alexametrics
23.4 C
Jember
Saturday, 28 May 2022

Tanggapi SE Kemenag, Bupati Hendy: Bisa Salat Idul Fitri di Rumah

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Bupati Jember Hendy Siswanto tidak mengeluarkan putusan terkait pelarangan salat Idul Fitri 1442 Hijriah. Hal ini disampaikan usai menggelar rapat kordinasi forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda) bersama ulama terkait Surat Edaran Menteri Agama RI, Sabtu (8/5) di Pendapa Wahyawibawagraha.

Kabupaten Jember saat ini masuk kategori zona oranye, berdasarkan data dari pemerintah pusat. Orang nomor satu di Kota Suwar-Suwir ini bakal meneruskan surat edaran itu untuk diketahui publik Jember. Sebagai informasi, Menteri Agama melalui surat edaran menegaskan, untuk zona merah dan oranye dilarang menggelar salat Idul Fitri.

“Mengacu keputusan Menteri Agama maka salat Idul Fitri dilarang dilakukan di kawasan zona merah dan oranye, namun bisa dilakukan dii rumah. Untuk zona hijau dan kuning boleh mengadakan salat ied, namun khotib dan jamaah tidak boleh dari luar,” ungkap Hendy.

Mobile_AP_Rectangle 2

Di Kabupaten Jember sendiri, dia meminta kepada camat, lurah, kepala desa, ulama dan kiai memberitahukan kepada waga terkait isi surat edaran menteri agama itu. Hendy juga menambahkan, bila ada keinginan untuk tetap melaksanakan salat ied, maka akan dipantau oleh Satgas Covid-19.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Bupati Jember Hendy Siswanto tidak mengeluarkan putusan terkait pelarangan salat Idul Fitri 1442 Hijriah. Hal ini disampaikan usai menggelar rapat kordinasi forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda) bersama ulama terkait Surat Edaran Menteri Agama RI, Sabtu (8/5) di Pendapa Wahyawibawagraha.

Kabupaten Jember saat ini masuk kategori zona oranye, berdasarkan data dari pemerintah pusat. Orang nomor satu di Kota Suwar-Suwir ini bakal meneruskan surat edaran itu untuk diketahui publik Jember. Sebagai informasi, Menteri Agama melalui surat edaran menegaskan, untuk zona merah dan oranye dilarang menggelar salat Idul Fitri.

“Mengacu keputusan Menteri Agama maka salat Idul Fitri dilarang dilakukan di kawasan zona merah dan oranye, namun bisa dilakukan dii rumah. Untuk zona hijau dan kuning boleh mengadakan salat ied, namun khotib dan jamaah tidak boleh dari luar,” ungkap Hendy.

Di Kabupaten Jember sendiri, dia meminta kepada camat, lurah, kepala desa, ulama dan kiai memberitahukan kepada waga terkait isi surat edaran menteri agama itu. Hendy juga menambahkan, bila ada keinginan untuk tetap melaksanakan salat ied, maka akan dipantau oleh Satgas Covid-19.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Bupati Jember Hendy Siswanto tidak mengeluarkan putusan terkait pelarangan salat Idul Fitri 1442 Hijriah. Hal ini disampaikan usai menggelar rapat kordinasi forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda) bersama ulama terkait Surat Edaran Menteri Agama RI, Sabtu (8/5) di Pendapa Wahyawibawagraha.

Kabupaten Jember saat ini masuk kategori zona oranye, berdasarkan data dari pemerintah pusat. Orang nomor satu di Kota Suwar-Suwir ini bakal meneruskan surat edaran itu untuk diketahui publik Jember. Sebagai informasi, Menteri Agama melalui surat edaran menegaskan, untuk zona merah dan oranye dilarang menggelar salat Idul Fitri.

“Mengacu keputusan Menteri Agama maka salat Idul Fitri dilarang dilakukan di kawasan zona merah dan oranye, namun bisa dilakukan dii rumah. Untuk zona hijau dan kuning boleh mengadakan salat ied, namun khotib dan jamaah tidak boleh dari luar,” ungkap Hendy.

Di Kabupaten Jember sendiri, dia meminta kepada camat, lurah, kepala desa, ulama dan kiai memberitahukan kepada waga terkait isi surat edaran menteri agama itu. Hendy juga menambahkan, bila ada keinginan untuk tetap melaksanakan salat ied, maka akan dipantau oleh Satgas Covid-19.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/