alexametrics
29.2 C
Jember
Friday, 1 July 2022

Penggunaan Masker Diperketat Lagi

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Satu, dua, tiga, empat! Begitulah tutur beberapa pelanggar protokol kesehatan (prokes) yang terjaring operasi yustisi, kemarin (6/7). Mereka kedapatan tidak mengenakan masker saat berada di tempat umum. Sementara, petugas lain tampak sibuk menghentikan laju kendaraan yang pengemudinya abai prokes.

Ini merupakan salah satu langkah Pemerintah Kabupaten Jember melalui satgas Covid-19 untuk menekan peningkatan jumlah pasien yang terpapar Covid-19 di Kabupaten Jember. Yakni dengan mulai memperketat kembali penerapan protokol kesehatan (prokes). Dalam hal ini, operasi yustisi masih menjadi salah satu cara yang tepat dalam menekan pergerakan virus tak kasat mata tersebut. Mengingat, masih banyak pengguna jalan yang melanggar prokes.

Operasi yustisi yang dilakukan di UPTD Pengujian Kendaraan Bermotor Jember di Jalan Gajah Mada, Kecamatan Kaliwates, kemarin (6/7) pagi, contohnya. Pantauan Jawa Pos Radar Jember, banyak pengendara roda empat yang melanggar prokes. Paling banyak justru ibu-ibu. Bahkan, ketika dihadang petugas gabungan, ada seorang pengendara perempuan yang enggan dihentikan oleh anggota Polres Jember. Alasannya, karena sudah di dalam mobil, sehingga tidak perlu pakai masker.

Mobile_AP_Rectangle 2

Para pelanggar yang tidak menggunakan masker saat terjaring operasi gabungan itu langsung mendapatkan hukuman push-up. “Ini semua dilakukan petugas karena eman dengan kesehatan ibu-ibu dan bapak-bapak,” kata Plt Kepala Bidang Penegakan Produk Hukum Daerah Satpol PP Kabupaten Jember Erwin Prasetyo.

Sebenarnya, kata dia, bisa saja para pengendara tersebut memiliki masker di dalam mobil, tapi tidak dipakai. “Ayo, sayangi jiwa kita! Jumlah yang meninggal akibat terpapar Covid-19 sudah banyak,” katanya kepada para pengendara yang dikenai hukuman push-up.

Namun, berdasarkan pantauan, tak sedikit pengendara roda dua yang langsung memutar arah ketika melihat para satgas menjaring pengendara yang tak mengenakan masker.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Satu, dua, tiga, empat! Begitulah tutur beberapa pelanggar protokol kesehatan (prokes) yang terjaring operasi yustisi, kemarin (6/7). Mereka kedapatan tidak mengenakan masker saat berada di tempat umum. Sementara, petugas lain tampak sibuk menghentikan laju kendaraan yang pengemudinya abai prokes.

Ini merupakan salah satu langkah Pemerintah Kabupaten Jember melalui satgas Covid-19 untuk menekan peningkatan jumlah pasien yang terpapar Covid-19 di Kabupaten Jember. Yakni dengan mulai memperketat kembali penerapan protokol kesehatan (prokes). Dalam hal ini, operasi yustisi masih menjadi salah satu cara yang tepat dalam menekan pergerakan virus tak kasat mata tersebut. Mengingat, masih banyak pengguna jalan yang melanggar prokes.

Operasi yustisi yang dilakukan di UPTD Pengujian Kendaraan Bermotor Jember di Jalan Gajah Mada, Kecamatan Kaliwates, kemarin (6/7) pagi, contohnya. Pantauan Jawa Pos Radar Jember, banyak pengendara roda empat yang melanggar prokes. Paling banyak justru ibu-ibu. Bahkan, ketika dihadang petugas gabungan, ada seorang pengendara perempuan yang enggan dihentikan oleh anggota Polres Jember. Alasannya, karena sudah di dalam mobil, sehingga tidak perlu pakai masker.

Para pelanggar yang tidak menggunakan masker saat terjaring operasi gabungan itu langsung mendapatkan hukuman push-up. “Ini semua dilakukan petugas karena eman dengan kesehatan ibu-ibu dan bapak-bapak,” kata Plt Kepala Bidang Penegakan Produk Hukum Daerah Satpol PP Kabupaten Jember Erwin Prasetyo.

Sebenarnya, kata dia, bisa saja para pengendara tersebut memiliki masker di dalam mobil, tapi tidak dipakai. “Ayo, sayangi jiwa kita! Jumlah yang meninggal akibat terpapar Covid-19 sudah banyak,” katanya kepada para pengendara yang dikenai hukuman push-up.

Namun, berdasarkan pantauan, tak sedikit pengendara roda dua yang langsung memutar arah ketika melihat para satgas menjaring pengendara yang tak mengenakan masker.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Satu, dua, tiga, empat! Begitulah tutur beberapa pelanggar protokol kesehatan (prokes) yang terjaring operasi yustisi, kemarin (6/7). Mereka kedapatan tidak mengenakan masker saat berada di tempat umum. Sementara, petugas lain tampak sibuk menghentikan laju kendaraan yang pengemudinya abai prokes.

Ini merupakan salah satu langkah Pemerintah Kabupaten Jember melalui satgas Covid-19 untuk menekan peningkatan jumlah pasien yang terpapar Covid-19 di Kabupaten Jember. Yakni dengan mulai memperketat kembali penerapan protokol kesehatan (prokes). Dalam hal ini, operasi yustisi masih menjadi salah satu cara yang tepat dalam menekan pergerakan virus tak kasat mata tersebut. Mengingat, masih banyak pengguna jalan yang melanggar prokes.

Operasi yustisi yang dilakukan di UPTD Pengujian Kendaraan Bermotor Jember di Jalan Gajah Mada, Kecamatan Kaliwates, kemarin (6/7) pagi, contohnya. Pantauan Jawa Pos Radar Jember, banyak pengendara roda empat yang melanggar prokes. Paling banyak justru ibu-ibu. Bahkan, ketika dihadang petugas gabungan, ada seorang pengendara perempuan yang enggan dihentikan oleh anggota Polres Jember. Alasannya, karena sudah di dalam mobil, sehingga tidak perlu pakai masker.

Para pelanggar yang tidak menggunakan masker saat terjaring operasi gabungan itu langsung mendapatkan hukuman push-up. “Ini semua dilakukan petugas karena eman dengan kesehatan ibu-ibu dan bapak-bapak,” kata Plt Kepala Bidang Penegakan Produk Hukum Daerah Satpol PP Kabupaten Jember Erwin Prasetyo.

Sebenarnya, kata dia, bisa saja para pengendara tersebut memiliki masker di dalam mobil, tapi tidak dipakai. “Ayo, sayangi jiwa kita! Jumlah yang meninggal akibat terpapar Covid-19 sudah banyak,” katanya kepada para pengendara yang dikenai hukuman push-up.

Namun, berdasarkan pantauan, tak sedikit pengendara roda dua yang langsung memutar arah ketika melihat para satgas menjaring pengendara yang tak mengenakan masker.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/