alexametrics
23 C
Jember
Tuesday, 28 June 2022

Pamor Pendapa Lebih Megah

Renovasi Selesai Pakai Anggaran 2021

Mobile_AP_Rectangle 1

Menurut Hendy, keinginannya memoles gedung pendapa itu semata-mata untuk keperluan kedinasan dan aktivitas bareng warga Jember. Renovasi gedung itu pun sudah tuntas dilakukan melalui Bagian Umum Sekretariat Pemkab Jember, dengan dana APBD 2021 senilai sekitar Rp 3,7 miliar yang dipecah menjadi 20 paket pekerjaan.

Keberadaan pendapa, lanjut Hendy, juga dinilai sebagai cerminan citra bagi Kabupaten Jember. Terlebih lagi di Jember banyak gedung dan fasilitas umum yang mewah. Maka dari itu, dirasa kurang tepat jika kondisi pendapa kurang berkesan. “Jember ini tempat orang hebat, kita punya masjid keren, Raudlatul Muchlisin, Masjid Al Baitul Amien, itu keren. Pendapa, tempat yang juga bisa dibanggakan masyarakat Jember, saya tidak memberikan yang jelek untuk masyarakat, harus keren,” kata Hendy.

Dia juga menepis anggapan kemewahan pendapa hari ini untuk memfasilitasi bupati beserta keluarganya. Hendy menegaskan, dia hanya menggunakan satu kamar di pendapa tersebut. Sementara, istri dan anak-anaknya menempati rumah pribadinya. “Itu (pendapa, Red) harus jadi kebanggaan untuk Jember. Kalau ada tamu datang, menteri datang, melihat pendapanya keren, ada rasa nyaman di situ. Saya hanya pakai satu kamar dan saya melayani (tamu, Red) di situ,” tegas Hendy. (mau/c2/nur)

- Advertisement -

Menurut Hendy, keinginannya memoles gedung pendapa itu semata-mata untuk keperluan kedinasan dan aktivitas bareng warga Jember. Renovasi gedung itu pun sudah tuntas dilakukan melalui Bagian Umum Sekretariat Pemkab Jember, dengan dana APBD 2021 senilai sekitar Rp 3,7 miliar yang dipecah menjadi 20 paket pekerjaan.

Keberadaan pendapa, lanjut Hendy, juga dinilai sebagai cerminan citra bagi Kabupaten Jember. Terlebih lagi di Jember banyak gedung dan fasilitas umum yang mewah. Maka dari itu, dirasa kurang tepat jika kondisi pendapa kurang berkesan. “Jember ini tempat orang hebat, kita punya masjid keren, Raudlatul Muchlisin, Masjid Al Baitul Amien, itu keren. Pendapa, tempat yang juga bisa dibanggakan masyarakat Jember, saya tidak memberikan yang jelek untuk masyarakat, harus keren,” kata Hendy.

Dia juga menepis anggapan kemewahan pendapa hari ini untuk memfasilitasi bupati beserta keluarganya. Hendy menegaskan, dia hanya menggunakan satu kamar di pendapa tersebut. Sementara, istri dan anak-anaknya menempati rumah pribadinya. “Itu (pendapa, Red) harus jadi kebanggaan untuk Jember. Kalau ada tamu datang, menteri datang, melihat pendapanya keren, ada rasa nyaman di situ. Saya hanya pakai satu kamar dan saya melayani (tamu, Red) di situ,” tegas Hendy. (mau/c2/nur)

Menurut Hendy, keinginannya memoles gedung pendapa itu semata-mata untuk keperluan kedinasan dan aktivitas bareng warga Jember. Renovasi gedung itu pun sudah tuntas dilakukan melalui Bagian Umum Sekretariat Pemkab Jember, dengan dana APBD 2021 senilai sekitar Rp 3,7 miliar yang dipecah menjadi 20 paket pekerjaan.

Keberadaan pendapa, lanjut Hendy, juga dinilai sebagai cerminan citra bagi Kabupaten Jember. Terlebih lagi di Jember banyak gedung dan fasilitas umum yang mewah. Maka dari itu, dirasa kurang tepat jika kondisi pendapa kurang berkesan. “Jember ini tempat orang hebat, kita punya masjid keren, Raudlatul Muchlisin, Masjid Al Baitul Amien, itu keren. Pendapa, tempat yang juga bisa dibanggakan masyarakat Jember, saya tidak memberikan yang jelek untuk masyarakat, harus keren,” kata Hendy.

Dia juga menepis anggapan kemewahan pendapa hari ini untuk memfasilitasi bupati beserta keluarganya. Hendy menegaskan, dia hanya menggunakan satu kamar di pendapa tersebut. Sementara, istri dan anak-anaknya menempati rumah pribadinya. “Itu (pendapa, Red) harus jadi kebanggaan untuk Jember. Kalau ada tamu datang, menteri datang, melihat pendapanya keren, ada rasa nyaman di situ. Saya hanya pakai satu kamar dan saya melayani (tamu, Red) di situ,” tegas Hendy. (mau/c2/nur)

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/