alexametrics
24.1 C
Jember
Wednesday, 25 May 2022

Kedatangan Tamu dari Bali, Rapat di DPRD Gelap Gulita

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Gelap gulita, beginilah kondisi ruang Bamus DPRD Jember, Selasa (9/3) pagi. Hal itu tidak lain karena ada pemadaman listrik. Ironisnya, di saat bersamaan, ruang bamus sedang dipakai untuk menerima kunjungan kerja Pemkab Jembrana dan Pemkab Bangli, Provinsi Bali ke DPRD Jember.

Ketika pemadaman listrik terjadi, staf yang bekerja di DPRD pun langsung mencoba menghidupkan listrik lewat bantuan genset. Tapi setelah ditelusuri ternyata listrik padam tersebut bukan karena gangguan PLN. Justru padam akibat beban pemakaian listrik di Gedung DPRD melebihi voltase.

Alhasil, rapat pun diselenggarakan dengan kondisi gelap. Sebelum listrik kembali menyala, akhirnya rapat berakhir.

Mobile_AP_Rectangle 2

Ketua Komisi B DPRD Jember Siswoni mengatakan, melihat kondisi gedung DPRD seperti ini, saat ada rapat padam cukup lama, dia mengaku cukup malu. Apalagi saat itu tengah ada tamu daerah lain untuk kunjungan kerja. “Jadi persoalan listrik sebenarnya bukan hari ini saja,” ucapnya.

Menurutnya, peningkatan voltase di gedung DPRD sangat diperlukan. Selain itu, perlu juga ada genset yang otomatis hidup saat listrik padam. “Dimaklumi kondisi gedung DPRD Jember saat ini,” paparnya. Bahkan, saat hujan, beberapa bagian di gedung wakil rakyat itu banyak yang bocor.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Gelap gulita, beginilah kondisi ruang Bamus DPRD Jember, Selasa (9/3) pagi. Hal itu tidak lain karena ada pemadaman listrik. Ironisnya, di saat bersamaan, ruang bamus sedang dipakai untuk menerima kunjungan kerja Pemkab Jembrana dan Pemkab Bangli, Provinsi Bali ke DPRD Jember.

Ketika pemadaman listrik terjadi, staf yang bekerja di DPRD pun langsung mencoba menghidupkan listrik lewat bantuan genset. Tapi setelah ditelusuri ternyata listrik padam tersebut bukan karena gangguan PLN. Justru padam akibat beban pemakaian listrik di Gedung DPRD melebihi voltase.

Alhasil, rapat pun diselenggarakan dengan kondisi gelap. Sebelum listrik kembali menyala, akhirnya rapat berakhir.

Ketua Komisi B DPRD Jember Siswoni mengatakan, melihat kondisi gedung DPRD seperti ini, saat ada rapat padam cukup lama, dia mengaku cukup malu. Apalagi saat itu tengah ada tamu daerah lain untuk kunjungan kerja. “Jadi persoalan listrik sebenarnya bukan hari ini saja,” ucapnya.

Menurutnya, peningkatan voltase di gedung DPRD sangat diperlukan. Selain itu, perlu juga ada genset yang otomatis hidup saat listrik padam. “Dimaklumi kondisi gedung DPRD Jember saat ini,” paparnya. Bahkan, saat hujan, beberapa bagian di gedung wakil rakyat itu banyak yang bocor.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Gelap gulita, beginilah kondisi ruang Bamus DPRD Jember, Selasa (9/3) pagi. Hal itu tidak lain karena ada pemadaman listrik. Ironisnya, di saat bersamaan, ruang bamus sedang dipakai untuk menerima kunjungan kerja Pemkab Jembrana dan Pemkab Bangli, Provinsi Bali ke DPRD Jember.

Ketika pemadaman listrik terjadi, staf yang bekerja di DPRD pun langsung mencoba menghidupkan listrik lewat bantuan genset. Tapi setelah ditelusuri ternyata listrik padam tersebut bukan karena gangguan PLN. Justru padam akibat beban pemakaian listrik di Gedung DPRD melebihi voltase.

Alhasil, rapat pun diselenggarakan dengan kondisi gelap. Sebelum listrik kembali menyala, akhirnya rapat berakhir.

Ketua Komisi B DPRD Jember Siswoni mengatakan, melihat kondisi gedung DPRD seperti ini, saat ada rapat padam cukup lama, dia mengaku cukup malu. Apalagi saat itu tengah ada tamu daerah lain untuk kunjungan kerja. “Jadi persoalan listrik sebenarnya bukan hari ini saja,” ucapnya.

Menurutnya, peningkatan voltase di gedung DPRD sangat diperlukan. Selain itu, perlu juga ada genset yang otomatis hidup saat listrik padam. “Dimaklumi kondisi gedung DPRD Jember saat ini,” paparnya. Bahkan, saat hujan, beberapa bagian di gedung wakil rakyat itu banyak yang bocor.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/