alexametrics
26.2 C
Jember
Thursday, 19 May 2022

Pariwisata Jember Butuh Stimulus

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Ada banyak potensi wisata di Kabupaten Jember. Sayangnya, beberapa tahun ini tempat-tempat wisata jarang mendapatkan perhatian dari peminatnya. Jika dibandingkan dengan daerah lain seperti Banyuwangi, Jember masih jauh dari kata bersaing. Padahal, jika dikelola dengan baik, bisa mendongkrak minat para wisatawan.

Oleh karena itu, Bupati Jember Hendy Siswanto berencana untuk membuat Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang fokus menangani pariwisata di Jember. Namun, sejumlah pegiat wisata menganggap konsep ini belum tentu tepat dengan kondisi masing-masing tempat wisata.

Pendiri Tamasya Bus Kota (TBK) Hasti Utami mengaku belum mengetahui konsep rencana pembuatan BUMD pariwisata ini. Namun, dia beranggapan, jika hanya berkaitan dengan aset pemerintah daerah seperti Rembangan, Patemon, Kebon Agung, dan Watu Ulo, pihaknya sangat sepakat. Sebab, dirinya menilai tempat-tempat itu masih sepi pengunjung, sehingga perlu mendapat stimulasi.

Mobile_AP_Rectangle 2

Namun, lanjut dia, jika menyangkut bisnis pariwisata Kabupaten Jember secara umum, pihaknya merasa hal tersebut tidak diperlukan. Sebab, masyarakat Jember sudah bergerak secara mandiri untuk membangun destinasi-destinasi wisata masing-masing. “Atas gerakan pemberdayaan pariwisata yang sudah ada ini, sudah seharusnya pemerintah berperan sebagai pembimbing, pendamping, pembina, dan promotornya,” paparnya.

Seperti diketahui, selama empat tahun terakhir, lanjutnya, banyak pemuda-pemuda lokal yang membangun destinasi wisata di daerahnya masing-masing. “Tetapi, tidak bertahan lama karena tidak punya arah dan tak ada yang mendampingi,” paparnya.

Hingga saat ini, pihaknya mengaku telah membawa ribuan wisatawan ke destinasi-destinasi lokal. Meski begitu, dia menuturkan bahwa kegiatan itu kurang menarik dan monoton. Sebab, tak ada dukungan dari pemerintah. “Hanya menonton Can-macanan Kaduk dan makan di tengah sawah. Sebenarnya, kami membutuhkan transportasi, tapi susah,” papar pegiat wisata berbasis angkutan lokal tersebut.

Harapannya, tahun ini ada perhatian khusus dari pemerintah. “Untuk para pegiat di bidang pariwisata yang selama empat tahun belakangan tidak mendapatkan dukungan pemerintah, semoga sekarang bisa mendapatkan dukungan dari pemerintah,” pungkasnya. Pihaknya berharap, apa pun program itu bisa dipercepat dan efisien.

Menanggapi hal itu, Bupati Jember Hendy Siswanto menerangkan bahwa pihaknya bakal mengefektifkan banyak hal. Mulai dari pariwisata, seni budaya, hingga perekonomian Jember.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Ada banyak potensi wisata di Kabupaten Jember. Sayangnya, beberapa tahun ini tempat-tempat wisata jarang mendapatkan perhatian dari peminatnya. Jika dibandingkan dengan daerah lain seperti Banyuwangi, Jember masih jauh dari kata bersaing. Padahal, jika dikelola dengan baik, bisa mendongkrak minat para wisatawan.

Oleh karena itu, Bupati Jember Hendy Siswanto berencana untuk membuat Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang fokus menangani pariwisata di Jember. Namun, sejumlah pegiat wisata menganggap konsep ini belum tentu tepat dengan kondisi masing-masing tempat wisata.

Pendiri Tamasya Bus Kota (TBK) Hasti Utami mengaku belum mengetahui konsep rencana pembuatan BUMD pariwisata ini. Namun, dia beranggapan, jika hanya berkaitan dengan aset pemerintah daerah seperti Rembangan, Patemon, Kebon Agung, dan Watu Ulo, pihaknya sangat sepakat. Sebab, dirinya menilai tempat-tempat itu masih sepi pengunjung, sehingga perlu mendapat stimulasi.

Namun, lanjut dia, jika menyangkut bisnis pariwisata Kabupaten Jember secara umum, pihaknya merasa hal tersebut tidak diperlukan. Sebab, masyarakat Jember sudah bergerak secara mandiri untuk membangun destinasi-destinasi wisata masing-masing. “Atas gerakan pemberdayaan pariwisata yang sudah ada ini, sudah seharusnya pemerintah berperan sebagai pembimbing, pendamping, pembina, dan promotornya,” paparnya.

