alexametrics
23 C
Jember
Sunday, 29 May 2022

Tambang Silo dan Paseban Jadi Sorotan Pemkab Jember, Ada Apa ?

Mobile_AP_Rectangle 1

SUMBERSARI, RADARJEMBER.ID – Pembahasan materi dalam draf Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) memasuki garis finis. Pertemuan antara eksekutif dan legislatif, siang kemarin (8/9), memberi sinyal sebagai sesi akhir untuk kemudian disepakati hari ini, Kamis (9/9).

Proses penyelesaian pembahasan materi lebih cepat dari prediksi yang disampaikan dewan sebelumnya. “Awalnya direncanakan 17 hari, tetapi dalam waktu sepuluh hari bisa selesai,” kata Ahmad Halim, Wakil Ketua DPRD Jember.

Politisi Gerindra itu menyebut, Pansus RPJMD dan eksekutif bekerja secara maraton membahas dokumen yang menjadi acuan pembangunan Jember lima tahun ke depan tersebut. “Tadi meminta masukan sebagai finalisasi bersama para ahli dan perumus untuk penyempurnaan RPJMD,” katanya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Disinggung masalah apa yang paling banyak mendapat sorotan, Halim mengungkapkan, soal pertambangan di Silo dan Paseban. “Secara politik maupun publik, tidak ingin di lokasi itu ditambang,” papar Halim. Dalam RPJMD, celah pertambangan di Silo dan Paseban telah terkunci. Hal itu harus tetap dipantau dan dikawal bersama agar program organisasi perangkat daerah (OPD) dan rencana strategis (renstra) tidak melanggar RPJMD yang nanti akan disepakati.

Melalui rapat itu, pansus juga merekomendasikan agar tim perumus Pemkab Jember nantinya mengajukan usulan perubahan Peraturan Daerah tentang Rencana Tata Ruang Wilayah atau Perda RTRW. Sebab, banyak hal yang sudah tidak relevan dengan kondisi kekinian. “Salah satu contohnya, banyak sawah menjadi perumahan. Harus ditata lagi, karena rumah juga menjadi kebutuhan sandang papan,” urainya.

- Advertisement -

SUMBERSARI, RADARJEMBER.ID – Pembahasan materi dalam draf Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) memasuki garis finis. Pertemuan antara eksekutif dan legislatif, siang kemarin (8/9), memberi sinyal sebagai sesi akhir untuk kemudian disepakati hari ini, Kamis (9/9).

Proses penyelesaian pembahasan materi lebih cepat dari prediksi yang disampaikan dewan sebelumnya. “Awalnya direncanakan 17 hari, tetapi dalam waktu sepuluh hari bisa selesai,” kata Ahmad Halim, Wakil Ketua DPRD Jember.

Politisi Gerindra itu menyebut, Pansus RPJMD dan eksekutif bekerja secara maraton membahas dokumen yang menjadi acuan pembangunan Jember lima tahun ke depan tersebut. “Tadi meminta masukan sebagai finalisasi bersama para ahli dan perumus untuk penyempurnaan RPJMD,” katanya.

Disinggung masalah apa yang paling banyak mendapat sorotan, Halim mengungkapkan, soal pertambangan di Silo dan Paseban. “Secara politik maupun publik, tidak ingin di lokasi itu ditambang,” papar Halim. Dalam RPJMD, celah pertambangan di Silo dan Paseban telah terkunci. Hal itu harus tetap dipantau dan dikawal bersama agar program organisasi perangkat daerah (OPD) dan rencana strategis (renstra) tidak melanggar RPJMD yang nanti akan disepakati.

Melalui rapat itu, pansus juga merekomendasikan agar tim perumus Pemkab Jember nantinya mengajukan usulan perubahan Peraturan Daerah tentang Rencana Tata Ruang Wilayah atau Perda RTRW. Sebab, banyak hal yang sudah tidak relevan dengan kondisi kekinian. “Salah satu contohnya, banyak sawah menjadi perumahan. Harus ditata lagi, karena rumah juga menjadi kebutuhan sandang papan,” urainya.

SUMBERSARI, RADARJEMBER.ID – Pembahasan materi dalam draf Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) memasuki garis finis. Pertemuan antara eksekutif dan legislatif, siang kemarin (8/9), memberi sinyal sebagai sesi akhir untuk kemudian disepakati hari ini, Kamis (9/9).

Proses penyelesaian pembahasan materi lebih cepat dari prediksi yang disampaikan dewan sebelumnya. “Awalnya direncanakan 17 hari, tetapi dalam waktu sepuluh hari bisa selesai,” kata Ahmad Halim, Wakil Ketua DPRD Jember.

Politisi Gerindra itu menyebut, Pansus RPJMD dan eksekutif bekerja secara maraton membahas dokumen yang menjadi acuan pembangunan Jember lima tahun ke depan tersebut. “Tadi meminta masukan sebagai finalisasi bersama para ahli dan perumus untuk penyempurnaan RPJMD,” katanya.

Disinggung masalah apa yang paling banyak mendapat sorotan, Halim mengungkapkan, soal pertambangan di Silo dan Paseban. “Secara politik maupun publik, tidak ingin di lokasi itu ditambang,” papar Halim. Dalam RPJMD, celah pertambangan di Silo dan Paseban telah terkunci. Hal itu harus tetap dipantau dan dikawal bersama agar program organisasi perangkat daerah (OPD) dan rencana strategis (renstra) tidak melanggar RPJMD yang nanti akan disepakati.

Melalui rapat itu, pansus juga merekomendasikan agar tim perumus Pemkab Jember nantinya mengajukan usulan perubahan Peraturan Daerah tentang Rencana Tata Ruang Wilayah atau Perda RTRW. Sebab, banyak hal yang sudah tidak relevan dengan kondisi kekinian. “Salah satu contohnya, banyak sawah menjadi perumahan. Harus ditata lagi, karena rumah juga menjadi kebutuhan sandang papan,” urainya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/