alexametrics
23.5 C
Jember
Sunday, 14 August 2022

Lampaui Target Penurunan Stunting

Mobile_AP_Rectangle 1

KALIWATES, Radar JemberStunting masih menjadi persoalan yang terus mengintai Jember. Meski telah melampaui target penurunan secara nasional, Bupati Jember Hendy Siswanto meminta tidak memandang persentase, tetapi jumlah riil yang masih ratusan ribu kasus.

Secara nasional, target penurunan stunting pada 2024 ialah 14 persen. Di Jember, jauh di bawah target itu. Pada 2021, ungkap Bupati Hendy, telah turun di angka 11,9 persen. “Tapi angka itu masih stunting, tidak bisa dibanggakan,” ucapnya dalam sambutan saat peluncuran program J-Bangga di Lippo Plaza, kemarin (7/7).

Lebih lanjut, dia menyebutkan, jumlah anak yang beresiko stunting di Jember saat ini mencapai 329 ribu jiwa. Angka itu cukup besar bagi Jember. Ada kekhawatiran tersendiri apabila tak kunjung terselesaikan. “Bagaimana masa depan Jember jika banyak anak stunting?” ujarnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dia mengimbau agar seluruh pihak terkait melihat data yang sebenarnya. Kolaborasi diharapkan menjadi cara terbaik untuk mengatasinya secara bersama-sama. Bukan hanya dinas terkait. Seluruh lapisan masyarakat harus ikut melebarkan sayap serta mengedepankan empati dan kepedulian. Utamanya kepada orang-orang terdekat.

- Advertisement -

KALIWATES, Radar JemberStunting masih menjadi persoalan yang terus mengintai Jember. Meski telah melampaui target penurunan secara nasional, Bupati Jember Hendy Siswanto meminta tidak memandang persentase, tetapi jumlah riil yang masih ratusan ribu kasus.

Secara nasional, target penurunan stunting pada 2024 ialah 14 persen. Di Jember, jauh di bawah target itu. Pada 2021, ungkap Bupati Hendy, telah turun di angka 11,9 persen. “Tapi angka itu masih stunting, tidak bisa dibanggakan,” ucapnya dalam sambutan saat peluncuran program J-Bangga di Lippo Plaza, kemarin (7/7).

Lebih lanjut, dia menyebutkan, jumlah anak yang beresiko stunting di Jember saat ini mencapai 329 ribu jiwa. Angka itu cukup besar bagi Jember. Ada kekhawatiran tersendiri apabila tak kunjung terselesaikan. “Bagaimana masa depan Jember jika banyak anak stunting?” ujarnya.

Dia mengimbau agar seluruh pihak terkait melihat data yang sebenarnya. Kolaborasi diharapkan menjadi cara terbaik untuk mengatasinya secara bersama-sama. Bukan hanya dinas terkait. Seluruh lapisan masyarakat harus ikut melebarkan sayap serta mengedepankan empati dan kepedulian. Utamanya kepada orang-orang terdekat.

KALIWATES, Radar JemberStunting masih menjadi persoalan yang terus mengintai Jember. Meski telah melampaui target penurunan secara nasional, Bupati Jember Hendy Siswanto meminta tidak memandang persentase, tetapi jumlah riil yang masih ratusan ribu kasus.

Secara nasional, target penurunan stunting pada 2024 ialah 14 persen. Di Jember, jauh di bawah target itu. Pada 2021, ungkap Bupati Hendy, telah turun di angka 11,9 persen. “Tapi angka itu masih stunting, tidak bisa dibanggakan,” ucapnya dalam sambutan saat peluncuran program J-Bangga di Lippo Plaza, kemarin (7/7).

Lebih lanjut, dia menyebutkan, jumlah anak yang beresiko stunting di Jember saat ini mencapai 329 ribu jiwa. Angka itu cukup besar bagi Jember. Ada kekhawatiran tersendiri apabila tak kunjung terselesaikan. “Bagaimana masa depan Jember jika banyak anak stunting?” ujarnya.

Dia mengimbau agar seluruh pihak terkait melihat data yang sebenarnya. Kolaborasi diharapkan menjadi cara terbaik untuk mengatasinya secara bersama-sama. Bukan hanya dinas terkait. Seluruh lapisan masyarakat harus ikut melebarkan sayap serta mengedepankan empati dan kepedulian. Utamanya kepada orang-orang terdekat.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/