasi PPKM mikro di Kabupaten Jember, Wakil Bupati Jember Gus Firjaun menerangkan bahwa mulai ada penurunan kasus Covid-19 sejak sepekan lalu. “Sebelum masa PPKM pada 16 Januari hingga 10 Februari, total kematian terkonfirmasi ada 100 orang,” katanya kepada Jawa Pos Radar Jember.

Kemudian, selama masa PPKM pada 11 Februari sampai 8 Maret, lanjut dia, terkonfirmasi ada sebanyak 56 orang yang meninggal lantaran positif Covid-19. “Artinya, turun sebanyak 44 persen. Kesimpulannya, jumlah kematian selama masa PPKM 26 hari terakhir lebih rendah daripada 26 hari sebelum masa PPKM,” paparnya.

Dia menambahkan, selama masa PPKM juga terjadi penurunan pada jumlah kasus Covid-19. “Awalnya, jumlah kasus Covid-19 yang dirawat sebanyak 290 pasien,” ujarnya. Tercatat pada 8 Maret, jumlah kasus Covid-19 yang dirawat sejumlah 70 pasien.

Lalu, apakah penerapannya sudah dinilai maksimal? Mengingat, masyarakat desa sangat sulit menerapkan protokol kesehatan. Terbukti, masih banyak yang enggan menggunakan masker, tak jaga jarak, bahkan sedikit yang percaya bahwa Covid-19 itu ada.

Menurut Gus Firjaun, saat ini posko-posko di setiap desa di Kabupaten Jember sudah didirikan. Para petugas nantinya bakal terus melakukan monitoring terhadap penerapan protokol kesehatan. Hingga akhir Februari lalu, tercatat 248 posko telah terbentuk di 248 desa dan kelurahan.

Sayangnya, perincian penerapan PPKM mikro di desa tidak serinci di tiga kecamatan kota, sedangkan kecamatan lain hanya sebatas posko yang berdiri di kantor desa. Berdasarkan data, ada sebanyak 1.664 RT di tiga kecamatan kota. Sejumlah 1.631 RT masuk ke dalam zona hijau, sedangkan 33 RT tercatat sebagai zona kuning.

JEMBER, RADARJEMBER.ID Pemerintah memperpanjang masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berskala mikro hingga 22 Maret mendatang. Hal itu tertuang dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 5 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro dan Mengoptimalkan Posko Penanganan Covid-19 dan Kelurahan untuk Pengendalian Penyebaran Covid-19. Lalu, bagaimana penerapannya di Kabupaten Jember?

Seusai melaksanakan evaluasi PPKM mikro di Kabupaten Jember, Wakil Bupati Jember Gus Firjaun menerangkan bahwa mulai ada penurunan kasus Covid-19 sejak sepekan lalu. “Sebelum masa PPKM pada 16 Januari hingga 10 Februari, total kematian terkonfirmasi ada 100 orang,” katanya kepada Jawa Pos Radar Jember.

Kemudian, selama masa PPKM pada 11 Februari sampai 8 Maret, lanjut dia, terkonfirmasi ada sebanyak 56 orang yang meninggal lantaran positif Covid-19. “Artinya, turun sebanyak 44 persen. Kesimpulannya, jumlah kematian selama masa PPKM 26 hari terakhir lebih rendah daripada 26 hari sebelum masa PPKM,” paparnya.

Dia menambahkan, selama masa PPKM juga terjadi penurunan pada jumlah kasus Covid-19. “Awalnya, jumlah kasus Covid-19 yang dirawat sebanyak 290 pasien,” ujarnya. Tercatat pada 8 Maret, jumlah kasus Covid-19 yang dirawat sejumlah 70 pasien.

Lalu, apakah penerapannya sudah dinilai maksimal? Mengingat, masyarakat desa sangat sulit menerapkan protokol kesehatan. Terbukti, masih banyak yang enggan menggunakan masker, tak jaga jarak, bahkan sedikit yang percaya bahwa Covid-19 itu ada.

Menurut Gus Firjaun, saat ini posko-posko di setiap desa di Kabupaten Jember sudah didirikan. Para petugas nantinya bakal terus melakukan monitoring terhadap penerapan protokol kesehatan. Hingga akhir Februari lalu, tercatat 248 posko telah terbentuk di 248 desa dan kelurahan.

Sayangnya, perincian penerapan PPKM mikro di desa tidak serinci di tiga kecamatan kota, sedangkan kecamatan lain hanya sebatas posko yang berdiri di kantor desa. Berdasarkan data, ada sebanyak 1.664 RT di tiga kecamatan kota. Sejumlah 1.631 RT masuk ke dalam zona hijau, sedangkan 33 RT tercatat sebagai zona kuning.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/