alexametrics
23 C
Jember
Sunday, 29 May 2022

Lama Tak Digubris, Warga Senang Lihat Alat Berat

Sungai Poreng Mulai Dinormalisasi

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Ratusan rumah kerap kemasukan air akibat air Sungai Poreng meluap alias banjir. Sayangnya, keluhan warga yang tinggal di Jember Lor dan Kreongan, Kecamatan Patrang, pun lama tak mendapat perhatian. Nah, begitu melihat ada ekskavator yang mengeruk sedimen sungai, warga sekitar pun senang.

Rasa senang warga salah satunya disampaikan Sudiyanto, ketua RT 3 RW 10 yang tinggal di sekitar sungai. Menurutnya, warga bersyukur karena permintaan normalisasi sudah disuarakan sejak lama. “Sudah bertahun-tahun warga di sini minta agar sedimentasi dikeruk. Lihat saja, ada yang tumpukan kotoran dan tanah setinggi tangkis sungai,” katanya.

Sudiyanto menyebut, hujan yang cukup lebat membuat air sungai meluap. Bahkan, dalam setahun bisa terjadi beberapa kali. “Kalau tanah atau sedimennya tidak ada, pasti bisa mengurangi banjir. Harapan kami, kalaupun meluap, tidak seperti kemarin-kemarin,” ucapnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Normalisasi Sungai Poreng ini, menurut Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA) Rahman Anda, merupakan permintaan bupati, beberapa waktu lalu. Sehingga proyek pengerukan langsung dari pemerintah provinsi. Sebagai tuan rumah, Pemkab Jember melalui DPUBMSDA menyiapkan sejumlah hal-hal teknis. “Kami back-up apa yang dibutuhkan,” ucapnya.

Rahman menyebut, proyek normalisasi sungai tersebut akan berlangsung sekitar satu bulan ke depan. “Semua pengerjaan langsung dari provinsi,” jelasnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Ratusan rumah kerap kemasukan air akibat air Sungai Poreng meluap alias banjir. Sayangnya, keluhan warga yang tinggal di Jember Lor dan Kreongan, Kecamatan Patrang, pun lama tak mendapat perhatian. Nah, begitu melihat ada ekskavator yang mengeruk sedimen sungai, warga sekitar pun senang.

Rasa senang warga salah satunya disampaikan Sudiyanto, ketua RT 3 RW 10 yang tinggal di sekitar sungai. Menurutnya, warga bersyukur karena permintaan normalisasi sudah disuarakan sejak lama. “Sudah bertahun-tahun warga di sini minta agar sedimentasi dikeruk. Lihat saja, ada yang tumpukan kotoran dan tanah setinggi tangkis sungai,” katanya.

Sudiyanto menyebut, hujan yang cukup lebat membuat air sungai meluap. Bahkan, dalam setahun bisa terjadi beberapa kali. “Kalau tanah atau sedimennya tidak ada, pasti bisa mengurangi banjir. Harapan kami, kalaupun meluap, tidak seperti kemarin-kemarin,” ucapnya.

Normalisasi Sungai Poreng ini, menurut Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA) Rahman Anda, merupakan permintaan bupati, beberapa waktu lalu. Sehingga proyek pengerukan langsung dari pemerintah provinsi. Sebagai tuan rumah, Pemkab Jember melalui DPUBMSDA menyiapkan sejumlah hal-hal teknis. “Kami back-up apa yang dibutuhkan,” ucapnya.

Rahman menyebut, proyek normalisasi sungai tersebut akan berlangsung sekitar satu bulan ke depan. “Semua pengerjaan langsung dari provinsi,” jelasnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Ratusan rumah kerap kemasukan air akibat air Sungai Poreng meluap alias banjir. Sayangnya, keluhan warga yang tinggal di Jember Lor dan Kreongan, Kecamatan Patrang, pun lama tak mendapat perhatian. Nah, begitu melihat ada ekskavator yang mengeruk sedimen sungai, warga sekitar pun senang.

Rasa senang warga salah satunya disampaikan Sudiyanto, ketua RT 3 RW 10 yang tinggal di sekitar sungai. Menurutnya, warga bersyukur karena permintaan normalisasi sudah disuarakan sejak lama. “Sudah bertahun-tahun warga di sini minta agar sedimentasi dikeruk. Lihat saja, ada yang tumpukan kotoran dan tanah setinggi tangkis sungai,” katanya.

Sudiyanto menyebut, hujan yang cukup lebat membuat air sungai meluap. Bahkan, dalam setahun bisa terjadi beberapa kali. “Kalau tanah atau sedimennya tidak ada, pasti bisa mengurangi banjir. Harapan kami, kalaupun meluap, tidak seperti kemarin-kemarin,” ucapnya.

Normalisasi Sungai Poreng ini, menurut Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA) Rahman Anda, merupakan permintaan bupati, beberapa waktu lalu. Sehingga proyek pengerukan langsung dari pemerintah provinsi. Sebagai tuan rumah, Pemkab Jember melalui DPUBMSDA menyiapkan sejumlah hal-hal teknis. “Kami back-up apa yang dibutuhkan,” ucapnya.

Rahman menyebut, proyek normalisasi sungai tersebut akan berlangsung sekitar satu bulan ke depan. “Semua pengerjaan langsung dari provinsi,” jelasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/