alexametrics
28.4 C
Jember
Saturday, 21 May 2022

Masih Terus jadi PR Pemkab Jember Pulihkan Ekonomi

Mobile_AP_Rectangle 1

SUMBERSARI, RADARJEMBER.ID – Pandemi Covid-19 benar-benar memukul jatuh perekonomian di Jember. Tahun 2020 lalu, pertumbuhan ekonomi anjlok. Pengangguran bertambah dan angka kemiskinan meluas. Kondisi yang demikian itu kontan menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi Pemkab Jember.

Pada tahun 2020, ekonomi Jember anjlok hingga menyentuh angka minus 2,98 persen. Hal itu akibat banyak faktor yang muaranya terjadi karena pandemi. Saat itu, tidak sedikit orang yang berhenti bekerja, akibat perusahaannya tak mampu lagi membayar.

Akibat perekonomian jatuh, pengangguran di Jember yang awalnya sekitar 19 ribu penduduk, di tahun 2020 naik menjadi 67 ribu orang. Persentasenya, di tahun 2019 hanya 3,8 persen, sementara pandemi yang menghantam menjadikan pengangguran mencapai 5,2 persen.

Mobile_AP_Rectangle 2

Bukan itu saja. Dalam draf Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang disampaikan Bupati Jember, angka kemiskinan tahun 2020 juga bertambah 21 ribu penduduk. Akibatnya, penduduk miskin tercatat sebanyak 247 ribu orang. Dengan kata lain, 10,09 persen warga Jember masuk di bawah garis kemiskinan.

Bupati Jember Hendy Siswanto menyampaikan, pemulihan ekonomi seperti dalam draf RPJMD dilakukan secara bertahap mulai tahun ini hingga 2026 mendatang. Seluruh instansi yang membidangi pertanian, transportasi, serta instansi lain hingga pemerintah desa, harus bahu-membahu memulihkan perekonomian di Jember.

Hendy menyebut, pemulihan ekonomi dimulai pada tahun ini dan terus dilakukan. Dan pada 2024 pertumbuhan ekonomi ditarget menyentuh angka 5,3 persen. “Selanjutnya, pada tahun 2026 ditargetkan sebesar 5,5 persen,” kata Hendy dalam paripurna di Gedung DPRD, belum lama ini.

Pengangguran yang bertambah akibat pandemi korona juga ditarget turun secara bertahap. Yaitu dimulai tahun ini, dan pada 2025 nanti diharapkan angka pengangguran tersisa separuhnya dari tahun 2020. “Pada tahun 2026 turun menjadi 4,3 persen,” demikian kata Hendy menjelaskan targetnya dalam draf RPJMD.

- Advertisement -

SUMBERSARI, RADARJEMBER.ID – Pandemi Covid-19 benar-benar memukul jatuh perekonomian di Jember. Tahun 2020 lalu, pertumbuhan ekonomi anjlok. Pengangguran bertambah dan angka kemiskinan meluas. Kondisi yang demikian itu kontan menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi Pemkab Jember.

Pada tahun 2020, ekonomi Jember anjlok hingga menyentuh angka minus 2,98 persen. Hal itu akibat banyak faktor yang muaranya terjadi karena pandemi. Saat itu, tidak sedikit orang yang berhenti bekerja, akibat perusahaannya tak mampu lagi membayar.

Akibat perekonomian jatuh, pengangguran di Jember yang awalnya sekitar 19 ribu penduduk, di tahun 2020 naik menjadi 67 ribu orang. Persentasenya, di tahun 2019 hanya 3,8 persen, sementara pandemi yang menghantam menjadikan pengangguran mencapai 5,2 persen.

Bukan itu saja. Dalam draf Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang disampaikan Bupati Jember, angka kemiskinan tahun 2020 juga bertambah 21 ribu penduduk. Akibatnya, penduduk miskin tercatat sebanyak 247 ribu orang. Dengan kata lain, 10,09 persen warga Jember masuk di bawah garis kemiskinan.

Bupati Jember Hendy Siswanto menyampaikan, pemulihan ekonomi seperti dalam draf RPJMD dilakukan secara bertahap mulai tahun ini hingga 2026 mendatang. Seluruh instansi yang membidangi pertanian, transportasi, serta instansi lain hingga pemerintah desa, harus bahu-membahu memulihkan perekonomian di Jember.

Hendy menyebut, pemulihan ekonomi dimulai pada tahun ini dan terus dilakukan. Dan pada 2024 pertumbuhan ekonomi ditarget menyentuh angka 5,3 persen. “Selanjutnya, pada tahun 2026 ditargetkan sebesar 5,5 persen,” kata Hendy dalam paripurna di Gedung DPRD, belum lama ini.

Pengangguran yang bertambah akibat pandemi korona juga ditarget turun secara bertahap. Yaitu dimulai tahun ini, dan pada 2025 nanti diharapkan angka pengangguran tersisa separuhnya dari tahun 2020. “Pada tahun 2026 turun menjadi 4,3 persen,” demikian kata Hendy menjelaskan targetnya dalam draf RPJMD.

SUMBERSARI, RADARJEMBER.ID – Pandemi Covid-19 benar-benar memukul jatuh perekonomian di Jember. Tahun 2020 lalu, pertumbuhan ekonomi anjlok. Pengangguran bertambah dan angka kemiskinan meluas. Kondisi yang demikian itu kontan menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi Pemkab Jember.

Pada tahun 2020, ekonomi Jember anjlok hingga menyentuh angka minus 2,98 persen. Hal itu akibat banyak faktor yang muaranya terjadi karena pandemi. Saat itu, tidak sedikit orang yang berhenti bekerja, akibat perusahaannya tak mampu lagi membayar.

Akibat perekonomian jatuh, pengangguran di Jember yang awalnya sekitar 19 ribu penduduk, di tahun 2020 naik menjadi 67 ribu orang. Persentasenya, di tahun 2019 hanya 3,8 persen, sementara pandemi yang menghantam menjadikan pengangguran mencapai 5,2 persen.

Bukan itu saja. Dalam draf Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang disampaikan Bupati Jember, angka kemiskinan tahun 2020 juga bertambah 21 ribu penduduk. Akibatnya, penduduk miskin tercatat sebanyak 247 ribu orang. Dengan kata lain, 10,09 persen warga Jember masuk di bawah garis kemiskinan.

Bupati Jember Hendy Siswanto menyampaikan, pemulihan ekonomi seperti dalam draf RPJMD dilakukan secara bertahap mulai tahun ini hingga 2026 mendatang. Seluruh instansi yang membidangi pertanian, transportasi, serta instansi lain hingga pemerintah desa, harus bahu-membahu memulihkan perekonomian di Jember.

Hendy menyebut, pemulihan ekonomi dimulai pada tahun ini dan terus dilakukan. Dan pada 2024 pertumbuhan ekonomi ditarget menyentuh angka 5,3 persen. “Selanjutnya, pada tahun 2026 ditargetkan sebesar 5,5 persen,” kata Hendy dalam paripurna di Gedung DPRD, belum lama ini.

Pengangguran yang bertambah akibat pandemi korona juga ditarget turun secara bertahap. Yaitu dimulai tahun ini, dan pada 2025 nanti diharapkan angka pengangguran tersisa separuhnya dari tahun 2020. “Pada tahun 2026 turun menjadi 4,3 persen,” demikian kata Hendy menjelaskan targetnya dalam draf RPJMD.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/