alexametrics
24.8 C
Jember
Thursday, 19 May 2022

Mitigasi Banjir dengan Normalisasi Aliran Sungai

Mobile_AP_Rectangle 1

SUMBERSARI, Radar Jember – Sudah seperti langganan setiap tahun, Kabupaten Jember mengalami bencana banjir yang disebabkan meluapnya air dari sungai. Bencana alam tersebut selalu terjadi, terhitung sejak 2006 silam.

Bersama Forum Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas hingga Sampean Jawa Timur, Bupati Jember Hendy Siswanto berusaha untuk mengurai permasalahan tersebut. Mereka berdiskusi guna memetakan berbagai langkah mitigasi bencana banjir yang terjadi mulai dari wilayah pelosok hingga perkotaan itu.

Menurut dia, perlu perombakan total manajemen air dari hulu hingga hilir, supaya kejadian serupa tidak terulang kembali. “Penanganan banjir harus dimulai dari hulu. Hulunya harus dibenahi dulu. Aliran yang cukup tinggi potensi airnya mesti dipecah lagi, dan ini memang akan memakan waktu lama dan biaya yang tidak sedikit,” katanya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Pada forum diskusi tersebut, Hendy pun mendapat saran dari Forum DAS untuk membuat Perda Sampah, yang di dalamnya juga terdapat pengaturan daerah aliran sungai. Sebab, kedua hal tersebut memang sangat berkaitan.

- Advertisement -

SUMBERSARI, Radar Jember – Sudah seperti langganan setiap tahun, Kabupaten Jember mengalami bencana banjir yang disebabkan meluapnya air dari sungai. Bencana alam tersebut selalu terjadi, terhitung sejak 2006 silam.

Bersama Forum Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas hingga Sampean Jawa Timur, Bupati Jember Hendy Siswanto berusaha untuk mengurai permasalahan tersebut. Mereka berdiskusi guna memetakan berbagai langkah mitigasi bencana banjir yang terjadi mulai dari wilayah pelosok hingga perkotaan itu.

Menurut dia, perlu perombakan total manajemen air dari hulu hingga hilir, supaya kejadian serupa tidak terulang kembali. “Penanganan banjir harus dimulai dari hulu. Hulunya harus dibenahi dulu. Aliran yang cukup tinggi potensi airnya mesti dipecah lagi, dan ini memang akan memakan waktu lama dan biaya yang tidak sedikit,” katanya.

Pada forum diskusi tersebut, Hendy pun mendapat saran dari Forum DAS untuk membuat Perda Sampah, yang di dalamnya juga terdapat pengaturan daerah aliran sungai. Sebab, kedua hal tersebut memang sangat berkaitan.

SUMBERSARI, Radar Jember – Sudah seperti langganan setiap tahun, Kabupaten Jember mengalami bencana banjir yang disebabkan meluapnya air dari sungai. Bencana alam tersebut selalu terjadi, terhitung sejak 2006 silam.

Bersama Forum Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas hingga Sampean Jawa Timur, Bupati Jember Hendy Siswanto berusaha untuk mengurai permasalahan tersebut. Mereka berdiskusi guna memetakan berbagai langkah mitigasi bencana banjir yang terjadi mulai dari wilayah pelosok hingga perkotaan itu.

Menurut dia, perlu perombakan total manajemen air dari hulu hingga hilir, supaya kejadian serupa tidak terulang kembali. “Penanganan banjir harus dimulai dari hulu. Hulunya harus dibenahi dulu. Aliran yang cukup tinggi potensi airnya mesti dipecah lagi, dan ini memang akan memakan waktu lama dan biaya yang tidak sedikit,” katanya.

Pada forum diskusi tersebut, Hendy pun mendapat saran dari Forum DAS untuk membuat Perda Sampah, yang di dalamnya juga terdapat pengaturan daerah aliran sungai. Sebab, kedua hal tersebut memang sangat berkaitan.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/