alexametrics
24 C
Jember
Wednesday, 18 May 2022

APBD Cair, Pembangunan Dilakukan Bertahap

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pembangunan fisik di Jember sempat tersendat. Gara-garanya, tidak ada peraturan daerah tentang anggaran pendapatan dan belanja daerah (perda APBD) tahun 2020. Dengan Perda APBD 2021 yang telah diregistrasi, Pemkab Jember diharapkan bisa menuntaskan sekian agenda pembangunan yang sempat terbengkalai di tahun sebelumnya.

Salah satu yang tidak dilakukan Pemkab Jember pada 2020 adalah pengaspalan jalan. Pada 2021 ini, Bupati Jember Hendy Siswanto dan Wakil Bupati Muhammad Balya Firjaun Barlaman menjadikannya sebagai program unggulan. Selain itu, ada proyek besar, yakni lampu penerangan jalan, urusan kesehatan dan pendidikan, ekonomi masyarakat, angka kematian ibu dan angka kematian bayi (AKI-AKB), serta beberapa program penting lainnya.

Kendati Perda APBD 2021 telah disahkan, namun masih muncul pertanyaan dari publik. Kapan agenda pembangunan itu bakal dimulai? Sebab, hingga sepekan menjelang Idul Fitri ini, tanda-tandanya masih cukup suram. “Perda APBD Jember sudah diregistrasi dan sudah bisa cair. Dari kemarin-kemarin sudah bisa dicairkan,” kata Mirfano, Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Jember.

Mobile_AP_Rectangle 2

Namun, walaupun APBD sudah bisa dicairkan, bukan berarti semua program tahun 2021 bisa langsung dieksekusi. Ada prioritas penggunaan dan tahapan tersendiri yang harus ditempuh. Misalnya, pembayaran kewajiban dan kebutuhan mendasar. Seperti listrik, honor guru, penanganan wabah korona, dan beberapa hal lain.

Sementara itu, yang berkaitan dengan urusan pembangunan fisik seperti pembangunan jalan dan lampu, membutuhkan tahapan tersendiri di organisasi perangkat daerah (OPD). Misalnya pelaksanaan tender proyek atau lelang. Dan itu membutuhkan waktu. Demikian pula dengan proyek pembangunan jalan maupun proyek-proyek yang lain.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pembangunan fisik di Jember sempat tersendat. Gara-garanya, tidak ada peraturan daerah tentang anggaran pendapatan dan belanja daerah (perda APBD) tahun 2020. Dengan Perda APBD 2021 yang telah diregistrasi, Pemkab Jember diharapkan bisa menuntaskan sekian agenda pembangunan yang sempat terbengkalai di tahun sebelumnya.

Salah satu yang tidak dilakukan Pemkab Jember pada 2020 adalah pengaspalan jalan. Pada 2021 ini, Bupati Jember Hendy Siswanto dan Wakil Bupati Muhammad Balya Firjaun Barlaman menjadikannya sebagai program unggulan. Selain itu, ada proyek besar, yakni lampu penerangan jalan, urusan kesehatan dan pendidikan, ekonomi masyarakat, angka kematian ibu dan angka kematian bayi (AKI-AKB), serta beberapa program penting lainnya.

Kendati Perda APBD 2021 telah disahkan, namun masih muncul pertanyaan dari publik. Kapan agenda pembangunan itu bakal dimulai? Sebab, hingga sepekan menjelang Idul Fitri ini, tanda-tandanya masih cukup suram. “Perda APBD Jember sudah diregistrasi dan sudah bisa cair. Dari kemarin-kemarin sudah bisa dicairkan,” kata Mirfano, Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Jember.

Namun, walaupun APBD sudah bisa dicairkan, bukan berarti semua program tahun 2021 bisa langsung dieksekusi. Ada prioritas penggunaan dan tahapan tersendiri yang harus ditempuh. Misalnya, pembayaran kewajiban dan kebutuhan mendasar. Seperti listrik, honor guru, penanganan wabah korona, dan beberapa hal lain.

Sementara itu, yang berkaitan dengan urusan pembangunan fisik seperti pembangunan jalan dan lampu, membutuhkan tahapan tersendiri di organisasi perangkat daerah (OPD). Misalnya pelaksanaan tender proyek atau lelang. Dan itu membutuhkan waktu. Demikian pula dengan proyek pembangunan jalan maupun proyek-proyek yang lain.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pembangunan fisik di Jember sempat tersendat. Gara-garanya, tidak ada peraturan daerah tentang anggaran pendapatan dan belanja daerah (perda APBD) tahun 2020. Dengan Perda APBD 2021 yang telah diregistrasi, Pemkab Jember diharapkan bisa menuntaskan sekian agenda pembangunan yang sempat terbengkalai di tahun sebelumnya.

Salah satu yang tidak dilakukan Pemkab Jember pada 2020 adalah pengaspalan jalan. Pada 2021 ini, Bupati Jember Hendy Siswanto dan Wakil Bupati Muhammad Balya Firjaun Barlaman menjadikannya sebagai program unggulan. Selain itu, ada proyek besar, yakni lampu penerangan jalan, urusan kesehatan dan pendidikan, ekonomi masyarakat, angka kematian ibu dan angka kematian bayi (AKI-AKB), serta beberapa program penting lainnya.

Kendati Perda APBD 2021 telah disahkan, namun masih muncul pertanyaan dari publik. Kapan agenda pembangunan itu bakal dimulai? Sebab, hingga sepekan menjelang Idul Fitri ini, tanda-tandanya masih cukup suram. “Perda APBD Jember sudah diregistrasi dan sudah bisa cair. Dari kemarin-kemarin sudah bisa dicairkan,” kata Mirfano, Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Jember.

Namun, walaupun APBD sudah bisa dicairkan, bukan berarti semua program tahun 2021 bisa langsung dieksekusi. Ada prioritas penggunaan dan tahapan tersendiri yang harus ditempuh. Misalnya, pembayaran kewajiban dan kebutuhan mendasar. Seperti listrik, honor guru, penanganan wabah korona, dan beberapa hal lain.

Sementara itu, yang berkaitan dengan urusan pembangunan fisik seperti pembangunan jalan dan lampu, membutuhkan tahapan tersendiri di organisasi perangkat daerah (OPD). Misalnya pelaksanaan tender proyek atau lelang. Dan itu membutuhkan waktu. Demikian pula dengan proyek pembangunan jalan maupun proyek-proyek yang lain.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/