alexametrics
27.5 C
Jember
Tuesday, 28 June 2022

Satu Tahun Bupati Banyak Cacatan Merah

Mobile_AP_Rectangle 1

Bupati Jember juga menegaskan agar mahasiswa PMII terus mengoreksi Pemerintah Jember untuk kebaikan semua keluarga yang ada di Kabupaten Jember. Tak hanya itu, Hendy juga mengakui banyak kesalahan dan masih banyak kekurangan. Namun, dirinya menegaskan bahwa akan memperbaiki kekurangan itu dengan dibantu oleh wakil bupati beserta jajaran pemerintah setempat. “Tentunya tahun ini, tahun 2022 ini, harus mampu lebih bagus lagi ke depan,” pungkasnya.

Bupati yang baru menjabat selama setahun itu juga akan menerima secara baik apa pun sistem yang dikehendaki massa aksi, dan dirinya akan berusaha melaksanakan sesuai regulasi yang ada. “Kami selalu harus berada di dalam rel regulasi itu,” ucapnya.

Setelah itu, Bupati Jember tersebut didesak agar menandatangani nota kesepakatan. Namun, Hendy tidak langsung mengamini hal tersebut. Menurut dia, ada bagian yang harus dibaca terlebih dahulu, seperti RTRW yang sudah selesai dan sekarang sudah dibahas. “Makanya ada koreksi-koreksi. Jangan sampai saya salah tandatangan, justru salah,” tandasnya. Ia menambahkan akan segera di evaluasi hari ini juga dan pihaknya akan mengabari setelah 1 sampai 2 hari ke depan.

Mobile_AP_Rectangle 2

Tak berhenti di situ, setelah bupati meninggalkan tempat, massa aksi menaburkan bunga di depan Kantor Pemkab Jember dan membakar ban. Hal itu dilakukan sebagai bentuk kekecewaan kepada bupati akibat tidak menandatangani nota kesepakatan.

Menurut Faqih Alharomain, Ketua Umum PC PMII Jember, aksi kali ini dilakukan terkait janji politik bupati dan kebijakan strategis bupati hari ini dalam wilayah banyak isu. “Namun, yang kita tahu, di dalam rumusan-rumusan kebijakan publik sangat teknokratik,” pungkasnya. (mg1/mg2/c2/nur)

- Advertisement -

Bupati Jember juga menegaskan agar mahasiswa PMII terus mengoreksi Pemerintah Jember untuk kebaikan semua keluarga yang ada di Kabupaten Jember. Tak hanya itu, Hendy juga mengakui banyak kesalahan dan masih banyak kekurangan. Namun, dirinya menegaskan bahwa akan memperbaiki kekurangan itu dengan dibantu oleh wakil bupati beserta jajaran pemerintah setempat. “Tentunya tahun ini, tahun 2022 ini, harus mampu lebih bagus lagi ke depan,” pungkasnya.

Bupati yang baru menjabat selama setahun itu juga akan menerima secara baik apa pun sistem yang dikehendaki massa aksi, dan dirinya akan berusaha melaksanakan sesuai regulasi yang ada. “Kami selalu harus berada di dalam rel regulasi itu,” ucapnya.

Setelah itu, Bupati Jember tersebut didesak agar menandatangani nota kesepakatan. Namun, Hendy tidak langsung mengamini hal tersebut. Menurut dia, ada bagian yang harus dibaca terlebih dahulu, seperti RTRW yang sudah selesai dan sekarang sudah dibahas. “Makanya ada koreksi-koreksi. Jangan sampai saya salah tandatangan, justru salah,” tandasnya. Ia menambahkan akan segera di evaluasi hari ini juga dan pihaknya akan mengabari setelah 1 sampai 2 hari ke depan.

Tak berhenti di situ, setelah bupati meninggalkan tempat, massa aksi menaburkan bunga di depan Kantor Pemkab Jember dan membakar ban. Hal itu dilakukan sebagai bentuk kekecewaan kepada bupati akibat tidak menandatangani nota kesepakatan.

Menurut Faqih Alharomain, Ketua Umum PC PMII Jember, aksi kali ini dilakukan terkait janji politik bupati dan kebijakan strategis bupati hari ini dalam wilayah banyak isu. “Namun, yang kita tahu, di dalam rumusan-rumusan kebijakan publik sangat teknokratik,” pungkasnya. (mg1/mg2/c2/nur)

Bupati Jember juga menegaskan agar mahasiswa PMII terus mengoreksi Pemerintah Jember untuk kebaikan semua keluarga yang ada di Kabupaten Jember. Tak hanya itu, Hendy juga mengakui banyak kesalahan dan masih banyak kekurangan. Namun, dirinya menegaskan bahwa akan memperbaiki kekurangan itu dengan dibantu oleh wakil bupati beserta jajaran pemerintah setempat. “Tentunya tahun ini, tahun 2022 ini, harus mampu lebih bagus lagi ke depan,” pungkasnya.

Bupati yang baru menjabat selama setahun itu juga akan menerima secara baik apa pun sistem yang dikehendaki massa aksi, dan dirinya akan berusaha melaksanakan sesuai regulasi yang ada. “Kami selalu harus berada di dalam rel regulasi itu,” ucapnya.

Setelah itu, Bupati Jember tersebut didesak agar menandatangani nota kesepakatan. Namun, Hendy tidak langsung mengamini hal tersebut. Menurut dia, ada bagian yang harus dibaca terlebih dahulu, seperti RTRW yang sudah selesai dan sekarang sudah dibahas. “Makanya ada koreksi-koreksi. Jangan sampai saya salah tandatangan, justru salah,” tandasnya. Ia menambahkan akan segera di evaluasi hari ini juga dan pihaknya akan mengabari setelah 1 sampai 2 hari ke depan.

Tak berhenti di situ, setelah bupati meninggalkan tempat, massa aksi menaburkan bunga di depan Kantor Pemkab Jember dan membakar ban. Hal itu dilakukan sebagai bentuk kekecewaan kepada bupati akibat tidak menandatangani nota kesepakatan.

Menurut Faqih Alharomain, Ketua Umum PC PMII Jember, aksi kali ini dilakukan terkait janji politik bupati dan kebijakan strategis bupati hari ini dalam wilayah banyak isu. “Namun, yang kita tahu, di dalam rumusan-rumusan kebijakan publik sangat teknokratik,” pungkasnya. (mg1/mg2/c2/nur)

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/