alexametrics
31.3 C
Jember
Wednesday, 25 May 2022

Terjadi Ketimpangan, Pengadaan Beras Bansos di Jember Picu Kecemburuan

"Kami hanya dapat jatah pengadaan 30 ton beras. Padahal, kalau pembagian kuotanya disesuaikan kemampuan, kami bisa lebih." Imam Syafi'i - Ketua KUD Sumberalam

Mobile_AP_Rectangle 1

SUMBERSARI, RADARJEMBER.ID – Pemkab Jember telah membeli 500 ton beras dari total 1.000 ton beras untuk bantuan sosial (bansos). Pengadaan itu melibatkan pemasok lokal yang berasal dari gabungan kelompok tani (gapoktan) dan koperasi unit desa (KUD). Namun, pelaksanaannya dinilai timpang, karena masing-masing pemasok tidak mendapatkan jatah yang sama. Letupan kecemburuan di balik pembagian kuota pengadaan beras ini muncul dalam rapat dengar pendapat (RDP) di gedung dewan, kemarin (7/9).

Dalam rapat kali ini, Pansus Covid-19 DPRD Jember menghadirkan delapan penyedia beras. Melalui kesempatan itu, Wakil Ketua Pansus David Handoko Seto meminta agar masing-masing gapoktan atau KUD yang menjadi pemasok beras menyampaikan aspirasi dan masukannya.

Salah satu penyedia beras adalah KUD Sumberalam, Desa Pontang, Kecamatan Ambulu. Dalam pengadaan beras tahap awal, KUD ini mendapat kuota yang dinilai cukup minim dari total pengadaan 500 ton beras. “Kami hanya dapat jatah pengadaan 30 ton beras. Padahal, kalau pembagian kuotanya disesuaikan kemampuan, kami bisa lebih,” kata Imam Syafi’i, Ketua KUD Sumberalam.

Mobile_AP_Rectangle 2

Apabila pembagian kuota disesuaikan kemampuan, menurutnya, ketimpangan kuota selayaknya tidak begitu jauh. Dia pun menyampaikan agar nantinya ada evaluasi sehingga lebih adil dan tidak terkesan ada permainan.

Ketimpangan pembagian kuota pengadaan beras yang disampaikan Imam cukup masuk akal. Sebab, dari delapan penyedia beras tersebut, ada yang dapat jatah pengadaan 100 ton dan ada yang mendapat 120 ton beras. Di sisi lain, ada yang hanya mendapat kuota 30 ton. Jika dibandingkan dengan yang 100 ton saja, selisihnya cukup jauh.

Apa yang disampaikan Imam Syafi’i berbeda dengan Ridwan Ahmad Rahbini, Ketua Gapoktan Mitra Tani Sejati, Desa Sumberjati, Kecamatan Silo. Gapoktan ini juga mendapatkan kuota pengadaan 30 ton, namun hal itu sesuai kemampuan kelompoknya. “Kalau kami sesuai dengan kemampuan. Alhamdulillah, kami sangat terbantu,” katanya.

- Advertisement -

SUMBERSARI, RADARJEMBER.ID – Pemkab Jember telah membeli 500 ton beras dari total 1.000 ton beras untuk bantuan sosial (bansos). Pengadaan itu melibatkan pemasok lokal yang berasal dari gabungan kelompok tani (gapoktan) dan koperasi unit desa (KUD). Namun, pelaksanaannya dinilai timpang, karena masing-masing pemasok tidak mendapatkan jatah yang sama. Letupan kecemburuan di balik pembagian kuota pengadaan beras ini muncul dalam rapat dengar pendapat (RDP) di gedung dewan, kemarin (7/9).

Dalam rapat kali ini, Pansus Covid-19 DPRD Jember menghadirkan delapan penyedia beras. Melalui kesempatan itu, Wakil Ketua Pansus David Handoko Seto meminta agar masing-masing gapoktan atau KUD yang menjadi pemasok beras menyampaikan aspirasi dan masukannya.

