alexametrics
27.8 C
Jember
Sunday, 26 June 2022

Percepat Eksekusi Anggaran Covid-19 di Jember

Awasi Program hingga Ketepatan Bantuan

Mobile_AP_Rectangle 1

SUMBERSARI, RADARJEMBER.ID – DPRD Jember kembali membentuk Panitia Khusus (Pansus) Penanganan Covid-19. Tujuannya sama-sama melakukan pengawasan terhadap penanganan Covid-19 serta pengawasan terhadap besarnya anggaran yang bersumber dari APBD Jember.

Saat ini diketahui dana-dana penanganan Covid-19 diputuskan bersama antara eksekutif dan legislatif. Sementara yang dulu, legislatif tak dilibatkan sama sekali. Karena itulah, pansus kali ini diharapkan dapat memberi masukan agar penanganan wabah lebih baik.

Pansus jilid dua yang langsung dipimpin Ketua DPRD Jember M Itqon Syauqi menyebut, pansus yang dulu fokus pada tata kelola keuangan, penggunaan anggaran, serta sasaran bantuan. “Yang dulu, banyak sekali temuannya. Seperti Rp 107 miliar yang pertanggungjawabannya tanpa pengesahan,” katanya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Nah, Pansus Covid-19 di era Bupati Hendy dan Wabup Gus Firjaun ini tentunya berbeda dengan yang dulu. Apalagi, anggaran penanganan yang bersumber dari APBD awal disepakati bersama. “Akan fokus pada penanganan Covid-19,” jelas Itqon. Pengawasan pansus itu bukan saja pada anggaran, melainkan akan menyentuh urusan kesehatan, ekonomis, sosial, dan sebagainya.

Wakil Ketua DPRD Jember Ahmad Halim mengungkap, pansus kedua ini mengedepankan kemitraan. Tujuannya penanganan Covid-19 bisa dilakukan secara tuntas. Baik untuk pencegahan penyebaran maupun penanganan dampak yang ditimbulkannya. “Mereka juga tidak bisa bekerja sendirian. Sehingga kami pun memberi masukan. Misalnya daerah mana yang perlu bantuan, kami beri masukan,” ulasnya.

Halim menyebut, kontrol kerja sebagai mitra dilakukan mulai dari penggunaan anggaran yang tepat, sampai sasaran bantuan. Seperti diketahui, pada APBD 2021 ini Jember punya anggaran Rp 160 miliar. Ada dana BTT, bansos, serta ada rencana refocusing anggaran Rp 150 miliar pada rencana perubahan APBD 2021. “Termasuk BLT DD juga akan kami evaluasi. Kalau itu habis, kami beri saran, bisa ditambah atau seperti apa,” ungkapnya.

- Advertisement -

SUMBERSARI, RADARJEMBER.ID – DPRD Jember kembali membentuk Panitia Khusus (Pansus) Penanganan Covid-19. Tujuannya sama-sama melakukan pengawasan terhadap penanganan Covid-19 serta pengawasan terhadap besarnya anggaran yang bersumber dari APBD Jember.

Saat ini diketahui dana-dana penanganan Covid-19 diputuskan bersama antara eksekutif dan legislatif. Sementara yang dulu, legislatif tak dilibatkan sama sekali. Karena itulah, pansus kali ini diharapkan dapat memberi masukan agar penanganan wabah lebih baik.

Pansus jilid dua yang langsung dipimpin Ketua DPRD Jember M Itqon Syauqi menyebut, pansus yang dulu fokus pada tata kelola keuangan, penggunaan anggaran, serta sasaran bantuan. “Yang dulu, banyak sekali temuannya. Seperti Rp 107 miliar yang pertanggungjawabannya tanpa pengesahan,” katanya.

Nah, Pansus Covid-19 di era Bupati Hendy dan Wabup Gus Firjaun ini tentunya berbeda dengan yang dulu. Apalagi, anggaran penanganan yang bersumber dari APBD awal disepakati bersama. “Akan fokus pada penanganan Covid-19,” jelas Itqon. Pengawasan pansus itu bukan saja pada anggaran, melainkan akan menyentuh urusan kesehatan, ekonomis, sosial, dan sebagainya.

Wakil Ketua DPRD Jember Ahmad Halim mengungkap, pansus kedua ini mengedepankan kemitraan. Tujuannya penanganan Covid-19 bisa dilakukan secara tuntas. Baik untuk pencegahan penyebaran maupun penanganan dampak yang ditimbulkannya. “Mereka juga tidak bisa bekerja sendirian. Sehingga kami pun memberi masukan. Misalnya daerah mana yang perlu bantuan, kami beri masukan,” ulasnya.

Halim menyebut, kontrol kerja sebagai mitra dilakukan mulai dari penggunaan anggaran yang tepat, sampai sasaran bantuan. Seperti diketahui, pada APBD 2021 ini Jember punya anggaran Rp 160 miliar. Ada dana BTT, bansos, serta ada rencana refocusing anggaran Rp 150 miliar pada rencana perubahan APBD 2021. “Termasuk BLT DD juga akan kami evaluasi. Kalau itu habis, kami beri saran, bisa ditambah atau seperti apa,” ungkapnya.

SUMBERSARI, RADARJEMBER.ID – DPRD Jember kembali membentuk Panitia Khusus (Pansus) Penanganan Covid-19. Tujuannya sama-sama melakukan pengawasan terhadap penanganan Covid-19 serta pengawasan terhadap besarnya anggaran yang bersumber dari APBD Jember.

Saat ini diketahui dana-dana penanganan Covid-19 diputuskan bersama antara eksekutif dan legislatif. Sementara yang dulu, legislatif tak dilibatkan sama sekali. Karena itulah, pansus kali ini diharapkan dapat memberi masukan agar penanganan wabah lebih baik.

Pansus jilid dua yang langsung dipimpin Ketua DPRD Jember M Itqon Syauqi menyebut, pansus yang dulu fokus pada tata kelola keuangan, penggunaan anggaran, serta sasaran bantuan. “Yang dulu, banyak sekali temuannya. Seperti Rp 107 miliar yang pertanggungjawabannya tanpa pengesahan,” katanya.

Nah, Pansus Covid-19 di era Bupati Hendy dan Wabup Gus Firjaun ini tentunya berbeda dengan yang dulu. Apalagi, anggaran penanganan yang bersumber dari APBD awal disepakati bersama. “Akan fokus pada penanganan Covid-19,” jelas Itqon. Pengawasan pansus itu bukan saja pada anggaran, melainkan akan menyentuh urusan kesehatan, ekonomis, sosial, dan sebagainya.

Wakil Ketua DPRD Jember Ahmad Halim mengungkap, pansus kedua ini mengedepankan kemitraan. Tujuannya penanganan Covid-19 bisa dilakukan secara tuntas. Baik untuk pencegahan penyebaran maupun penanganan dampak yang ditimbulkannya. “Mereka juga tidak bisa bekerja sendirian. Sehingga kami pun memberi masukan. Misalnya daerah mana yang perlu bantuan, kami beri masukan,” ulasnya.

Halim menyebut, kontrol kerja sebagai mitra dilakukan mulai dari penggunaan anggaran yang tepat, sampai sasaran bantuan. Seperti diketahui, pada APBD 2021 ini Jember punya anggaran Rp 160 miliar. Ada dana BTT, bansos, serta ada rencana refocusing anggaran Rp 150 miliar pada rencana perubahan APBD 2021. “Termasuk BLT DD juga akan kami evaluasi. Kalau itu habis, kami beri saran, bisa ditambah atau seperti apa,” ungkapnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/