Seperti diketahui, selama empat tahun terakhir, lanjutnya, banyak pemuda-pemuda lokal yang membangun destinasi wisata di daerahnya masing-masing. “Tetapi, tidak bertahan lama karena tidak punya arah dan tak ada yang mendampingi,” paparnya.

Hingga saat ini, pihaknya mengaku telah membawa ribuan wisatawan ke destinasi-destinasi lokal. Meski begitu, dia menuturkan bahwa kegiatan itu kurang menarik dan monoton. Sebab, tak ada dukungan dari pemerintah. “Hanya menonton Can-macanan Kaduk dan makan di tengah sawah. Sebenarnya, kami membutuhkan transportasi, tapi susah,” papar pegiat wisata berbasis angkutan lokal tersebut.

Harapannya, tahun ini ada perhatian khusus dari pemerintah. “Untuk para pegiat di bidang pariwisata yang selama empat tahun belakangan tidak mendapatkan dukungan pemerintah, semoga sekarang bisa mendapatkan dukungan dari pemerintah,” pungkasnya. Pihaknya berharap, apa pun program itu bisa dipercepat dan efisien.

Menanggapi hal itu, Bupati Jember Hendy Siswanto menerangkan bahwa pihaknya bakal mengefektifkan banyak hal. Mulai dari pariwisata, seni budaya, hingga perekonomian Jember.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Ada banyak potensi wisata di Kabupaten Jember. Sayangnya, beberapa tahun ini tempat-tempat wisata jarang mendapatkan perhatian dari peminatnya. Jika dibandingkan dengan daerah lain seperti Banyuwangi, Jember masih jauh dari kata bersaing. Padahal, jika dikelola dengan baik, bisa mendongkrak minat para wisatawan.

Oleh karena itu, Bupati Jember Hendy Siswanto berencana untuk membuat Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang fokus menangani pariwisata di Jember. Namun, sejumlah pegiat wisata menganggap konsep ini belum tentu tepat dengan kondisi masing-masing tempat wisata.

Pendiri Tamasya Bus Kota (TBK) Hasti Utami mengaku belum mengetahui konsep rencana pembuatan BUMD pariwisata ini. Namun, dia beranggapan, jika hanya berkaitan dengan aset pemerintah daerah seperti Rembangan, Patemon, Kebon Agung, dan Watu Ulo, pihaknya sangat sepakat. Sebab, dirinya menilai tempat-tempat itu masih sepi pengunjung, sehingga perlu mendapat stimulasi.

Namun, lanjut dia, jika menyangkut bisnis pariwisata Kabupaten Jember secara umum, pihaknya merasa hal tersebut tidak diperlukan. Sebab, masyarakat Jember sudah bergerak secara mandiri untuk membangun destinasi-destinasi wisata masing-masing. “Atas gerakan pemberdayaan pariwisata yang sudah ada ini, sudah seharusnya pemerintah berperan sebagai pembimbing, pendamping, pembina, dan promotornya,” paparnya.

Seperti diketahui, selama empat tahun terakhir, lanjutnya, banyak pemuda-pemuda lokal yang membangun destinasi wisata di daerahnya masing-masing. “Tetapi, tidak bertahan lama karena tidak punya arah dan tak ada yang mendampingi,” paparnya.

Hingga saat ini, pihaknya mengaku telah membawa ribuan wisatawan ke destinasi-destinasi lokal. Meski begitu, dia menuturkan bahwa kegiatan itu kurang menarik dan monoton. Sebab, tak ada dukungan dari pemerintah. “Hanya menonton Can-macanan Kaduk dan makan di tengah sawah. Sebenarnya, kami membutuhkan transportasi, tapi susah,” papar pegiat wisata berbasis angkutan lokal tersebut.

Harapannya, tahun ini ada perhatian khusus dari pemerintah. “Untuk para pegiat di bidang pariwisata yang selama empat tahun belakangan tidak mendapatkan dukungan pemerintah, semoga sekarang bisa mendapatkan dukungan dari pemerintah,” pungkasnya. Pihaknya berharap, apa pun program itu bisa dipercepat dan efisien.

Menanggapi hal itu, Bupati Jember Hendy Siswanto menerangkan bahwa pihaknya bakal mengefektifkan banyak hal. Mulai dari pariwisata, seni budaya, hingga perekonomian Jember.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/