alexametrics
23.5 C
Jember
Saturday, 21 May 2022

Satu Tahun Bupati Banyak Cacatan Merah

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Jember menggelar demonstrasi di Kantor Pemerintah Kabupaten Jember (Pemkab Jember), kemarin (8/3). Mereka turun jalan karena menilai ada sejumlah catatan merah selama setahun Bupati Hendy Siswanto dan Wakil Bupati MB Firjaun Barlaman menjabat.

Mahasiswa yang mengenakan dress code hitam itu awalnya berjalan kali dari Jalan Kalimantan menuju Kantor Pemkab Jember. Begitu sampai, masa melakukan orasi untuk menyampaikan aspirasi mereka dan menggelar teatrikal.

Para aktivis itu mendesak pemkab untuk mengedepankan aspek lingkungan dalam peninjauan rencana tata ruang wilayah (RTRW) dengan membuat kajian lingkungan hidup strategis (KLHS). Mahasiswa juga meminta agar pemerintah segera menyelesaikan pembangunan pabrik pupuk organik untuk mengatasi kelangkaan pupuk.

Mobile_AP_Rectangle 2

Tak hanya itu, mahasiswa juga meminta penertiban kepada seluruh aktivitas industri yang mengancam ekosistem laut. Selain itu, melakukan pemerataan perbaikan jalan, merealisasikan janji politik dalam sektor pendidikan, membatalkan konversi lahan perkebunan Rembangan dari buah naga menjadi kelengkeng karena tidak tercantum dalam RPJMD dan RKPD 2022. Dan segera mencabut Raperda BUMD Gunung Sadeng karena tidak tercantum dalam RPJMD 2021–2026. Pemerintah juga diminta untuk melakukan tata kelola kebijakan yang terukur berdasarkan norma dan regulasi hukum, serta memiliki implikasi kesejahteraan masyarakat.

Menurut Mujahid Yusuf, salah satu orator, seharusnya bupati hari ini duduk di depan masa untuk memenuhi janji kampanye politik kepada masyarakat yang ingin meningkatkan perekonomian. “Tapi, hari ini belum ada ataupun belum ada eksekusi yang konkret,” katanya.

Setelah beberapa saat, Bupati Jember Hendy Siswanto menemui massa dengan didampingi wakilnya, Gus Firjaun. Hendy menerima semua cacatan merah. Bupati berterus terang, pihaknya tidak bisa menyelesaikan permasalahan yang ada di Jember dalam waktu singkat, apalagi seorang diri. “Harus dipikir bersama-sama, termasuk dengan teman-teman mahasiswa PMII,” jelasnya. Dirinya juga menambahkan agar mahasiswa Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia terus seperti ini.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Jember menggelar demonstrasi di Kantor Pemerintah Kabupaten Jember (Pemkab Jember), kemarin (8/3). Mereka turun jalan karena menilai ada sejumlah catatan merah selama setahun Bupati Hendy Siswanto dan Wakil Bupati MB Firjaun Barlaman menjabat.

Mahasiswa yang mengenakan dress code hitam itu awalnya berjalan kali dari Jalan Kalimantan menuju Kantor Pemkab Jember. Begitu sampai, masa melakukan orasi untuk menyampaikan aspirasi mereka dan menggelar teatrikal.

Para aktivis itu mendesak pemkab untuk mengedepankan aspek lingkungan dalam peninjauan rencana tata ruang wilayah (RTRW) dengan membuat kajian lingkungan hidup strategis (KLHS). Mahasiswa juga meminta agar pemerintah segera menyelesaikan pembangunan pabrik pupuk organik untuk mengatasi kelangkaan pupuk.

Tak hanya itu, mahasiswa juga meminta penertiban kepada seluruh aktivitas industri yang mengancam ekosistem laut. Selain itu, melakukan pemerataan perbaikan jalan, merealisasikan janji politik dalam sektor pendidikan, membatalkan konversi lahan perkebunan Rembangan dari buah naga menjadi kelengkeng karena tidak tercantum dalam RPJMD dan RKPD 2022. Dan segera mencabut Raperda BUMD Gunung Sadeng karena tidak tercantum dalam RPJMD 2021–2026. Pemerintah juga diminta untuk melakukan tata kelola kebijakan yang terukur berdasarkan norma dan regulasi hukum, serta memiliki implikasi kesejahteraan masyarakat.

Menurut Mujahid Yusuf, salah satu orator, seharusnya bupati hari ini duduk di depan masa untuk memenuhi janji kampanye politik kepada masyarakat yang ingin meningkatkan perekonomian. “Tapi, hari ini belum ada ataupun belum ada eksekusi yang konkret,” katanya.

Setelah beberapa saat, Bupati Jember Hendy Siswanto menemui massa dengan didampingi wakilnya, Gus Firjaun. Hendy menerima semua cacatan merah. Bupati berterus terang, pihaknya tidak bisa menyelesaikan permasalahan yang ada di Jember dalam waktu singkat, apalagi seorang diri. “Harus dipikir bersama-sama, termasuk dengan teman-teman mahasiswa PMII,” jelasnya. Dirinya juga menambahkan agar mahasiswa Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia terus seperti ini.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Jember menggelar demonstrasi di Kantor Pemerintah Kabupaten Jember (Pemkab Jember), kemarin (8/3). Mereka turun jalan karena menilai ada sejumlah catatan merah selama setahun Bupati Hendy Siswanto dan Wakil Bupati MB Firjaun Barlaman menjabat.

Mahasiswa yang mengenakan dress code hitam itu awalnya berjalan kali dari Jalan Kalimantan menuju Kantor Pemkab Jember. Begitu sampai, masa melakukan orasi untuk menyampaikan aspirasi mereka dan menggelar teatrikal.

Para aktivis itu mendesak pemkab untuk mengedepankan aspek lingkungan dalam peninjauan rencana tata ruang wilayah (RTRW) dengan membuat kajian lingkungan hidup strategis (KLHS). Mahasiswa juga meminta agar pemerintah segera menyelesaikan pembangunan pabrik pupuk organik untuk mengatasi kelangkaan pupuk.

Tak hanya itu, mahasiswa juga meminta penertiban kepada seluruh aktivitas industri yang mengancam ekosistem laut. Selain itu, melakukan pemerataan perbaikan jalan, merealisasikan janji politik dalam sektor pendidikan, membatalkan konversi lahan perkebunan Rembangan dari buah naga menjadi kelengkeng karena tidak tercantum dalam RPJMD dan RKPD 2022. Dan segera mencabut Raperda BUMD Gunung Sadeng karena tidak tercantum dalam RPJMD 2021–2026. Pemerintah juga diminta untuk melakukan tata kelola kebijakan yang terukur berdasarkan norma dan regulasi hukum, serta memiliki implikasi kesejahteraan masyarakat.

Menurut Mujahid Yusuf, salah satu orator, seharusnya bupati hari ini duduk di depan masa untuk memenuhi janji kampanye politik kepada masyarakat yang ingin meningkatkan perekonomian. “Tapi, hari ini belum ada ataupun belum ada eksekusi yang konkret,” katanya.

Setelah beberapa saat, Bupati Jember Hendy Siswanto menemui massa dengan didampingi wakilnya, Gus Firjaun. Hendy menerima semua cacatan merah. Bupati berterus terang, pihaknya tidak bisa menyelesaikan permasalahan yang ada di Jember dalam waktu singkat, apalagi seorang diri. “Harus dipikir bersama-sama, termasuk dengan teman-teman mahasiswa PMII,” jelasnya. Dirinya juga menambahkan agar mahasiswa Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia terus seperti ini.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/