Salah satu penyedia beras adalah KUD Sumberalam, Desa Pontang, Kecamatan Ambulu. Dalam pengadaan beras tahap awal, KUD ini mendapat kuota yang dinilai cukup minim dari total pengadaan 500 ton beras. “Kami hanya dapat jatah pengadaan 30 ton beras. Padahal, kalau pembagian kuotanya disesuaikan kemampuan, kami bisa lebih,” kata Imam Syafi’i, Ketua KUD Sumberalam.

Apabila pembagian kuota disesuaikan kemampuan, menurutnya, ketimpangan kuota selayaknya tidak begitu jauh. Dia pun menyampaikan agar nantinya ada evaluasi sehingga lebih adil dan tidak terkesan ada permainan.

Ketimpangan pembagian kuota pengadaan beras yang disampaikan Imam cukup masuk akal. Sebab, dari delapan penyedia beras tersebut, ada yang dapat jatah pengadaan 100 ton dan ada yang mendapat 120 ton beras. Di sisi lain, ada yang hanya mendapat kuota 30 ton. Jika dibandingkan dengan yang 100 ton saja, selisihnya cukup jauh.

Apa yang disampaikan Imam Syafi’i berbeda dengan Ridwan Ahmad Rahbini, Ketua Gapoktan Mitra Tani Sejati, Desa Sumberjati, Kecamatan Silo. Gapoktan ini juga mendapatkan kuota pengadaan 30 ton, namun hal itu sesuai kemampuan kelompoknya. “Kalau kami sesuai dengan kemampuan. Alhamdulillah, kami sangat terbantu,” katanya.

SUMBERSARI, RADARJEMBER.ID – Pemkab Jember telah membeli 500 ton beras dari total 1.000 ton beras untuk bantuan sosial (bansos). Pengadaan itu melibatkan pemasok lokal yang berasal dari gabungan kelompok tani (gapoktan) dan koperasi unit desa (KUD). Namun, pelaksanaannya dinilai timpang, karena masing-masing pemasok tidak mendapatkan jatah yang sama. Letupan kecemburuan di balik pembagian kuota pengadaan beras ini muncul dalam rapat dengar pendapat (RDP) di gedung dewan, kemarin (7/9).

Dalam rapat kali ini, Pansus Covid-19 DPRD Jember menghadirkan delapan penyedia beras. Melalui kesempatan itu, Wakil Ketua Pansus David Handoko Seto meminta agar masing-masing gapoktan atau KUD yang menjadi pemasok beras menyampaikan aspirasi dan masukannya.

Salah satu penyedia beras adalah KUD Sumberalam, Desa Pontang, Kecamatan Ambulu. Dalam pengadaan beras tahap awal, KUD ini mendapat kuota yang dinilai cukup minim dari total pengadaan 500 ton beras. “Kami hanya dapat jatah pengadaan 30 ton beras. Padahal, kalau pembagian kuotanya disesuaikan kemampuan, kami bisa lebih,” kata Imam Syafi’i, Ketua KUD Sumberalam.

Apabila pembagian kuota disesuaikan kemampuan, menurutnya, ketimpangan kuota selayaknya tidak begitu jauh. Dia pun menyampaikan agar nantinya ada evaluasi sehingga lebih adil dan tidak terkesan ada permainan.

Ketimpangan pembagian kuota pengadaan beras yang disampaikan Imam cukup masuk akal. Sebab, dari delapan penyedia beras tersebut, ada yang dapat jatah pengadaan 100 ton dan ada yang mendapat 120 ton beras. Di sisi lain, ada yang hanya mendapat kuota 30 ton. Jika dibandingkan dengan yang 100 ton saja, selisihnya cukup jauh.

Apa yang disampaikan Imam Syafi’i berbeda dengan Ridwan Ahmad Rahbini, Ketua Gapoktan Mitra Tani Sejati, Desa Sumberjati, Kecamatan Silo. Gapoktan ini juga mendapatkan kuota pengadaan 30 ton, namun hal itu sesuai kemampuan kelompoknya. “Kalau kami sesuai dengan kemampuan. Alhamdulillah, kami sangat terbantu,” katanya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/