alexametrics
27.9 C
Jember
Wednesday, 29 June 2022

Tekan Persebaran, Tambah Tenda Lapangan dan Nakes

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Bupati Hendy Siswanto kembali mengumpulkan para anggota satgas Covid-19 di Aula Pendapa Wahyawibawagraha, kemarin (6/7) sore. Kali ini membahas terkait antisipasi kenaikan bed occupancy rate (BOR) alias ketersediaan jumlah tempat tidur rumah sakit serta kondisi update SDM tenaga kesehatan.

Seperti diketahui, pandemi Covid-19 masih merebak di Kabupaten Jember. Berdasar data yang dikeluarkan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Jember, terdapat 340 kasus aktif hingga kemarin (6/7). Total itu terdiri atas 133 pasien dirawat di rumah sakit dan 207 menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing.

Ratusan kasus tersebut membuat Pemerintah Kabupaten Jember harus bergerak cepat. Mengingat, Jember sudah berada pada zona hitam terkait dengan ketersediaan tempat tidur pasien Covid-19 atau dengan persentase penggunaan tempat tidur lebih dari 80 persen.

Mobile_AP_Rectangle 2

Hendy menerangkan bahwa pihaknya sudah mendirikan tenda-tenda yang digunakan untuk menangani pasien Covid-19 di sejumlah rumah sakit. Nantinya, tenda lapangan itu bakal ditambah lagi. “Bergantung dengan rumah sakit yang butuh tambahan,” ungkapnya. Salah satunya di RSD dr Soebandi. Hendy menyebut, tenda itu berguna untuk menjeda pasien yang hendak mendapatkan penanganan. “Sementara, harus menunggu penanganan di tenda itu,” paparnya.

Hingga saat ini, pihaknya terus membangun tenda lapangan khusus bagi pasien yang menunggu untuk melakukan isolasi di rumah sakit (RS). Sebelumnya, beberapa tenda lapangan telah dibangun di dua RS, yakni RS Paru dan RSD dr Soebandi. “Lokasi penambahan tenda lapangan, kami pilih nanti, tergantung teman-teman dari rumah sakitnya,” ungkapnya.

Tak hanya itu, tingginya kasus Covid-19 di Jember juga membuat para tenaga kesehatan kewalahan. Bahkan, jumlahnya juga perlu ditambah. Menindaklanjuti hal tersebut, Hendy mengungkapkan bahwa pihaknya telah bekerja sama dengan beberapa lembaga pendidikan di bidang perawatan untuk menambah jumlah perawat guna menangani kasus Covid-19. “Kami butuh 70 perawat saat ini,” tuturnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Bupati Hendy Siswanto kembali mengumpulkan para anggota satgas Covid-19 di Aula Pendapa Wahyawibawagraha, kemarin (6/7) sore. Kali ini membahas terkait antisipasi kenaikan bed occupancy rate (BOR) alias ketersediaan jumlah tempat tidur rumah sakit serta kondisi update SDM tenaga kesehatan.

Seperti diketahui, pandemi Covid-19 masih merebak di Kabupaten Jember. Berdasar data yang dikeluarkan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Jember, terdapat 340 kasus aktif hingga kemarin (6/7). Total itu terdiri atas 133 pasien dirawat di rumah sakit dan 207 menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing.

Ratusan kasus tersebut membuat Pemerintah Kabupaten Jember harus bergerak cepat. Mengingat, Jember sudah berada pada zona hitam terkait dengan ketersediaan tempat tidur pasien Covid-19 atau dengan persentase penggunaan tempat tidur lebih dari 80 persen.

Hendy menerangkan bahwa pihaknya sudah mendirikan tenda-tenda yang digunakan untuk menangani pasien Covid-19 di sejumlah rumah sakit. Nantinya, tenda lapangan itu bakal ditambah lagi. “Bergantung dengan rumah sakit yang butuh tambahan,” ungkapnya. Salah satunya di RSD dr Soebandi. Hendy menyebut, tenda itu berguna untuk menjeda pasien yang hendak mendapatkan penanganan. “Sementara, harus menunggu penanganan di tenda itu,” paparnya.

Hingga saat ini, pihaknya terus membangun tenda lapangan khusus bagi pasien yang menunggu untuk melakukan isolasi di rumah sakit (RS). Sebelumnya, beberapa tenda lapangan telah dibangun di dua RS, yakni RS Paru dan RSD dr Soebandi. “Lokasi penambahan tenda lapangan, kami pilih nanti, tergantung teman-teman dari rumah sakitnya,” ungkapnya.

Tak hanya itu, tingginya kasus Covid-19 di Jember juga membuat para tenaga kesehatan kewalahan. Bahkan, jumlahnya juga perlu ditambah. Menindaklanjuti hal tersebut, Hendy mengungkapkan bahwa pihaknya telah bekerja sama dengan beberapa lembaga pendidikan di bidang perawatan untuk menambah jumlah perawat guna menangani kasus Covid-19. “Kami butuh 70 perawat saat ini,” tuturnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Bupati Hendy Siswanto kembali mengumpulkan para anggota satgas Covid-19 di Aula Pendapa Wahyawibawagraha, kemarin (6/7) sore. Kali ini membahas terkait antisipasi kenaikan bed occupancy rate (BOR) alias ketersediaan jumlah tempat tidur rumah sakit serta kondisi update SDM tenaga kesehatan.

Seperti diketahui, pandemi Covid-19 masih merebak di Kabupaten Jember. Berdasar data yang dikeluarkan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Jember, terdapat 340 kasus aktif hingga kemarin (6/7). Total itu terdiri atas 133 pasien dirawat di rumah sakit dan 207 menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing.

Ratusan kasus tersebut membuat Pemerintah Kabupaten Jember harus bergerak cepat. Mengingat, Jember sudah berada pada zona hitam terkait dengan ketersediaan tempat tidur pasien Covid-19 atau dengan persentase penggunaan tempat tidur lebih dari 80 persen.

Hendy menerangkan bahwa pihaknya sudah mendirikan tenda-tenda yang digunakan untuk menangani pasien Covid-19 di sejumlah rumah sakit. Nantinya, tenda lapangan itu bakal ditambah lagi. “Bergantung dengan rumah sakit yang butuh tambahan,” ungkapnya. Salah satunya di RSD dr Soebandi. Hendy menyebut, tenda itu berguna untuk menjeda pasien yang hendak mendapatkan penanganan. “Sementara, harus menunggu penanganan di tenda itu,” paparnya.

Hingga saat ini, pihaknya terus membangun tenda lapangan khusus bagi pasien yang menunggu untuk melakukan isolasi di rumah sakit (RS). Sebelumnya, beberapa tenda lapangan telah dibangun di dua RS, yakni RS Paru dan RSD dr Soebandi. “Lokasi penambahan tenda lapangan, kami pilih nanti, tergantung teman-teman dari rumah sakitnya,” ungkapnya.

Tak hanya itu, tingginya kasus Covid-19 di Jember juga membuat para tenaga kesehatan kewalahan. Bahkan, jumlahnya juga perlu ditambah. Menindaklanjuti hal tersebut, Hendy mengungkapkan bahwa pihaknya telah bekerja sama dengan beberapa lembaga pendidikan di bidang perawatan untuk menambah jumlah perawat guna menangani kasus Covid-19. “Kami butuh 70 perawat saat ini,” tuturnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/