alexametrics
28.6 C
Jember
Tuesday, 28 June 2022

Akurasi Beasiswa Pemkab Lemah

Banyak Penerima yang Tergolong Mampu

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Program beasiswa Pemkab Jember era bupati sebelumnya memang menyasar mahasiswa di berbagai perguruan tinggi yang ber-KTP Jember. Beasiswa yang diperuntukkan putra-putri daerah yang kurang mampu itu juga diperuntukkan bagi mahasiswa di berbagai jenjang. Mulai dari sarjana, magister, sampai doktor.

Namun, berjalannya beasiswa pemkab ini sempat menuai kritikan. Sebab, akurasi ke penerimanya dinilai sangat lemah. Tak ayal, sering ditemui penerima beasiswa justru dari kalangan mahasiswa yang tergolong mampu secara ekonomi.

Hal itu dibenarkan oleh Bupati Jember Hendy Siswanto. Menurut dia, selepas APBD Jember tahun ini didok, maka perlu ada pembaruan dalam beberapa program yang sudah ada. Salah satunya adalah merombak kembali kriteria calon penerima beasiswa pemkab. “Uang kita terbatas. Kalau diberikan uang ke mereka (penerima beasiswa, Red), maka perlu ada kriteria,” jelasnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Menurut dia, beberapa kriteria yang diberlakukan pada penerima beasiswa tahun-tahun sebelumnya, diakui kurang begitu mewakili sebagai mahasiswa yang kurang mampu. Ia juga mencontohkan, banyak penerima beasiswa yang notabene anak orang mampu secara eknomi. Sementara, yang benar-benar mahasiswa miskin dan berprestasi minim tersentuh beasiswa.

Kendati begitu, Hendy tidak menyebut pasti akan seperti apa dan bagaimana kriteria baru yang bakal diterapkan untuk penerima beasiswa pemkab nantinya. “Yang jelas, kriteria yang berlaku kemarin akan diatur lagi,” imbuh Hendy, saat mendatangi penyerahan sertifikat tanah di Desa/Kecamatan Gumukmas, belum lama ini.

Ia menambahkan, pasca-pengesahan APBD Jember, pagu untuk pos pendidikan dialokasikan sebesar 26 persen. Jumlah itu lebih besar daripada yang dianjurkan oleh pemerintah untuk alokasi pendidikan yang hanya 20 persen dari total APBD.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Program beasiswa Pemkab Jember era bupati sebelumnya memang menyasar mahasiswa di berbagai perguruan tinggi yang ber-KTP Jember. Beasiswa yang diperuntukkan putra-putri daerah yang kurang mampu itu juga diperuntukkan bagi mahasiswa di berbagai jenjang. Mulai dari sarjana, magister, sampai doktor.

Namun, berjalannya beasiswa pemkab ini sempat menuai kritikan. Sebab, akurasi ke penerimanya dinilai sangat lemah. Tak ayal, sering ditemui penerima beasiswa justru dari kalangan mahasiswa yang tergolong mampu secara ekonomi.

Hal itu dibenarkan oleh Bupati Jember Hendy Siswanto. Menurut dia, selepas APBD Jember tahun ini didok, maka perlu ada pembaruan dalam beberapa program yang sudah ada. Salah satunya adalah merombak kembali kriteria calon penerima beasiswa pemkab. “Uang kita terbatas. Kalau diberikan uang ke mereka (penerima beasiswa, Red), maka perlu ada kriteria,” jelasnya.

Menurut dia, beberapa kriteria yang diberlakukan pada penerima beasiswa tahun-tahun sebelumnya, diakui kurang begitu mewakili sebagai mahasiswa yang kurang mampu. Ia juga mencontohkan, banyak penerima beasiswa yang notabene anak orang mampu secara eknomi. Sementara, yang benar-benar mahasiswa miskin dan berprestasi minim tersentuh beasiswa.

Kendati begitu, Hendy tidak menyebut pasti akan seperti apa dan bagaimana kriteria baru yang bakal diterapkan untuk penerima beasiswa pemkab nantinya. “Yang jelas, kriteria yang berlaku kemarin akan diatur lagi,” imbuh Hendy, saat mendatangi penyerahan sertifikat tanah di Desa/Kecamatan Gumukmas, belum lama ini.

Ia menambahkan, pasca-pengesahan APBD Jember, pagu untuk pos pendidikan dialokasikan sebesar 26 persen. Jumlah itu lebih besar daripada yang dianjurkan oleh pemerintah untuk alokasi pendidikan yang hanya 20 persen dari total APBD.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Program beasiswa Pemkab Jember era bupati sebelumnya memang menyasar mahasiswa di berbagai perguruan tinggi yang ber-KTP Jember. Beasiswa yang diperuntukkan putra-putri daerah yang kurang mampu itu juga diperuntukkan bagi mahasiswa di berbagai jenjang. Mulai dari sarjana, magister, sampai doktor.

Namun, berjalannya beasiswa pemkab ini sempat menuai kritikan. Sebab, akurasi ke penerimanya dinilai sangat lemah. Tak ayal, sering ditemui penerima beasiswa justru dari kalangan mahasiswa yang tergolong mampu secara ekonomi.

Hal itu dibenarkan oleh Bupati Jember Hendy Siswanto. Menurut dia, selepas APBD Jember tahun ini didok, maka perlu ada pembaruan dalam beberapa program yang sudah ada. Salah satunya adalah merombak kembali kriteria calon penerima beasiswa pemkab. “Uang kita terbatas. Kalau diberikan uang ke mereka (penerima beasiswa, Red), maka perlu ada kriteria,” jelasnya.

Menurut dia, beberapa kriteria yang diberlakukan pada penerima beasiswa tahun-tahun sebelumnya, diakui kurang begitu mewakili sebagai mahasiswa yang kurang mampu. Ia juga mencontohkan, banyak penerima beasiswa yang notabene anak orang mampu secara eknomi. Sementara, yang benar-benar mahasiswa miskin dan berprestasi minim tersentuh beasiswa.

Kendati begitu, Hendy tidak menyebut pasti akan seperti apa dan bagaimana kriteria baru yang bakal diterapkan untuk penerima beasiswa pemkab nantinya. “Yang jelas, kriteria yang berlaku kemarin akan diatur lagi,” imbuh Hendy, saat mendatangi penyerahan sertifikat tanah di Desa/Kecamatan Gumukmas, belum lama ini.

Ia menambahkan, pasca-pengesahan APBD Jember, pagu untuk pos pendidikan dialokasikan sebesar 26 persen. Jumlah itu lebih besar daripada yang dianjurkan oleh pemerintah untuk alokasi pendidikan yang hanya 20 persen dari total APBD.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/