alexametrics
24.6 C
Jember
Monday, 23 May 2022

Penurunan Transaksi PAPBD dari Aspek Eksternal

“Tahun 2021 ini mengalami kontraksi atau penurunan pendapatan yang tajam, sangat berpengaruh dalam kemampuan fiskal di tahun 2021.” Muhammad Balya Firjaun Barlaman Wakil Bupati Jember

Mobile_AP_Rectangle 1

SUMBERSARI, RADARJEMBER.ID Kekuatan keuangan Pemkab Jember mengalami kontraksi cukup signifikan. Pada awalnya, dana yang dikelola mencapai Rp 4,44 triliun. Namun, belakangan harus berkurang lebih dari Rp 39 miliar, sehingga menjadi Rp 4,40 triliun. Namun demikian, lemahnya fiskal bukan karena pendapatan di lokal Jember merosot, melainkan transaksional dari luar kabupaten.

Penelusuran Jawa Pos Radar Jember, penurunan angka pada PAPBD tersebut karena adanya beberapa faktor. Di antaranya yakni adanya penurunan angka transfer dari pemerintah pusat, provinsi, dan antardaerah yang melemah.

Penurunan dana senilai Rp 39 miliar lebih tersebut disampaikan Wakil Bupati Jember Muhammad Balya Firjaun Barlaman, kemarin (8/10). Angka penurunan dibacakan langsung dalam penyampaian nota pengantar terkait Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (Raperda PAPBD) Tahun 2021.

Mobile_AP_Rectangle 2

Menurut pria yang akrab disapa Gus Firjaun ini, kondisi penyusunan PAPBD oleh Bupati Jember Hendy Siswanto berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya sekalipun sama-sama pandemi. Kondisi di tahun 2021 cukup mengalami kontraksi sehingga fiskal melemah. “Tahun 2021 ini mengalami kontraksi atau penurunan pendapatan yang tajam. Sangat berpengaruh dalam kemampuan fiskal di tahun 2021,” ucap Gus Firjaun dalam paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Jember M Itqon Syauqi.

Gus Firjaun menjelaskan, sekalipun ada penurunan, pemkab dan DPRD tetap harus memastikan sasaran program prioritas hingga batas akhir tahun anggaran. Melakukan rasionalisasi belanja daerah, khususnya belanja operasi barang dan jasa, belanja pegawai, atau yang lain. “Menjaga performa APBD 2021 agar tetap terjaga dan terkendali serta mencerminkan optimisme dan kehati-hatian,” ulasnya.

- Advertisement -

SUMBERSARI, RADARJEMBER.ID Kekuatan keuangan Pemkab Jember mengalami kontraksi cukup signifikan. Pada awalnya, dana yang dikelola mencapai Rp 4,44 triliun. Namun, belakangan harus berkurang lebih dari Rp 39 miliar, sehingga menjadi Rp 4,40 triliun. Namun demikian, lemahnya fiskal bukan karena pendapatan di lokal Jember merosot, melainkan transaksional dari luar kabupaten.

Penelusuran Jawa Pos Radar Jember, penurunan angka pada PAPBD tersebut karena adanya beberapa faktor. Di antaranya yakni adanya penurunan angka transfer dari pemerintah pusat, provinsi, dan antardaerah yang melemah.

Penurunan dana senilai Rp 39 miliar lebih tersebut disampaikan Wakil Bupati Jember Muhammad Balya Firjaun Barlaman, kemarin (8/10). Angka penurunan dibacakan langsung dalam penyampaian nota pengantar terkait Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (Raperda PAPBD) Tahun 2021.

Menurut pria yang akrab disapa Gus Firjaun ini, kondisi penyusunan PAPBD oleh Bupati Jember Hendy Siswanto berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya sekalipun sama-sama pandemi. Kondisi di tahun 2021 cukup mengalami kontraksi sehingga fiskal melemah. “Tahun 2021 ini mengalami kontraksi atau penurunan pendapatan yang tajam. Sangat berpengaruh dalam kemampuan fiskal di tahun 2021,” ucap Gus Firjaun dalam paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Jember M Itqon Syauqi.

Gus Firjaun menjelaskan, sekalipun ada penurunan, pemkab dan DPRD tetap harus memastikan sasaran program prioritas hingga batas akhir tahun anggaran. Melakukan rasionalisasi belanja daerah, khususnya belanja operasi barang dan jasa, belanja pegawai, atau yang lain. “Menjaga performa APBD 2021 agar tetap terjaga dan terkendali serta mencerminkan optimisme dan kehati-hatian,” ulasnya.

SUMBERSARI, RADARJEMBER.ID Kekuatan keuangan Pemkab Jember mengalami kontraksi cukup signifikan. Pada awalnya, dana yang dikelola mencapai Rp 4,44 triliun. Namun, belakangan harus berkurang lebih dari Rp 39 miliar, sehingga menjadi Rp 4,40 triliun. Namun demikian, lemahnya fiskal bukan karena pendapatan di lokal Jember merosot, melainkan transaksional dari luar kabupaten.

Penelusuran Jawa Pos Radar Jember, penurunan angka pada PAPBD tersebut karena adanya beberapa faktor. Di antaranya yakni adanya penurunan angka transfer dari pemerintah pusat, provinsi, dan antardaerah yang melemah.

Penurunan dana senilai Rp 39 miliar lebih tersebut disampaikan Wakil Bupati Jember Muhammad Balya Firjaun Barlaman, kemarin (8/10). Angka penurunan dibacakan langsung dalam penyampaian nota pengantar terkait Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (Raperda PAPBD) Tahun 2021.

Menurut pria yang akrab disapa Gus Firjaun ini, kondisi penyusunan PAPBD oleh Bupati Jember Hendy Siswanto berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya sekalipun sama-sama pandemi. Kondisi di tahun 2021 cukup mengalami kontraksi sehingga fiskal melemah. “Tahun 2021 ini mengalami kontraksi atau penurunan pendapatan yang tajam. Sangat berpengaruh dalam kemampuan fiskal di tahun 2021,” ucap Gus Firjaun dalam paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Jember M Itqon Syauqi.

Gus Firjaun menjelaskan, sekalipun ada penurunan, pemkab dan DPRD tetap harus memastikan sasaran program prioritas hingga batas akhir tahun anggaran. Melakukan rasionalisasi belanja daerah, khususnya belanja operasi barang dan jasa, belanja pegawai, atau yang lain. “Menjaga performa APBD 2021 agar tetap terjaga dan terkendali serta mencerminkan optimisme dan kehati-hatian,” ulasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/