alexametrics
22.9 C
Jember
Sunday, 22 May 2022

Dukung Lembaga dengan Berbagai Inovasi

Hendy-Firjaun Lanjut Sambang OPD

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Bupati dan Wakil Bupati Jember Hendy Siswanto-Muhammad Balya Firjaun Barlaman kembali mengunjungi beberapa organisasi perangkat daerah (OPD), kemarin (8/3). Mulai dari Dinas Sosial, Dinas Perhubungan, Dinas Komunikasi dan Informatika, hingga Dinas Tenaga Kerja. Dalam lawatannya, Hendy-Firjaun mengulik beberapa hal terkait dengan inovasi yang bisa dimanfaatkan di setiap OPD.

Di Dinas Perhubungan misalnya. Menurut dia, angkutan konvensional alias angkutan offline perlu disetarakan dengan angkutan online untuk mengikuti perubahan zaman. “Karena tidak mungkin selamanya terus menjadi angkutan konvensional,” paparnya. Dengan begitu, bisa mengikuti perkembangan serta supaya tidak ditelan zaman.

Kesulitan itu diungkapkan Hendy saat melihat salah satu angkutan kota menunggu penumpang di terminal. Tentu saja, hal itu merupakan sesuatu yang menyulitkan dan polanya sudah harus diubah. Mengingat pelanggan sekarang sudah jauh berbeda dengan dulu. “Tinggal nanti segera disiapkan sebuah dedikasi dan edukasi untuk angkutan konvensional ini,” ungkapnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Selain itu, angkutan tradisional seperti becak, lanjut dia, bisa diarahkan ke tempat-tempat pariwisata. Namun, dia menegaskan, becak yang dimaksud bukan bentor atau becak motor yang menyalahi aturan. Dia menuturkan bahwa hingga saat ini tak ada regulasi terkait dengan pengadaan bentor itu. “Tak ada SIM, minim pengamanan, dan izin kendaraan yang tidak jelas,” ungkapnya.

Selain di Dinas Perhubungan, Hendy berlanjut ke Dinas Komunikasi dan Informatika. Dia berharap Diskominfo bisa menjadi wadah Pemerintah Kabupaten Jember dalam branding program Smart Village. “Diharapkan program itu bisa menjangkau setiap wilayah. Soalnya, masih ada daerah yang blank spot,” ujarnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Bupati dan Wakil Bupati Jember Hendy Siswanto-Muhammad Balya Firjaun Barlaman kembali mengunjungi beberapa organisasi perangkat daerah (OPD), kemarin (8/3). Mulai dari Dinas Sosial, Dinas Perhubungan, Dinas Komunikasi dan Informatika, hingga Dinas Tenaga Kerja. Dalam lawatannya, Hendy-Firjaun mengulik beberapa hal terkait dengan inovasi yang bisa dimanfaatkan di setiap OPD.

Di Dinas Perhubungan misalnya. Menurut dia, angkutan konvensional alias angkutan offline perlu disetarakan dengan angkutan online untuk mengikuti perubahan zaman. “Karena tidak mungkin selamanya terus menjadi angkutan konvensional,” paparnya. Dengan begitu, bisa mengikuti perkembangan serta supaya tidak ditelan zaman.

Kesulitan itu diungkapkan Hendy saat melihat salah satu angkutan kota menunggu penumpang di terminal. Tentu saja, hal itu merupakan sesuatu yang menyulitkan dan polanya sudah harus diubah. Mengingat pelanggan sekarang sudah jauh berbeda dengan dulu. “Tinggal nanti segera disiapkan sebuah dedikasi dan edukasi untuk angkutan konvensional ini,” ungkapnya.

Selain itu, angkutan tradisional seperti becak, lanjut dia, bisa diarahkan ke tempat-tempat pariwisata. Namun, dia menegaskan, becak yang dimaksud bukan bentor atau becak motor yang menyalahi aturan. Dia menuturkan bahwa hingga saat ini tak ada regulasi terkait dengan pengadaan bentor itu. “Tak ada SIM, minim pengamanan, dan izin kendaraan yang tidak jelas,” ungkapnya.

Selain di Dinas Perhubungan, Hendy berlanjut ke Dinas Komunikasi dan Informatika. Dia berharap Diskominfo bisa menjadi wadah Pemerintah Kabupaten Jember dalam branding program Smart Village. “Diharapkan program itu bisa menjangkau setiap wilayah. Soalnya, masih ada daerah yang blank spot,” ujarnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Bupati dan Wakil Bupati Jember Hendy Siswanto-Muhammad Balya Firjaun Barlaman kembali mengunjungi beberapa organisasi perangkat daerah (OPD), kemarin (8/3). Mulai dari Dinas Sosial, Dinas Perhubungan, Dinas Komunikasi dan Informatika, hingga Dinas Tenaga Kerja. Dalam lawatannya, Hendy-Firjaun mengulik beberapa hal terkait dengan inovasi yang bisa dimanfaatkan di setiap OPD.

Di Dinas Perhubungan misalnya. Menurut dia, angkutan konvensional alias angkutan offline perlu disetarakan dengan angkutan online untuk mengikuti perubahan zaman. “Karena tidak mungkin selamanya terus menjadi angkutan konvensional,” paparnya. Dengan begitu, bisa mengikuti perkembangan serta supaya tidak ditelan zaman.

Kesulitan itu diungkapkan Hendy saat melihat salah satu angkutan kota menunggu penumpang di terminal. Tentu saja, hal itu merupakan sesuatu yang menyulitkan dan polanya sudah harus diubah. Mengingat pelanggan sekarang sudah jauh berbeda dengan dulu. “Tinggal nanti segera disiapkan sebuah dedikasi dan edukasi untuk angkutan konvensional ini,” ungkapnya.

Selain itu, angkutan tradisional seperti becak, lanjut dia, bisa diarahkan ke tempat-tempat pariwisata. Namun, dia menegaskan, becak yang dimaksud bukan bentor atau becak motor yang menyalahi aturan. Dia menuturkan bahwa hingga saat ini tak ada regulasi terkait dengan pengadaan bentor itu. “Tak ada SIM, minim pengamanan, dan izin kendaraan yang tidak jelas,” ungkapnya.

Selain di Dinas Perhubungan, Hendy berlanjut ke Dinas Komunikasi dan Informatika. Dia berharap Diskominfo bisa menjadi wadah Pemerintah Kabupaten Jember dalam branding program Smart Village. “Diharapkan program itu bisa menjangkau setiap wilayah. Soalnya, masih ada daerah yang blank spot,” ujarnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/