alexametrics
24.6 C
Jember
Monday, 23 May 2022

Calon Pimpinan OPD di Jember Gagap Teknologi, ini Komentar Pedas Bupati

Mobile_AP_Rectangle 1

SLAWU, RADARJEMBER.ID – Rencana Pemkab Jember dalam RAPBD 2022 untuk melakukan sejumlah program berbasis teknologi sepertinya cocok untuk segera ditetapkan. Bukan saja menyasar pegawai yang menjadi staf dinas, tetapi juga perlu dicermati oleh pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD).

Bagaimana tidak, sejumlah calon pimpinan OPD yang ikut open bidding belum seluruhnya nyaman menggunakan komputer dalam penyampaian jawaban atas soal yang diujikan. Alhasil, banyak yang menjawab dengan menulis tangan di atas kertas.

Ujian open bidding ini dilakukan di SMPN 7 Jember, Kelurahan Slawu, Kecamatan Patrang. Mereka yang masuk ke dalam ruangan tes tidak diperkenankan membawa ponsel. “Ini demi melihat hasil jawaban yang orisinal,” kata Ketua Tim Panitia Seleksi Open Bidding Prof Yuli Witono.

Mobile_AP_Rectangle 2

Menurut dia, tes yang dilakukan yakni untuk melihat program dan rencana apa yang akan dilakukan jika memimpin OPD. Selain itu, juga dilihat apakah ada inovasinya atau justru tidak. “Kami ingin menjaga agar tidak ada plagiarisme. Begitu masuk, tidak ada yang membawa HP,” jelasnya.

Proses seleksi yang diikuti 36 orang itu pun akan terus berlangsung selama beberapa hari ke depan. Ada pembuatan makalah serta tes wawancara.

Dikonfirmasi terpisah mengenai adanya calon kepala OPD yang tidak nyaman menjawab soal menggunakan komputer, Bupati Jember Hendy Siswanto menegaskan bahwa hal ini harus diubah. Bagi yang tidak bisa, harus pula belajar upgrade pengetahuan tentang teknologi.

- Advertisement -

SLAWU, RADARJEMBER.ID – Rencana Pemkab Jember dalam RAPBD 2022 untuk melakukan sejumlah program berbasis teknologi sepertinya cocok untuk segera ditetapkan. Bukan saja menyasar pegawai yang menjadi staf dinas, tetapi juga perlu dicermati oleh pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD).

Bagaimana tidak, sejumlah calon pimpinan OPD yang ikut open bidding belum seluruhnya nyaman menggunakan komputer dalam penyampaian jawaban atas soal yang diujikan. Alhasil, banyak yang menjawab dengan menulis tangan di atas kertas.

Ujian open bidding ini dilakukan di SMPN 7 Jember, Kelurahan Slawu, Kecamatan Patrang. Mereka yang masuk ke dalam ruangan tes tidak diperkenankan membawa ponsel. “Ini demi melihat hasil jawaban yang orisinal,” kata Ketua Tim Panitia Seleksi Open Bidding Prof Yuli Witono.

Menurut dia, tes yang dilakukan yakni untuk melihat program dan rencana apa yang akan dilakukan jika memimpin OPD. Selain itu, juga dilihat apakah ada inovasinya atau justru tidak. “Kami ingin menjaga agar tidak ada plagiarisme. Begitu masuk, tidak ada yang membawa HP,” jelasnya.

Proses seleksi yang diikuti 36 orang itu pun akan terus berlangsung selama beberapa hari ke depan. Ada pembuatan makalah serta tes wawancara.

Dikonfirmasi terpisah mengenai adanya calon kepala OPD yang tidak nyaman menjawab soal menggunakan komputer, Bupati Jember Hendy Siswanto menegaskan bahwa hal ini harus diubah. Bagi yang tidak bisa, harus pula belajar upgrade pengetahuan tentang teknologi.

SLAWU, RADARJEMBER.ID – Rencana Pemkab Jember dalam RAPBD 2022 untuk melakukan sejumlah program berbasis teknologi sepertinya cocok untuk segera ditetapkan. Bukan saja menyasar pegawai yang menjadi staf dinas, tetapi juga perlu dicermati oleh pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD).

Bagaimana tidak, sejumlah calon pimpinan OPD yang ikut open bidding belum seluruhnya nyaman menggunakan komputer dalam penyampaian jawaban atas soal yang diujikan. Alhasil, banyak yang menjawab dengan menulis tangan di atas kertas.

Ujian open bidding ini dilakukan di SMPN 7 Jember, Kelurahan Slawu, Kecamatan Patrang. Mereka yang masuk ke dalam ruangan tes tidak diperkenankan membawa ponsel. “Ini demi melihat hasil jawaban yang orisinal,” kata Ketua Tim Panitia Seleksi Open Bidding Prof Yuli Witono.

Menurut dia, tes yang dilakukan yakni untuk melihat program dan rencana apa yang akan dilakukan jika memimpin OPD. Selain itu, juga dilihat apakah ada inovasinya atau justru tidak. “Kami ingin menjaga agar tidak ada plagiarisme. Begitu masuk, tidak ada yang membawa HP,” jelasnya.

Proses seleksi yang diikuti 36 orang itu pun akan terus berlangsung selama beberapa hari ke depan. Ada pembuatan makalah serta tes wawancara.

Dikonfirmasi terpisah mengenai adanya calon kepala OPD yang tidak nyaman menjawab soal menggunakan komputer, Bupati Jember Hendy Siswanto menegaskan bahwa hal ini harus diubah. Bagi yang tidak bisa, harus pula belajar upgrade pengetahuan tentang teknologi.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/