alexametrics
24.1 C
Jember
Thursday, 19 May 2022

Perketat PPKM, Jember Bertekad Segera Turun Level

Mobile_AP_Rectangle 1

SUMBERSARI, RADARJEMBER.ID – Penerapan PPKM di tingkat RW dan RT terus dipantau secara ketat oleh Pemerintah Kabupaten Jember. Salah satunya dengan adanya kunjungan penerapan PPKM sekaligus yustisi terhadap warga yang menjalani masa isolasi mandiri (isoman).

Kali ini, Sekretaris Daerah (Sekda) Mirfano mendatangi langsung rumah-rumah warga isoman yang terletak di Perumahan Pondok Bedadung Indah, Kebonsari, Sumbersari, Minggu (8/8). Pada kunjungan tersebut, Mirfano ditemani Camat Sumbersari, perangkat RT dan RW setempat, serta Plt Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) dr Wiwik Supratiwi. Mereka beriringan memberikan bantuan paket sembako juga obat-obatan yang dibutuhkan oleh warga yang isoman.

Selain untuk memantau, kegiatan ini juga bertujuan menurunkan level PPKM di Jember yang kini masih berada pada status level 3. “Kami ingin memastikan bahwa yang isoman diopeni sama lingkungannya, oleh satgas RW/RT. Kami punya niat untuk masuk level dua,” katanya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Mirfano menjelaskan kepada warga setempat bahwa untuk menurunkan level PPKM di Kabupaten Jember, setidaknya terdapat tiga syarat utama. Pertama, penambahan konfirmasi positif tidak boleh lebih dari 50 orang per 100 ribu penduduk atau sekitar 185 orang per hari. Kedua, jumlah pasien Covid-19 yang menjalani isolasi terpusat atau rawat inap di rumah sakit. Ketiga, penurunan angka kematian akibat Covid-19 harus di bawah 12 orang per hari. “Jadi, kami optimistis untuk dua ini. Tapi, yang tingkat kematian ini terus kami dorong, karena angkanya masih di atas 12 orang per hari,” ungkapnya.

Lebih jauh, Mirfano menjelaskan, selain menurunkan tiga permasalahan tersebut, ada hal penting lain yang juga harus dilakukan masyarakat Jember. Yakni koordinasi dan komunikasi antarwarga dan satgas Covid-19 harus berjalan baik. Terutama pada tingkatan terendah seperti RT, RW, kelurahan, dan kecamatan.

“Kami akan terus memperbaiki terkait komunikasi antara penderita dengan RT/RW, kemudian satgas kecamatan. Kalau komunikasi bagus, saya pikir bisa berhasil,” pungkasnya.

Dia menilai, sejauh ini semangat para satgas mulai tingkatan kabupaten hingga RT dan RW sudah mulai membaik. Utamanya yang paling tampak adalah di wilayah perkotaan. “Saya melihat semangat RT/RW sudah mulai tumbuh kuat. Terutama di kota, info dari camat bahwa penanganan Covid-19 tingkat bawah mulai membaik,” pungkasnya.

Sementara itu, agenda yang sama juga dilakukan oleh Mirfano, Sabtu (7/8), di Perumahan Baratan Permai, Kelurahan Baratan, Kecamatan Patrang.

- Advertisement -

SUMBERSARI, RADARJEMBER.ID – Penerapan PPKM di tingkat RW dan RT terus dipantau secara ketat oleh Pemerintah Kabupaten Jember. Salah satunya dengan adanya kunjungan penerapan PPKM sekaligus yustisi terhadap warga yang menjalani masa isolasi mandiri (isoman).

Kali ini, Sekretaris Daerah (Sekda) Mirfano mendatangi langsung rumah-rumah warga isoman yang terletak di Perumahan Pondok Bedadung Indah, Kebonsari, Sumbersari, Minggu (8/8). Pada kunjungan tersebut, Mirfano ditemani Camat Sumbersari, perangkat RT dan RW setempat, serta Plt Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) dr Wiwik Supratiwi. Mereka beriringan memberikan bantuan paket sembako juga obat-obatan yang dibutuhkan oleh warga yang isoman.

Selain untuk memantau, kegiatan ini juga bertujuan menurunkan level PPKM di Jember yang kini masih berada pada status level 3. “Kami ingin memastikan bahwa yang isoman diopeni sama lingkungannya, oleh satgas RW/RT. Kami punya niat untuk masuk level dua,” katanya.

