alexametrics
23.4 C
Jember
Saturday, 28 May 2022

Gemes Lihat Kinerja Kades Lemot

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Bupati Jember Hendy Siswanto dan Wakil Bupati (Wabup) Muhammad Balya Firjaun Barlaman kerap melakukan blusukan. Hanya, istilahnya berbeda, yakni ngantor di desa. Ternyata, di balik aktivitas itu, terdapat hal yang cukup mengejutkan. Ada sejumlah kepala desa (kades) dan camat yang kinerjanya masih lemot.

Hal ini disampaikan Hendy setelah banyak menyerap aspirasi masyarakat. Dirinya blusukan bukan saja melihat pembangunan fisik dan mendengar curhatan. Tapi, juga melihat kinerja para pejabat seperti kades dan camat. Hal itu dilakukan karena dulunya pada masa kampanye dia banyak memberikan program-program tentang akselerasi atau percepatan. “Dan sekarang bisa mendengarkan curhatan dari masyarakat langsung,” paparnya.

Di antara berbagai curhatan masyarakat itu, Hendy memiliki catatan khusus bagi sejumlah kades dan camat. Menurut dia, ada persoalan kinerja yang dirasa kurang cepat. “Eksekusi speed-nya belum cepat. Kurang dari yang kami harapkan,” tuturnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Hendy memaklumi kinerja sejumlah kades dan camat yang masih lambat itu. Tentu ada banyak faktor yang menyebabkan. Ke depan, seluruh kades dan camat diminta melakukan penyesuaian karena setiap kepemimpinan itu berbeda-beda. “Mungkin mereka kemarin mengikuti panduan dan lainnya. Sekarang bebas, yang penting tidak menyalahi aturan,” ujarnya.

Dalam hal menjalankan tugas pokok dan fungsinya, menurut Hendy, kades maupun camat bisa langsung bertindak sesuai rel yang ada. Tidak perlu menunggu perintah ataupun konsultasi. Sebab, kades dan camat telah memiliki tugas yang diatur dengan jelas. “Untuk menjalankan program, tidak usah konsultasi. Kerjakan saja sesuai aturan,” terangnya.

Percepatan pengambilan keputusan dalam menjalankan program, menurut Hendy, harus dilakukan demi pembangunan dan pemberdayaan masyarakat, sehingga Jember bangkit kembali.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Bupati Jember Hendy Siswanto dan Wakil Bupati (Wabup) Muhammad Balya Firjaun Barlaman kerap melakukan blusukan. Hanya, istilahnya berbeda, yakni ngantor di desa. Ternyata, di balik aktivitas itu, terdapat hal yang cukup mengejutkan. Ada sejumlah kepala desa (kades) dan camat yang kinerjanya masih lemot.

Hal ini disampaikan Hendy setelah banyak menyerap aspirasi masyarakat. Dirinya blusukan bukan saja melihat pembangunan fisik dan mendengar curhatan. Tapi, juga melihat kinerja para pejabat seperti kades dan camat. Hal itu dilakukan karena dulunya pada masa kampanye dia banyak memberikan program-program tentang akselerasi atau percepatan. “Dan sekarang bisa mendengarkan curhatan dari masyarakat langsung,” paparnya.

Di antara berbagai curhatan masyarakat itu, Hendy memiliki catatan khusus bagi sejumlah kades dan camat. Menurut dia, ada persoalan kinerja yang dirasa kurang cepat. “Eksekusi speed-nya belum cepat. Kurang dari yang kami harapkan,” tuturnya.

Hendy memaklumi kinerja sejumlah kades dan camat yang masih lambat itu. Tentu ada banyak faktor yang menyebabkan. Ke depan, seluruh kades dan camat diminta melakukan penyesuaian karena setiap kepemimpinan itu berbeda-beda. “Mungkin mereka kemarin mengikuti panduan dan lainnya. Sekarang bebas, yang penting tidak menyalahi aturan,” ujarnya.

Dalam hal menjalankan tugas pokok dan fungsinya, menurut Hendy, kades maupun camat bisa langsung bertindak sesuai rel yang ada. Tidak perlu menunggu perintah ataupun konsultasi. Sebab, kades dan camat telah memiliki tugas yang diatur dengan jelas. “Untuk menjalankan program, tidak usah konsultasi. Kerjakan saja sesuai aturan,” terangnya.

Percepatan pengambilan keputusan dalam menjalankan program, menurut Hendy, harus dilakukan demi pembangunan dan pemberdayaan masyarakat, sehingga Jember bangkit kembali.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Bupati Jember Hendy Siswanto dan Wakil Bupati (Wabup) Muhammad Balya Firjaun Barlaman kerap melakukan blusukan. Hanya, istilahnya berbeda, yakni ngantor di desa. Ternyata, di balik aktivitas itu, terdapat hal yang cukup mengejutkan. Ada sejumlah kepala desa (kades) dan camat yang kinerjanya masih lemot.

Hal ini disampaikan Hendy setelah banyak menyerap aspirasi masyarakat. Dirinya blusukan bukan saja melihat pembangunan fisik dan mendengar curhatan. Tapi, juga melihat kinerja para pejabat seperti kades dan camat. Hal itu dilakukan karena dulunya pada masa kampanye dia banyak memberikan program-program tentang akselerasi atau percepatan. “Dan sekarang bisa mendengarkan curhatan dari masyarakat langsung,” paparnya.

Di antara berbagai curhatan masyarakat itu, Hendy memiliki catatan khusus bagi sejumlah kades dan camat. Menurut dia, ada persoalan kinerja yang dirasa kurang cepat. “Eksekusi speed-nya belum cepat. Kurang dari yang kami harapkan,” tuturnya.

Hendy memaklumi kinerja sejumlah kades dan camat yang masih lambat itu. Tentu ada banyak faktor yang menyebabkan. Ke depan, seluruh kades dan camat diminta melakukan penyesuaian karena setiap kepemimpinan itu berbeda-beda. “Mungkin mereka kemarin mengikuti panduan dan lainnya. Sekarang bebas, yang penting tidak menyalahi aturan,” ujarnya.

Dalam hal menjalankan tugas pokok dan fungsinya, menurut Hendy, kades maupun camat bisa langsung bertindak sesuai rel yang ada. Tidak perlu menunggu perintah ataupun konsultasi. Sebab, kades dan camat telah memiliki tugas yang diatur dengan jelas. “Untuk menjalankan program, tidak usah konsultasi. Kerjakan saja sesuai aturan,” terangnya.

Percepatan pengambilan keputusan dalam menjalankan program, menurut Hendy, harus dilakukan demi pembangunan dan pemberdayaan masyarakat, sehingga Jember bangkit kembali.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/