alexametrics
20.9C
Jember
Wednesday, 21 April 2021
Desktop_AP_Top Banner

Akurasi Beasiswa Pemkab Lemah

Banyak Penerima yang Tergolong Mampu

Mobile_AP_Top Banner
Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Program beasiswa Pemkab Jember era bupati sebelumnya memang menyasar mahasiswa di berbagai perguruan tinggi yang ber-KTP Jember. Beasiswa yang diperuntukkan putra-putri daerah yang kurang mampu itu juga diperuntukkan bagi mahasiswa di berbagai jenjang. Mulai dari sarjana, magister, sampai doktor.

Namun, berjalannya beasiswa pemkab ini sempat menuai kritikan. Sebab, akurasi ke penerimanya dinilai sangat lemah. Tak ayal, sering ditemui penerima beasiswa justru dari kalangan mahasiswa yang tergolong mampu secara ekonomi.

Hal itu dibenarkan oleh Bupati Jember Hendy Siswanto. Menurut dia, selepas APBD Jember tahun ini didok, maka perlu ada pembaruan dalam beberapa program yang sudah ada. Salah satunya adalah merombak kembali kriteria calon penerima beasiswa pemkab. “Uang kita terbatas. Kalau diberikan uang ke mereka (penerima beasiswa, Red), maka perlu ada kriteria,” jelasnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Menurut dia, beberapa kriteria yang diberlakukan pada penerima beasiswa tahun-tahun sebelumnya, diakui kurang begitu mewakili sebagai mahasiswa yang kurang mampu. Ia juga mencontohkan, banyak penerima beasiswa yang notabene anak orang mampu secara eknomi. Sementara, yang benar-benar mahasiswa miskin dan berprestasi minim tersentuh beasiswa.

Kendati begitu, Hendy tidak menyebut pasti akan seperti apa dan bagaimana kriteria baru yang bakal diterapkan untuk penerima beasiswa pemkab nantinya. “Yang jelas, kriteria yang berlaku kemarin akan diatur lagi,” imbuh Hendy, saat mendatangi penyerahan sertifikat tanah di Desa/Kecamatan Gumukmas, belum lama ini.

Ia menambahkan, pasca-pengesahan APBD Jember, pagu untuk pos pendidikan dialokasikan sebesar 26 persen. Jumlah itu lebih besar daripada yang dianjurkan oleh pemerintah untuk alokasi pendidikan yang hanya 20 persen dari total APBD.

Tak hanya soal akurasi penerima, beasiswa Pemkab Jember juga dinilainya harus memastikan bahwa putra-putri daerah Jember mendapatkan hak pendidikan. Agar mereka bisa menetap di Jember dan mengembangkan Jember. “Mereka yang kurang mampu dan pinter, itu yang kami beri beasiswa. Agar mereka tetap di Jember dan tidak keluar dari Jember,” pungkas Hendy.

 

 

 

Jurnalis : Maulana
Fotografer : Dokumentasi Radar Jember
Redaktur : Mahrus Sholih

- Advertisement -
Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Program beasiswa Pemkab Jember era bupati sebelumnya memang menyasar mahasiswa di berbagai perguruan tinggi yang ber-KTP Jember. Beasiswa yang diperuntukkan putra-putri daerah yang kurang mampu itu juga diperuntukkan bagi mahasiswa di berbagai jenjang. Mulai dari sarjana, magister, sampai doktor.

Namun, berjalannya beasiswa pemkab ini sempat menuai kritikan. Sebab, akurasi ke penerimanya dinilai sangat lemah. Tak ayal, sering ditemui penerima beasiswa justru dari kalangan mahasiswa yang tergolong mampu secara ekonomi.

Hal itu dibenarkan oleh Bupati Jember Hendy Siswanto. Menurut dia, selepas APBD Jember tahun ini didok, maka perlu ada pembaruan dalam beberapa program yang sudah ada. Salah satunya adalah merombak kembali kriteria calon penerima beasiswa pemkab. “Uang kita terbatas. Kalau diberikan uang ke mereka (penerima beasiswa, Red), maka perlu ada kriteria,” jelasnya.

Mobile_AP_Half Page

Menurut dia, beberapa kriteria yang diberlakukan pada penerima beasiswa tahun-tahun sebelumnya, diakui kurang begitu mewakili sebagai mahasiswa yang kurang mampu. Ia juga mencontohkan, banyak penerima beasiswa yang notabene anak orang mampu secara eknomi. Sementara, yang benar-benar mahasiswa miskin dan berprestasi minim tersentuh beasiswa.

