alexametrics
23.5 C
Jember
Saturday, 21 May 2022

Setoran Lancar, Renovasi Tersendat

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Keadaan kontras terlihat pada beberapa pasar tradisional di Jember. Jika beberapa pasar lainnya telah mendapat program revitalisasi dari Pemkab Jember, kondisi berbeda terjadi di Pasar Ambulu. Selama beberapa tahun terakhir, salah satu pasar terbesar di wilayah Jember selatan ini justru tak pernah mendapat sentuhan renovasi sama sekali. Padahal, setoran retribusi yang ditarget Rp 464 juta per tahun lancar dibayarkan ke kas daerah.

Supaidi, salah seorang pedagang buah di Pasar Ambulu, mengatakan, sejak lima tahun terakhir,
belum ada pembangunan pasar sama sekali di pasar itu. Akibatnya, kondisi pasar terlihat kotor. Bahkan ketika hujan turun, air menggenang cukup lama. “Karena peresapannya lambat, pasar menjadi becek dan kumuh,” katanya, kemarin (8/4).

Bukan hanya kondisi pasar, terkait penertiban pedagang juga dinilainya kurang. Dampaknya tentu saja merugikan pedagang. Sebab, muncul persaingan antarpenjual yang kurang sehat. Misalnya, Supaidi mengungkapkan, pedagang yang di dalam pasar berjualan di luar pasar, sehingga yang berada di dalam dagangannya tidak laku.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dia pun berharap, praktik pedagang semacam itu ditertibkan. Termasuk mereka yang sering jualan di trotoar, karena mengganggu pengendara dan warga yang melintas. “Kalau pagi itu, mobil tidak bisa salipan. Pak Mantri tidak bisa. Itu yang bisa melakukan Satpol PP,” tutur pria yang sudah berdagang selama 30 tahun di Pasar Ambulu ini.

Sujinah, penjual daging di pasar setempat, juga menyampaikan hal serupa. Kata dia, banyak bangunan yang sudah rusak dan bocor. Akibatnya, saat musim hujan lapak pedagang selalu banjir. Menurutnya, kondisi seperti ini sudah berlangsung lama. Bahkan, sejak empat dekade lalu. “Meski lapak pedagang banyak yang rusak, tapi tetap tidak ada pembangunan. Mungkin sudah empat puluh tahun. Sebenarnya, paling tidak bagian yang rusak-rusak itu diganti, pedagang sudah senang,” ucapnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Keadaan kontras terlihat pada beberapa pasar tradisional di Jember. Jika beberapa pasar lainnya telah mendapat program revitalisasi dari Pemkab Jember, kondisi berbeda terjadi di Pasar Ambulu. Selama beberapa tahun terakhir, salah satu pasar terbesar di wilayah Jember selatan ini justru tak pernah mendapat sentuhan renovasi sama sekali. Padahal, setoran retribusi yang ditarget Rp 464 juta per tahun lancar dibayarkan ke kas daerah.

Supaidi, salah seorang pedagang buah di Pasar Ambulu, mengatakan, sejak lima tahun terakhir,
belum ada pembangunan pasar sama sekali di pasar itu. Akibatnya, kondisi pasar terlihat kotor. Bahkan ketika hujan turun, air menggenang cukup lama. “Karena peresapannya lambat, pasar menjadi becek dan kumuh,” katanya, kemarin (8/4).

Bukan hanya kondisi pasar, terkait penertiban pedagang juga dinilainya kurang. Dampaknya tentu saja merugikan pedagang. Sebab, muncul persaingan antarpenjual yang kurang sehat. Misalnya, Supaidi mengungkapkan, pedagang yang di dalam pasar berjualan di luar pasar, sehingga yang berada di dalam dagangannya tidak laku.

Dia pun berharap, praktik pedagang semacam itu ditertibkan. Termasuk mereka yang sering jualan di trotoar, karena mengganggu pengendara dan warga yang melintas. “Kalau pagi itu, mobil tidak bisa salipan. Pak Mantri tidak bisa. Itu yang bisa melakukan Satpol PP,” tutur pria yang sudah berdagang selama 30 tahun di Pasar Ambulu ini.

Sujinah, penjual daging di pasar setempat, juga menyampaikan hal serupa. Kata dia, banyak bangunan yang sudah rusak dan bocor. Akibatnya, saat musim hujan lapak pedagang selalu banjir. Menurutnya, kondisi seperti ini sudah berlangsung lama. Bahkan, sejak empat dekade lalu. “Meski lapak pedagang banyak yang rusak, tapi tetap tidak ada pembangunan. Mungkin sudah empat puluh tahun. Sebenarnya, paling tidak bagian yang rusak-rusak itu diganti, pedagang sudah senang,” ucapnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Keadaan kontras terlihat pada beberapa pasar tradisional di Jember. Jika beberapa pasar lainnya telah mendapat program revitalisasi dari Pemkab Jember, kondisi berbeda terjadi di Pasar Ambulu. Selama beberapa tahun terakhir, salah satu pasar terbesar di wilayah Jember selatan ini justru tak pernah mendapat sentuhan renovasi sama sekali. Padahal, setoran retribusi yang ditarget Rp 464 juta per tahun lancar dibayarkan ke kas daerah.

Supaidi, salah seorang pedagang buah di Pasar Ambulu, mengatakan, sejak lima tahun terakhir,
belum ada pembangunan pasar sama sekali di pasar itu. Akibatnya, kondisi pasar terlihat kotor. Bahkan ketika hujan turun, air menggenang cukup lama. “Karena peresapannya lambat, pasar menjadi becek dan kumuh,” katanya, kemarin (8/4).

Bukan hanya kondisi pasar, terkait penertiban pedagang juga dinilainya kurang. Dampaknya tentu saja merugikan pedagang. Sebab, muncul persaingan antarpenjual yang kurang sehat. Misalnya, Supaidi mengungkapkan, pedagang yang di dalam pasar berjualan di luar pasar, sehingga yang berada di dalam dagangannya tidak laku.

Dia pun berharap, praktik pedagang semacam itu ditertibkan. Termasuk mereka yang sering jualan di trotoar, karena mengganggu pengendara dan warga yang melintas. “Kalau pagi itu, mobil tidak bisa salipan. Pak Mantri tidak bisa. Itu yang bisa melakukan Satpol PP,” tutur pria yang sudah berdagang selama 30 tahun di Pasar Ambulu ini.

Sujinah, penjual daging di pasar setempat, juga menyampaikan hal serupa. Kata dia, banyak bangunan yang sudah rusak dan bocor. Akibatnya, saat musim hujan lapak pedagang selalu banjir. Menurutnya, kondisi seperti ini sudah berlangsung lama. Bahkan, sejak empat dekade lalu. “Meski lapak pedagang banyak yang rusak, tapi tetap tidak ada pembangunan. Mungkin sudah empat puluh tahun. Sebenarnya, paling tidak bagian yang rusak-rusak itu diganti, pedagang sudah senang,” ucapnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/