alexametrics
30.1 C
Jember
Friday, 27 May 2022

Tidak Ada Regenerasi, KUD Banyak yang Mati

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Jember memiliki 27 koperasi unit desa (KUD) yang tersebar di desa-desa. Sebanyak 17 di antaranya masih eksis hingga sekarang. Namun, 10 KUD lainnya sudah tidak aktif.

BACA JUGA : Berkolaborasi dengan Koperasi Pesantren Zain Amanah

Ketua Bidang Kelembagaan dan Pengawasan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Jember Suhartini mengungkapkan penyebab matinya KUD. “Zaman dahulu selalu diberikan fasilitas dan modal oleh pemerintah,” terangnya, Selasa (19/4). Mulai dari bantuan bibit, pupuk, sampai alat dan mesin pertanian (alsintan).

Mobile_AP_Rectangle 2

Hal itu membuat KUD terlena dan lupa bahwa koperasi adalah bisnis yang berkelanjutan. Kemandirian para anggotanya kurang terbentuk, hingga berjalannya waktu ketika pemerintah lepas tangan, koperasi tidak siap. Selain itu, para anggotanya yang sudah uzur juga menjadi hambatan. “Tidak ada regenerasi anggota,” kata Suhartini.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Jember memiliki 27 koperasi unit desa (KUD) yang tersebar di desa-desa. Sebanyak 17 di antaranya masih eksis hingga sekarang. Namun, 10 KUD lainnya sudah tidak aktif.

BACA JUGA : Berkolaborasi dengan Koperasi Pesantren Zain Amanah

Ketua Bidang Kelembagaan dan Pengawasan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Jember Suhartini mengungkapkan penyebab matinya KUD. “Zaman dahulu selalu diberikan fasilitas dan modal oleh pemerintah,” terangnya, Selasa (19/4). Mulai dari bantuan bibit, pupuk, sampai alat dan mesin pertanian (alsintan).

Hal itu membuat KUD terlena dan lupa bahwa koperasi adalah bisnis yang berkelanjutan. Kemandirian para anggotanya kurang terbentuk, hingga berjalannya waktu ketika pemerintah lepas tangan, koperasi tidak siap. Selain itu, para anggotanya yang sudah uzur juga menjadi hambatan. “Tidak ada regenerasi anggota,” kata Suhartini.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Jember memiliki 27 koperasi unit desa (KUD) yang tersebar di desa-desa. Sebanyak 17 di antaranya masih eksis hingga sekarang. Namun, 10 KUD lainnya sudah tidak aktif.

BACA JUGA : Berkolaborasi dengan Koperasi Pesantren Zain Amanah

Ketua Bidang Kelembagaan dan Pengawasan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Jember Suhartini mengungkapkan penyebab matinya KUD. “Zaman dahulu selalu diberikan fasilitas dan modal oleh pemerintah,” terangnya, Selasa (19/4). Mulai dari bantuan bibit, pupuk, sampai alat dan mesin pertanian (alsintan).

Hal itu membuat KUD terlena dan lupa bahwa koperasi adalah bisnis yang berkelanjutan. Kemandirian para anggotanya kurang terbentuk, hingga berjalannya waktu ketika pemerintah lepas tangan, koperasi tidak siap. Selain itu, para anggotanya yang sudah uzur juga menjadi hambatan. “Tidak ada regenerasi anggota,” kata Suhartini.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/