Mirfano menjelaskan kepada warga setempat bahwa untuk menurunkan level PPKM di Kabupaten Jember, setidaknya terdapat tiga syarat utama. Pertama, penambahan konfirmasi positif tidak boleh lebih dari 50 orang per 100 ribu penduduk atau sekitar 185 orang per hari. Kedua, jumlah pasien Covid-19 yang menjalani isolasi terpusat atau rawat inap di rumah sakit. Ketiga, penurunan angka kematian akibat Covid-19 harus di bawah 12 orang per hari. “Jadi, kami optimistis untuk dua ini. Tapi, yang tingkat kematian ini terus kami dorong, karena angkanya masih di atas 12 orang per hari,” ungkapnya.

Lebih jauh, Mirfano menjelaskan, selain menurunkan tiga permasalahan tersebut, ada hal penting lain yang juga harus dilakukan masyarakat Jember. Yakni koordinasi dan komunikasi antarwarga dan satgas Covid-19 harus berjalan baik. Terutama pada tingkatan terendah seperti RT, RW, kelurahan, dan kecamatan.

“Kami akan terus memperbaiki terkait komunikasi antara penderita dengan RT/RW, kemudian satgas kecamatan. Kalau komunikasi bagus, saya pikir bisa berhasil,” pungkasnya.

Dia menilai, sejauh ini semangat para satgas mulai tingkatan kabupaten hingga RT dan RW sudah mulai membaik. Utamanya yang paling tampak adalah di wilayah perkotaan. “Saya melihat semangat RT/RW sudah mulai tumbuh kuat. Terutama di kota, info dari camat bahwa penanganan Covid-19 tingkat bawah mulai membaik,” pungkasnya.

Sementara itu, agenda yang sama juga dilakukan oleh Mirfano, Sabtu (7/8), di Perumahan Baratan Permai, Kelurahan Baratan, Kecamatan Patrang.

SUMBERSARI, RADARJEMBER.ID – Penerapan PPKM di tingkat RW dan RT terus dipantau secara ketat oleh Pemerintah Kabupaten Jember. Salah satunya dengan adanya kunjungan penerapan PPKM sekaligus yustisi terhadap warga yang menjalani masa isolasi mandiri (isoman).

Kali ini, Sekretaris Daerah (Sekda) Mirfano mendatangi langsung rumah-rumah warga isoman yang terletak di Perumahan Pondok Bedadung Indah, Kebonsari, Sumbersari, Minggu (8/8). Pada kunjungan tersebut, Mirfano ditemani Camat Sumbersari, perangkat RT dan RW setempat, serta Plt Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) dr Wiwik Supratiwi. Mereka beriringan memberikan bantuan paket sembako juga obat-obatan yang dibutuhkan oleh warga yang isoman.

Selain untuk memantau, kegiatan ini juga bertujuan menurunkan level PPKM di Jember yang kini masih berada pada status level 3. “Kami ingin memastikan bahwa yang isoman diopeni sama lingkungannya, oleh satgas RW/RT. Kami punya niat untuk masuk level dua,” katanya.

Mirfano menjelaskan kepada warga setempat bahwa untuk menurunkan level PPKM di Kabupaten Jember, setidaknya terdapat tiga syarat utama. Pertama, penambahan konfirmasi positif tidak boleh lebih dari 50 orang per 100 ribu penduduk atau sekitar 185 orang per hari. Kedua, jumlah pasien Covid-19 yang menjalani isolasi terpusat atau rawat inap di rumah sakit. Ketiga, penurunan angka kematian akibat Covid-19 harus di bawah 12 orang per hari. “Jadi, kami optimistis untuk dua ini. Tapi, yang tingkat kematian ini terus kami dorong, karena angkanya masih di atas 12 orang per hari,” ungkapnya.

Lebih jauh, Mirfano menjelaskan, selain menurunkan tiga permasalahan tersebut, ada hal penting lain yang juga harus dilakukan masyarakat Jember. Yakni koordinasi dan komunikasi antarwarga dan satgas Covid-19 harus berjalan baik. Terutama pada tingkatan terendah seperti RT, RW, kelurahan, dan kecamatan.

“Kami akan terus memperbaiki terkait komunikasi antara penderita dengan RT/RW, kemudian satgas kecamatan. Kalau komunikasi bagus, saya pikir bisa berhasil,” pungkasnya.

Dia menilai, sejauh ini semangat para satgas mulai tingkatan kabupaten hingga RT dan RW sudah mulai membaik. Utamanya yang paling tampak adalah di wilayah perkotaan. “Saya melihat semangat RT/RW sudah mulai tumbuh kuat. Terutama di kota, info dari camat bahwa penanganan Covid-19 tingkat bawah mulai membaik,” pungkasnya.

Sementara itu, agenda yang sama juga dilakukan oleh Mirfano, Sabtu (7/8), di Perumahan Baratan Permai, Kelurahan Baratan, Kecamatan Patrang.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/