alexametrics
24.3 C
Jember
Friday, 20 May 2022

Proyek Pemkab Bakal Disokong Tambang Lokal

Banyak Galian C Ilegal, Pemkab Janjikan Kawal Perizinan

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Aktivitas tambang galian C di Jember memang cukup lumayan. Lokasinya hampir tersebar merata di setiap penjuru Kota Tembakau ini. Tak heran, banyak investor kepincut melakukan penambangan terhadap potensi-potensi galian C di Jember.

Meski kerap mendapat sorotan dari aktivis lingkungan dan mahasiswa, namun pemerintah daerah menilai berbeda. Justru potensi tambang galian C bisa dioptimalkan untuk mendongkrak pembangunan infrastruktur, sekaligus perekonomian masyarakat.

Hal itu ditegaskan Bupati Jember Hendy Siswanto saat menggelar rapat koordinasi dengan puluhan pengusaha tambang dan beberapa unsur terkait lainnya di Pendapa Pemkab Jember, kemarin (7/6).

Mobile_AP_Rectangle 2

Dalam pertemuan itu, Hendy menyebut, potensi tambang galian C di Jember memang cukup besar. Bahkan, dari material galian C di Jember, mampu mendukung pembangunan proyek di satu provinsi. Kendati begitu, keberadaan tambang galian C selama ini masih menyisakan persoalan. Salah satunya yang kerap ditemui adalah perizinan atau tertib administrasi. “Kami berharap pengusaha tambang itu legal. Dan tidak boleh ilegal,” tegas Hendy.

Pihaknya mulai menaruh perhatian terhadap aktivitas tambang di Jember, menyusul adanya hajat Pemkab Jember yang dalam beberapa pekan mendatang akan melaksanakan pembangunan proyek-proyek besar. Seperti proyek perbaikan jalan yang sedang berlangsung, proyek saluran air, bangunan, dan segala macamnya. “Bulan ini atau bulan depan, proyek sudah mulai jalan. Dan membutuhkan material dari tambang galian C ini,” kata Hendy kepada awak media.

Karenanya, ia meminta kepada seluruh pengusaha tambang agar mulai mengurus perizinannya. Diketahui, di Jember sendiri, terdapat sedikitnya 220 pertambangan galian C yang tersebar di pinggiran kota, desa, hingga daerah pinggiran Jember. Mereka ada yang sudah lama beroperasi sejak beberapa tahun lalu. Ada pula yang baru tahun-tahun ini. Namun, sekian tahun melakukan operasi penambangan, baru segelintir saja yang telah mengantongi izin. Sisanya, hampir 90 persen belum berizin.

Hendy mengungkapkan, selama ini banyak aktivitas tambang yang memang tidak memiliki izin. Kalaupun ada, hanya segelintir saja. Bahkan ia menyebut baru 10 persen dari total seluruh pengusaha tambang galian C di Jember.

Kesulitan mengakses perizinan diakui menjadi salah satu faktor para pengusaha tambang ogah mengurus perizinannya. Terlebih lagi, sebelum Desember 2020 lalu, perizinan tambang galian C itu dikeluarkan oleh Pemprov Jawa Timur yang dinilai masih rumit dan membutuhkan waktu lama.

Namun, dalam peraturan teranyar, perizinan itu kini telah diambil alih oleh pemerintah pusat melalui Kementerian ESDM. “Sekarang galian C ditarik ke pusat untuk ngurus izinnya. Nanti kami sendiri yang akan mengawalnya,” jelas orang nomor satu di Jember ini.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Aktivitas tambang galian C di Jember memang cukup lumayan. Lokasinya hampir tersebar merata di setiap penjuru Kota Tembakau ini. Tak heran, banyak investor kepincut melakukan penambangan terhadap potensi-potensi galian C di Jember.

Meski kerap mendapat sorotan dari aktivis lingkungan dan mahasiswa, namun pemerintah daerah menilai berbeda. Justru potensi tambang galian C bisa dioptimalkan untuk mendongkrak pembangunan infrastruktur, sekaligus perekonomian masyarakat.

Hal itu ditegaskan Bupati Jember Hendy Siswanto saat menggelar rapat koordinasi dengan puluhan pengusaha tambang dan beberapa unsur terkait lainnya di Pendapa Pemkab Jember, kemarin (7/6).

Dalam pertemuan itu, Hendy menyebut, potensi tambang galian C di Jember memang cukup besar. Bahkan, dari material galian C di Jember, mampu mendukung pembangunan proyek di satu provinsi. Kendati begitu, keberadaan tambang galian C selama ini masih menyisakan persoalan. Salah satunya yang kerap ditemui adalah perizinan atau tertib administrasi. “Kami berharap pengusaha tambang itu legal. Dan tidak boleh ilegal,” tegas Hendy.

Pihaknya mulai menaruh perhatian terhadap aktivitas tambang di Jember, menyusul adanya hajat Pemkab Jember yang dalam beberapa pekan mendatang akan melaksanakan pembangunan proyek-proyek besar. Seperti proyek perbaikan jalan yang sedang berlangsung, proyek saluran air, bangunan, dan segala macamnya. “Bulan ini atau bulan depan, proyek sudah mulai jalan. Dan membutuhkan material dari tambang galian C ini,” kata Hendy kepada awak media.