Kendati begitu, Hendy tidak menyebut pasti akan seperti apa dan bagaimana kriteria baru yang bakal diterapkan untuk penerima beasiswa pemkab nantinya. “Yang jelas, kriteria yang berlaku kemarin akan diatur lagi,” imbuh Hendy, saat mendatangi penyerahan sertifikat tanah di Desa/Kecamatan Gumukmas, belum lama ini.

Ia menambahkan, pasca-pengesahan APBD Jember, pagu untuk pos pendidikan dialokasikan sebesar 26 persen. Jumlah itu lebih besar daripada yang dianjurkan oleh pemerintah untuk alokasi pendidikan yang hanya 20 persen dari total APBD.

Tak hanya soal akurasi penerima, beasiswa Pemkab Jember juga dinilainya harus memastikan bahwa putra-putri daerah Jember mendapatkan hak pendidikan. Agar mereka bisa menetap di Jember dan mengembangkan Jember. “Mereka yang kurang mampu dan pinter, itu yang kami beri beasiswa. Agar mereka tetap di Jember dan tidak keluar dari Jember,” pungkas Hendy.

 

 

 

Jurnalis : Maulana
Fotografer : Dokumentasi Radar Jember
Redaktur : Mahrus Sholih

Desktop_AP_Leaderboard 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Program beasiswa Pemkab Jember era bupati sebelumnya memang menyasar mahasiswa di berbagai perguruan tinggi yang ber-KTP Jember. Beasiswa yang diperuntukkan putra-putri daerah yang kurang mampu itu juga diperuntukkan bagi mahasiswa di berbagai jenjang. Mulai dari sarjana, magister, sampai doktor.

Namun, berjalannya beasiswa pemkab ini sempat menuai kritikan. Sebab, akurasi ke penerimanya dinilai sangat lemah. Tak ayal, sering ditemui penerima beasiswa justru dari kalangan mahasiswa yang tergolong mampu secara ekonomi.

Hal itu dibenarkan oleh Bupati Jember Hendy Siswanto. Menurut dia, selepas APBD Jember tahun ini didok, maka perlu ada pembaruan dalam beberapa program yang sudah ada. Salah satunya adalah merombak kembali kriteria calon penerima beasiswa pemkab. “Uang kita terbatas. Kalau diberikan uang ke mereka (penerima beasiswa, Red), maka perlu ada kriteria,” jelasnya.

Menurut dia, beberapa kriteria yang diberlakukan pada penerima beasiswa tahun-tahun sebelumnya, diakui kurang begitu mewakili sebagai mahasiswa yang kurang mampu. Ia juga mencontohkan, banyak penerima beasiswa yang notabene anak orang mampu secara eknomi. Sementara, yang benar-benar mahasiswa miskin dan berprestasi minim tersentuh beasiswa.

Kendati begitu, Hendy tidak menyebut pasti akan seperti apa dan bagaimana kriteria baru yang bakal diterapkan untuk penerima beasiswa pemkab nantinya. “Yang jelas, kriteria yang berlaku kemarin akan diatur lagi,” imbuh Hendy, saat mendatangi penyerahan sertifikat tanah di Desa/Kecamatan Gumukmas, belum lama ini.

Ia menambahkan, pasca-pengesahan APBD Jember, pagu untuk pos pendidikan dialokasikan sebesar 26 persen. Jumlah itu lebih besar daripada yang dianjurkan oleh pemerintah untuk alokasi pendidikan yang hanya 20 persen dari total APBD.

Tak hanya soal akurasi penerima, beasiswa Pemkab Jember juga dinilainya harus memastikan bahwa putra-putri daerah Jember mendapatkan hak pendidikan. Agar mereka bisa menetap di Jember dan mengembangkan Jember. “Mereka yang kurang mampu dan pinter, itu yang kami beri beasiswa. Agar mereka tetap di Jember dan tidak keluar dari Jember,” pungkas Hendy.

 

 

 

Jurnalis : Maulana
Fotografer : Dokumentasi Radar Jember
Redaktur : Mahrus Sholih

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERKINI

Desktop_AP_Half Page

Wajib Dibaca

Desktop_AP_Rectangle 2
×

Info!

Mau Langganan Koran, Info Iklan Cetak dan Iklan Online

×Info Langganan Koran