Karenanya, ia meminta kepada seluruh pengusaha tambang agar mulai mengurus perizinannya. Diketahui, di Jember sendiri, terdapat sedikitnya 220 pertambangan galian C yang tersebar di pinggiran kota, desa, hingga daerah pinggiran Jember. Mereka ada yang sudah lama beroperasi sejak beberapa tahun lalu. Ada pula yang baru tahun-tahun ini. Namun, sekian tahun melakukan operasi penambangan, baru segelintir saja yang telah mengantongi izin. Sisanya, hampir 90 persen belum berizin.

Hendy mengungkapkan, selama ini banyak aktivitas tambang yang memang tidak memiliki izin. Kalaupun ada, hanya segelintir saja. Bahkan ia menyebut baru 10 persen dari total seluruh pengusaha tambang galian C di Jember.

Kesulitan mengakses perizinan diakui menjadi salah satu faktor para pengusaha tambang ogah mengurus perizinannya. Terlebih lagi, sebelum Desember 2020 lalu, perizinan tambang galian C itu dikeluarkan oleh Pemprov Jawa Timur yang dinilai masih rumit dan membutuhkan waktu lama.

Namun, dalam peraturan teranyar, perizinan itu kini telah diambil alih oleh pemerintah pusat melalui Kementerian ESDM. “Sekarang galian C ditarik ke pusat untuk ngurus izinnya. Nanti kami sendiri yang akan mengawalnya,” jelas orang nomor satu di Jember ini.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Aktivitas tambang galian C di Jember memang cukup lumayan. Lokasinya hampir tersebar merata di setiap penjuru Kota Tembakau ini. Tak heran, banyak investor kepincut melakukan penambangan terhadap potensi-potensi galian C di Jember.

Meski kerap mendapat sorotan dari aktivis lingkungan dan mahasiswa, namun pemerintah daerah menilai berbeda. Justru potensi tambang galian C bisa dioptimalkan untuk mendongkrak pembangunan infrastruktur, sekaligus perekonomian masyarakat.

Hal itu ditegaskan Bupati Jember Hendy Siswanto saat menggelar rapat koordinasi dengan puluhan pengusaha tambang dan beberapa unsur terkait lainnya di Pendapa Pemkab Jember, kemarin (7/6).

Dalam pertemuan itu, Hendy menyebut, potensi tambang galian C di Jember memang cukup besar. Bahkan, dari material galian C di Jember, mampu mendukung pembangunan proyek di satu provinsi. Kendati begitu, keberadaan tambang galian C selama ini masih menyisakan persoalan. Salah satunya yang kerap ditemui adalah perizinan atau tertib administrasi. “Kami berharap pengusaha tambang itu legal. Dan tidak boleh ilegal,” tegas Hendy.

Pihaknya mulai menaruh perhatian terhadap aktivitas tambang di Jember, menyusul adanya hajat Pemkab Jember yang dalam beberapa pekan mendatang akan melaksanakan pembangunan proyek-proyek besar. Seperti proyek perbaikan jalan yang sedang berlangsung, proyek saluran air, bangunan, dan segala macamnya. “Bulan ini atau bulan depan, proyek sudah mulai jalan. Dan membutuhkan material dari tambang galian C ini,” kata Hendy kepada awak media.

Karenanya, ia meminta kepada seluruh pengusaha tambang agar mulai mengurus perizinannya. Diketahui, di Jember sendiri, terdapat sedikitnya 220 pertambangan galian C yang tersebar di pinggiran kota, desa, hingga daerah pinggiran Jember. Mereka ada yang sudah lama beroperasi sejak beberapa tahun lalu. Ada pula yang baru tahun-tahun ini. Namun, sekian tahun melakukan operasi penambangan, baru segelintir saja yang telah mengantongi izin. Sisanya, hampir 90 persen belum berizin.

Hendy mengungkapkan, selama ini banyak aktivitas tambang yang memang tidak memiliki izin. Kalaupun ada, hanya segelintir saja. Bahkan ia menyebut baru 10 persen dari total seluruh pengusaha tambang galian C di Jember.

Kesulitan mengakses perizinan diakui menjadi salah satu faktor para pengusaha tambang ogah mengurus perizinannya. Terlebih lagi, sebelum Desember 2020 lalu, perizinan tambang galian C itu dikeluarkan oleh Pemprov Jawa Timur yang dinilai masih rumit dan membutuhkan waktu lama.

Namun, dalam peraturan teranyar, perizinan itu kini telah diambil alih oleh pemerintah pusat melalui Kementerian ESDM. “Sekarang galian C ditarik ke pusat untuk ngurus izinnya. Nanti kami sendiri yang akan mengawalnya,” jelas orang nomor satu di Jember ini.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

Satpol PP Kembali Tertibkan PKL

Akui Suka Musik Koplo Sejak Kecil

Adu Skill Racer di Lintasan

Mobil Pejabat, Tunggangan Atlet?

/